AAJI: Produk Asuransi Saving Plan Aman

AAJI: Produk Asuransi Saving Plan Aman

Kasus gagal bayar polis asuransi Jiwasraya masih menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Salah satu yang diperbincangkan adalah keamanan produk asuransi saving plan yang dikaitkan dengan proses gagal bayar polis Jiwasraya. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) dalam keterangannya menjelaskan, produk asuransi saving plan tetap aman untuk dimiliki.

Terkait produk yang banyak dibicarakan masyarakat saat ini (saving plan), Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu perlu disampaikan bahwa produk saving plan sudah dikenal di industri asuransi jiwa di Indonesia sejak pertengahan tahun 90-an. “Tidak ada yang salah dengan produk saving plan. Produk ini bukan akar dari masalah gagal bayar polis. Produk ini juga ditemui di industri asuransi jiwa di banyak negara lain,” katanya.

Baca juga : AAJI: Kondisi Gagal Bayar Polis Bukan Tolok Ukur Industri Asuransi Jiwa

Produk saving plan merupakan salah satu alternatif pilihan dari produk-produk asuransi jiwa seperti asuransi perlindungan kecelakaan (personal accident), asuransi jiwa berjangka (term life), asuransi jiwa seumur hidup (whole life), dan asuransi dwiguna (endowment), asuransi kesehatan (health insurance), asuransi penyakit kritis (critical illness), dan asuransi unit link.

Produk saving plan bermanfaat dengan memberikan perlindungan terhadap risiko jiwa sekaligus memberikan tambahan manfaat investasi saat akhir kontrak asuransi atau apabila terdapat penghentian pertanggungan. Jadi, sama seperti asuransi lainnya, produk saving plan ini punya manfaat besar bagi masyarakat untuk melindungi diri dan keluarganya.


Oleh karena itu, regulator diwajibkan untuk menjamin aspek perlindungan dan pelaksanaan program literasi dan inklusi keuangan yang harus dilaporkan secara berkala. Sebagai bagian dari program perlindungan nasabah asuransi, maka dibentuk satu Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) yaitu Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI).

BMAI merupakan lembaga independen dan imparsial yang dibentuk dengan tujuan untuk memberikan representasi yang seimbang antara tertanggung atau pemegang polis dan penanggung atau perusahaan asuransi. Penyelesaian sengketa melalui BMAI tidak dikenakan biaya (gratis) hingga jumlah tertentu, serta keputusan BMAI tidak mengikat nasabah, namun mengikat perusahaan asuransi.

Baca juga : Apakah Penderita Virus Corona Dijamin Asuransi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Nah, agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih produk asuransi, maka ada hal-hal yang harus diketahui. Berikut 3 tips dari AAJI dalam memilih produk asuransi yang tepat bagi masyarakat:

1. Berasuransilah pada perusahaan asuransi yang resmi terdaftar dan diawasi oleh otoritas atau regulator di Indonesia.

2. Kenalilah perusahaan asuransi yang akan dipilih melalui kinerja perusahaan asuransi yang dapat dilihat pada laporan kinerja keuangan yang bisa diakses secara luas.

3. Pahamilah produk yang akan dipilh, pastikan sesuai kebutuhan. Apabila produk asuransi menawarkan nilai investasi, kenalilah bahwa investasi yang menawarkan imbal balik tinggi juga memiliki risiko yang cukup tinggi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 27, 2020, 3:43 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.