Benarkah Penyakit Diabetes tidak Diproteksi Asuransi?

Benarkah Penyakit Diabetes tidak Diproteksi Asuransi?

Diabetes mellitus sering disebut sebagai silent killer. Dikatakan sebagai “pembunuh terselubung” karena sering sekali penderita tidak menyadari dirinya mengidap diabetes melitus, sampai sudah terjadi komplikasi, baik yang ringan sampai berat. Diabetes bahkan sudah menjadi salah satu penyakit kronis dengan angka kematian terbesar di Indonesia.

Jumlah penderita diabetes pun terus mengalami peningkatan. Adanya pergerseran pola dan gaya hidup tidak sehat menjadi salah satu pemicunya. Secara global, data WHO menyebutkan jumlah penyandang diabetes pada usia di atas 18 tahun terus meningkat dari 4,7 persen menjadi 8,5 persen. Sementara merujuk pada data riset dari Kementerian Kesehatan, secara nasional prevalensi diabetes pada usia di atas 15 tahun berada di angka 10,9 persen pada tahun 2018.

Baca juga : Jangan Hanya Tubuh Sehat, Kondisi Finansial juga Harus Sehat

“Pola dan karakteristik penderitanya pun berubah. Dahulu diabetes identik dengan penyakit orang tua, kini diabetes semakin sering ditemui pada orang dengan usia lebih muda,” kata dr. Rudy Kurniawan, Pendiri Komunitas Sobat Diabet saat ditemui di acara Sun Life Resolution Run 2020 di Mr. Bitsy, Kuningan City, Jakarta (7/1/2020).

Bahaya diabetes bukan hanya sebatas naiknya gula darah. Tetapi penyakit ini bisa merembet ke panyakit lainnya. Sebut saja, glukoma pada mata, paru-paru, dan gagal ginjal. Maka dari itu, bagi penderitanya, menjaga kondisi gula darah agar tetap stabil adalah jalan terbaik agar tidak terkena penyakit lainnya.


Memang, saat ini penyakit diabetes termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan. sesuai dengan Permenkes Nomor 28 Tahun 2014, BPJS Kesehatan menanggung semua penyakit, termasuk penyakit diabetes. Tanggungan itu termasuk resep obat diabetes harian, pembelian insulin dan isi ulangnya, rawat inap di rumah sakit, hingga kelas senam diabetes dan edukasi gizi.

Lalu bagaimana dengan asuransi swasta? Chief Marketing Officer Sun Life Indonesia Shierly Ge mengakui, secara umum penderita diabetes sulit untuk diterima oleh asuransi. “Sulit tapi bukan tidak mungkin. Itu tergantung pada apakah kondisi dia (penderita diabetes) terkontrol atau tidak (gula darahnya),” katanya.

Baca juga : Mengenal Jenis dan Manfaat Asuransi Kesehatan

Namun, bagi nasabah asuransi yang sudah memiliki asuransi sebelum terdeteksi terkena diabetes, maka penyakit tersebut akan di-cover oleh Sun Life. Salah satu produk asuransi Sun Life yang menawarkan pelindungan yang memiliki benefit perlindungan penyakit diabetes adalah Critical Illness Insurance.

“Mengenai penyakit turunan dari diabetes, kalau nasabah ini ambil sebelum terkena diabetes maka akan di-cover penuh. Tetapi kalau dia sudah terkena diabetes, sayangnya sampai saat ini belum bisa kita cover. Kalau klaim memang ada, tapi jumlahnya tidak sampai 1 persen dari jumlah klien kita,” ungkap Shierly.

Saat ini, Sun Life Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan regional office dan reasuransi untuk mengembangkan produk-produk diabetes ini untuk bisa melindungi penderita diabetes ini. “Jadi kita lagi kasih mereka data-data karena seperti di Hong Kong mereka sudah bisa, yang terseleksi kalau diabetes yang terkontrol itu bisa di-cover, tapi di Indonesia sayangnya belum dan kita masih negosiasi,” tambahnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 8, 2020, 4:41 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.