Terobosan Aplikasi Digital Manulife di Awal Tahun 2020

Terobosan Aplikasi Digital Manulife di Awal Tahun 2020

Membuka tahun 2020, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia berkomitmen memberi kemudahan akses bagi nasabahnya. Strategi yang dilakukan adalah dengan menguatkan inovasi layanan berbasis teknologi. Inovasi itu termasuk saluran baru pembayaran premi, mengubah tampilan notifikasi surat koresponden, dan melengkapi tenaga pemasar dengan aplikasi digital untuk respon yang cepat, tepat, dan real time.

Di awal 2020, Manulife Indonesia menghadirkan tiga aplikasi digital baru, yaitu online payment, ePOS, dan MiLearn. Aplikasi online payment ini memberi kemudahan, di mana hanya dengan mengklik menggunakan ujung jari pada link yang tersedia, nasabah dapat melakukan pembayaran premi sehingga memastikan proteksi nasabah terap berlangsung. Online payment ini melengkapi metode pembayaran yang tersedia di Manulife Indonesia seperti kartu kredit, transfer, maupun autodebet.

Baca juga : Apakah Ada Asuransi Kesehatan untuk Lansia?

Selain online payment, Manulife Indonesia juga menghadirkan inovasi untuk mendukung kinerja tenaga pemasar, yakni ePOS dan MiLearn. Dengan ePOS, agen sekarang dapat sepenuhnya submit bisnis-bisnis baru secara digital yang mengurangi penggunaan kertas.

Kemudian aplikasi training digital MiLearn yang juga ditujukan bagi tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist, di mana mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan mengakses aplikasi ini setiap saat. MiLearn juga membantu memudahkan tenaga pemasar menjalankan peran mereka dalam memberikan solusi perencanaan keuangan yang profesional dan berkualitas kepada seluruh nasabah.


Pada 2019, perusahaan asuransi jiwa ini juga telah memulai program Kaizen yang bertujuan untuk menciptakan budaya kerja baru (new working culture). Program ini telah menunjukkan hasil, di mana proses klaim berjalan lebih mudah dan lebih cepat, bahkan proses tersebut berjalan sekitar 3-6 hari setelah dokumen nasabah memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.

Sebagai bukti kinerja tersebut, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp5.3 triliun per November 2019 (un-audited) atau setara dengan Rp15 miliar per hari atau Rp608 juta per jam serta memiliki lebih dari 7.000 agen profesional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang diterima duitologi.com, inovasi yang dilakukan Manulife Indonesia ini sejalan dengan visi misi perusahaan untuk terus membantu masyarakat membuat keputusan lebih mudah serta hidup lebih baik. Oleh karena itu, Manulife Indonesia melihat kembali layanan-layanan yang diberikan kemudian memperbaruinya dengan lebih optimal.

Baca juga : Mana yang Didahulukan, Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa?

Berdasarkan survei yang dilakukan Google Indonesia pada 2018, meningkatnya waktu yang dihabiskan masyarakat Indonesia secara online dan meningkatnya pengaruh keterlibatan online terhadap keputusan pembelian yang mereka buat tercermin dari 68 persen dari masyarakat yang bergantung pada smartphone saat mencari informasi terkait pembelian yang akan dilakukan.

Perubahan pola masyarakat tersebut secara tidak langsung juga memicu Manulife Indonesia untuk terus meningkatkan layanan. Memasuki awal tahun ini, tiga aplikasi baru ini diharapkan bisa meningkatkan target penjualan asuransi Manulife. Bahkan optimisme untuk meraih pertumbuhan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada 2019 merupakan tahun politik yang harus diakui berpengaruh pada daya beli masyarakat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 13, 2020, 3:06 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.