Jangan Terobos Banjir Kalau Tidak Ingin Klaim Asuransi Kendaraan Ditolak

Jangan Terobos Banjir Kalau Tidak Ingin Klaim Asuransi Kendaraan Ditolak

Memiliki asuransi merupakan salah satu upaya memberi perlindungan terhadap aset yang dimiliki seperti rumah dan kendaraan. Bagaimana dengan banjir? Pihak asuransi akan memberikan jaminan perlindungan dari risiko banjir dengan catatan pemegang polis sudah mengambil perluasan jaminan asuransi.

Seperti yang banyak diberitakan, memasuki awal tahun 2020, wilayah Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan lebat. Beberapa wilayah mengalami kondisi banjir dengan ketinggian bervariasi. Hal paling nyata yang bisa dilihat kerugian akibat banjir tersebut. Rumah beserta isinya dan kendaraan bermotor pun tidak pelak ikut terendam banjir.

Baca juga : Apakah Mobil Terendam Banjir Bisa Diklaim Asuransi?

Meski sudah memiliki peluasan jaminan asuransi untuk properti dan kendaraan, bukan berarti kesalahan atau kecerobohan yang Anda lakukan tetap akan ditanggung pihak asuransi. Salah satunya adalah klaim perluasan jaminan asuransi kendaraan akan tidak berlaku apabila mobil yang Anda kendarai menerobos banjir.

Chief Executive Officer PT. Asuransi Adira Dinamika Tbk. (Adira Insurance) Julian Noor mengatakan, tidak semua polis asuransi kendaraan mampu melindungi dari risiko banjir. Hanya produk asuransi kendaraan yang diperluas risiko banjir yang dapat pergantian asuransi. Lalu, bagaimana klaim asuransi khususnya kendaraan yang masih ditolak asuransi, padahal sudah membeli perluasan jaminan asuransi?


Julian menegaskan, perluasan jaminan asuransi punya beberapa syarat yang harus diketahui oleh nasabah agar klaim asuransinya tidak ditolak. Terkait hal ini, biasa saja salah satu penyebabnya adalah pemegang polis secara secara sengaja menerjang saat banjir. Kasus ini masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi.

“Sudah tahu ada banjir, pelanggan tetap nekat menerobos banjir tentunya pihak asuransi akan menolak klaim ini. Kasus ini masuk dalam pengecualian yang tidak dijamin dalam polis asuransi. Namun yang terjadi saat ini banyak kendaraan yang posisinya sedang parkir di rumah dan ternyata diterjang banjir, hal itu bisa di-cover tetapi tetap harus ada perluasan banjir,” tambah Julian.

Baca juga : Apa Saja Jenis Asuransi untuk Kendaraan Anda?

Berbeda kasus dengan mobil yang sedang terparkir di rumah, lalu terendam banjir, mobil pelanggan masih bisa di-cover tetapi tetap harus ada jaminan perluasan banjir. Maka dari itu, agar klaim banjir dapat dapat diterima, pemegang polis harus memastikan membeli perluasan jaminan yang diakibatkan oleh banjir. Selain itu, pemegang polis pun harus memahami isi dari polis asuransi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam berasuransi.

Selain menerjang banjir, ada penyebab lain yang bisa membuat klaim asuransi kendaraan ditolak pihak asuransi. Jangan pernah menunda-nunda untuk mengajukan klaim asuransi kendaraan. Semakin lama menunda, maka peluang klaim asuransi akan ditolak semakin besar.

Baca juga : Pahami 5 Hal ini Sebelum Perpanjang Asuransi Mobil

Mengapa begitu? Pada prinsipnya, asuransi itu layaknya memindahkan risiko yang terjadi dari pemegang polis ke pihak asuransi. Ketika mobil sudah memiliki perluasan jaminan asuransi, maka risiko kerusakan yang terjadi akibat banjir bisa dipindahkan ke perusahaan asuransi. Semua itu harus dilakukan segera agar pihak asuransi bisa melihat kerusakan yang sesuai dengan data dan waktu kejadian.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Jan. 7, 2020, 8:45 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.