5 Peran Ibu dalam Mengelola Keuangan Keluarga

5 Peran Ibu dalam Mengelola Keuangan Keluarga

Ibu punya peran penting dalam keluarga. Bukan hanya sebagai orang yang mengurusi rumah tangga, ibu juga menjadi role model pertama bagi anak-anaknya. Seorang ibu harus memastikan bahwa segala kebutuhan anggota keluarga harus terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, dia harus memiliki pengetahuan mengelola keuangan keluarga yang baik.

Menjadi seorang ibu bukan perkara yang mudah. Dirinya diituntut memiliki kemampuan multitasking yang mampu mengerjakan segala hal di waktu yang hampir bersamaan. Jadi, jangan pernah memandang sebelah mata akan perannya. Dalam sebuah negara, ibu bisa diibaratkan seorang menteri keuangan yang harus memiliki kemampuan akan pengelolaan keuangan.

Baca juga : Bagaimana Mengelola Keuangan Keluarga yang Ideal

Apa yang harus dilakukan agar menjalani peran seorang ibu bisa berjalan dengan lancar? Berikut ini ada beberapa tips yang bisa diterapkan dalam kehidupan di ibu menteri keuangan keluarga ini.

1. Komunikasi Keuangan

Komunikasi keuangan dalam rumah tangga itu sangat penting karena dapat menciptakan kepercayaan, ketenangan, dan kemesraan. Setiap anggota keluarga, khususnya suami dan istri, sudah seharusnya saling terbuka menyampaikan berapa penghasilan yang diterima, berapa pengeluaran yang dibutuhkan.

Topiknya bisa doal cita-cita masa depan keluarga melalui komunikasi keuangan agar pasangan suami istri dapat terlibat langsung secara aktif dalam merencanakan, mengatur, dan mengelola keuangan keluarga. Bagi pasangan, komunikasi keuangan hendaknya dilakukan sejak awal dan dapat dimulai kapan saja, bahkan dalam usia pernikahan yang sudah tua.

2. Membuat Pos Anggaran


Nah, ini menjadi kunci dalam pengaturan atau mengelola keuangan keluarga dengan menggunakan rumus mengatur keuangan yang banyak disarankan oleh perencana keuangan. Rumus yang banyak dipakai adalah 10-20-30-40. Metode ini pakai untuk penghasilan yang didapat dalam sebulan.

Baca juga : Menghindari Kesalahan Mengatur Keuangan Keluarga

Dengan total 100 persen, maka pembagiannya adalah 10 persen untuk biaya sosial seperti donasi, sumbangan, zakat, dan lainnya. Kemudian, 20 persen digunakan untuk menabung, proteksi, dan investasi. Lalu, 30 persennya digunakan untuk membayar utang atau cicilan. Usahakan nilai utang atau cicilan tidak lebih dari 30 persen dan usahakan utangnya adalah utang produktif. Terakhir, 40 persen untuk kebutuhan sehari-hari seperti biaya rumah tangga, transportasi, biaya makan, dan lain-lain.

3. Evaluasi Bulanan

Evaluasi keuangan bulanan pun harus dilakukan melalui catatan pemasukan dan pengeluaran. Dengan melakukan evaluasi, Anda dapat mengukur apakah strategi dalam mengatur keuangan keluarga berhasil atau tidak. Anda juga dapat mengetahui apakah skala prioritas dan pembagian simpanan yang disusun sebelumnya berjalan dengan baik. Hal ini bisa menjadi bekal mengatur keuangan keluarga ke depannya.

4. Bijak Berutang


Tidak ada yang melarang seseorang untuk berutang. Namun dengan catatan punya kemampuan untuk membayar cicilan dan bunganya. Anda sebagai menteri keuangan keluarga juga harus pandai membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Jangan sampai karena keinganan, keluarga memiliki utang yang bisa membuat rusak pola keuangan keluarga.

Salah satu yang harus diwaspadai adalah pinjaman online dan investasi bodong. Dalam banyak kasus penipuan yang menimpa ibu rumah tangga dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan, serta mudah terbujuk iming-iming imbal balik yang cepat dan besar.

Baca juga : Tips Investasi Reksa Dana untuk Ibu Rumah Tangga

Alih-alih ingin menambah pemasukan keluarga dengan meminjam di pinjaman online dan ikut investasi ilegal, ibu selaku menteri keuangan malah jadi merugi dan mempersulit keuangan keluarga. Para ibu sebelum meminjam atau berinvestasi pastikan dulu legalitas perusahaannya, pastikan perusahaan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga lain yang terkait.

5. Pemasukan dari Hobi

Menjadi seorang ibu bukan berarti tidak boleh punya penghasilan sendiri. Anda masih bisa mengeksplor kemampuan untuk bisa mendatangkan uang. Ada berbagai macam peluang usaha sampingan yang bisa dijalankan ibu rumah tangga di sela-sela kesibukannya mengurus keluarga.

Cara paling mudah bagi seorang ibu untuk mendapatkan pemasukan tambahan adalah mengubah hobi atau minat saat ini menjadi sebuah pemasukan. Bisa hobi menulis atau fotografi, Anda juga bisa dapat penghasilan tambahan dengan menjadi blogger.

Masih banyak lagi sebenarnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga. Menjadi seorang ibu merupakan proses panjang seiring dengan perjalanan waktu. Seorang ibu akan terus belajar selama hidupnya. Ibu memang merupakan sosok yang hebat dalam kehidupan keluarga sehari-hari.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 22, 2020, 9:48 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.