6 Kesalahan dalam Merencanakan Dana Pendidikan Anak

6 Kesalahan dalam Merencanakan Dana Pendidikan Anak

Pendidikan adalah satu hal penting yang harus disiapkan sedini mungkin. Bukan hanya menentukan di mana buah hati akan menjalani sekolah dan jenis sekolahnya, tetapi juga menghitung berapa dana pendidikan yang dibutuhkan.

Mengapa harus disiapkan dan dihitung sejak jauh hari? Salah satu penyebabnya adalah biaya pendidikan setiap tahunnya semakin mahal. Dengan menghitung kebutuhan dana pendidikan, maka Anda sebagai orangtua dapat memprediksi biaya yang perlu disiapkan selama anak berpendidikan.

Kadang walaupun sudah dipersiapkan sejak jauh hari, masih saja sering terjadi kesalahan yang pada akhirnya membuat tidak terpenuhinya kebutuhan akan persiapan dana. Tidak ada salahnya Anda belajar dari kesalahan, ini bisa menjadi pelajaran bagi orangtua yang ingin mempersiapkan pendidikan untuk buah hati.

Baca juga : Pilih Mana: Tabungan atau Asuransi Pendidikan?

Apa saja kesalahan yang seringkali luput dari perhatian orangtua? Berikut enam kesalahan dalam merencanakan dana pendidikan anak.

1. Salah Menghitung Inflasi

Seperti diketahui, kebutuhan dana pendidikan setiap tahun terus meningkat. Maka dari itu penting untuk menghitung nilai pertumbuhan inflasi. Inflasi biaya pendidikan bisa jadi lebih tinggi apabila dibandingkan dengan inflasi bahan kebutuhan pokok. Secara rata-rata, inflasi biaya pendidikan setiap tahunnya mencapai 15 persen. Dengan mengetahui inflasi biaya pendidikan, Anda bisa memprediksi berapa kebutuhan dana untuk pendidikan anak di masa mendatang.

2. Tidak Diterima di Sekolah Impian


Setiap orangtua pasti berharap anaknya bisa diterima di sekolah favorit. Namun kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Bila yang terjadi adalah anak tidak diterima di sekolah tersebut sehingga harus ada dana tambahan yang besar apabila ingin masuk ke sekolah swasta yang dinilai setara dalam kualitas.

Untuk mengantisipasi itu, Anda harus menyiapkan dana pendidikan dengan perhitungan kemungkinan  tertinggi. Sehingga apabila ternyata tidak diterima pada pilihan pertama kita mempunyai kecukupan dana untuk melanjutkan di sekolah lain.

3. Salah Memilih Instrumen Investasi

Ada banyak instrumen investasi dana pendidikan anak yang bisa diandalkan. Investasi memiliki hasil imbal balik yang berbeda-beda sesuai dengan jangka waktu. Kebutuhan untuk investasi jangka pendek tentunya berbeda dengan jangka panjang.

Baca juga : Jenis-Jenis Sumber Biaya Pendidikan Anak

Pertimbangkan antara potensi mendapatkan hasil yang maksimal, risiko investasi dan jumlah nilai investasi sesuai dengan kemampuan. Kesalahan yang sering terjadi adalah instrumen investasi yang seharusnya untuk investasi jangka pendek, ternyata ditujukan untuk kebutuhan jangka panjang sehingga hasilnya justru belum maksimal, begitu pula sebaliknya.

4. Menggunakan Satu Instrumen Investasi


Rencana dana pendidikan untuk setiap anak sebaiknya dipisah. Selain kebutuhan setiap anak berbeda, jangka waktu investasi juga berbeda. Dengan adanya pemisahan persiapan dana pendidikan untuk masing-masing anak, maka orang tua juga akan lebih mudah melakukan perhitungan berapa kebutuhan investasi per bulan.

Pemisahan persiapan dana pendidikan setiap anak akan memudahkan Anda dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dan mengevaluasi perkembangannya dengan baik. Saat ini juga sudah ada beberapa produk keuangan yang dirancang untuk menyiapkan dana pendidikan anak misalnya, tabungan pendidikan berjangka, deposito, asuransi pendidikan, reksa dana atau lainnya.

5.   Tidak Mempersiapkan Sejak Dini

Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah merasa selalu memiliki waktu untuk mempersiapkan dana pendidikan, sehingga sampai akhirnya terlambat. Padahal dengan investasi sejak dini, dana yang bisa disisihkan bisa jadi sangat terjangkau. Namun, sayangnya masih banyak orangtua yang mendadak mengumpulkan uang puluhan juta atau bahkan berutang demi anaknya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

6.   Memilih Waktu yang tidak Tepat

Terkadang ada orangtua yang salah menentukan perkiraan antara waktu dan biaya pendidikan yang dibutuhkan. Ketika menentukan perkiraan waktu, perlu disesuaikan dengan umur anak saat ini. Jika anak masih bayi atau berusia 0 tahun, maka sedikitnya ada lima tahapan waktu yang harus diperhatikan. Pertimbangkan biaya masuk playgroup dan taman kanak-kanak (tiga tahun), kebutuhan biaya ini bisa menggunakan investasi jangka menengah.

Baca juga : Begini Cara Sederhana Menghitung Biaya Pendidikan Anak

Dengan mengetahui enam kesalahan dalam merencanakan dana pendidikan anak, maka Anda sebagai orangtua bisa mengantisipasi kebutuhan pendidikan anak di masa depan. Tidak ada lagi penyesalan karena mengambil langkah salah, sehingga kerepotan di kemudian hari.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 20, 2020, 12:12 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.