OJK Beri Izin Usaha Tiga Fintech P2P Lending Baru

OJK Beri Izin Usaha Tiga Fintech P2P Lending Baru

Potensi bisnis pembiayaan peer-to-peer (P2P) lending sangat besar sebagai alternatif untuk investasi di era digital. Kemunculan P2P lending ini juga bisa menjadi salah satu solusi pembiayaan bagi pengembangan UMKM di Indonesia.

Jumlah usaha P2P lending setiap tahun terus berkembang. Menjelang akhir tahun, ada 12 perusahaan fintech P2P lending yang telah memperoleh izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara kseluruhan, jumlah fintech P2P lending yang sudah terdaftar dan mengantongi izin dari OJK ada sebanyak 25 perusahaan.

Baca juga : Pinjaman Online P2P Lending Harus Transparan dan Ramah Konsumen

OJK menyakinkan bahwa bisnis P2P lending tidak akan mengancam industri perbankan. Bahkan, kemunculan fintech P2P lending ini bisa menjadi peluang untuk melakukan sinergi. Dengan adanya sinergi antara fintech P2P lending dan perbankan akan memberi keuntungan dan kemudahan para pelaku bisnis untuk mendapatkan pinjaman.

Di Desember 2019 ini, setidaknya ada tiga usaha P2P lending yang sudah mengantongi izin usaha dari OJK. Ketiga fintech P2P lending itu adalah PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar), PT Esta Kapital Fintek (Esta Kapital), dan PT. Mediator Komunitas Indonesia (Crowdo).

PT Esta Kapital Fintek (Esta Kapital)


PT Esta Kapital Fintek (Esta Kapital) telah resmi mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai Penyedia Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) melalui surat keputusan dengan nomor KEP-129/D.05/2019 yang berlaku secara permanen, tanpa batas waktu masa berlaku.

Sejak awal beroperasi hingga resmi mendapatkan izin pada 13 Desember 2019, Esta Kapital telah membantu menyalurkan pinjaman produktif kepada 21.174 wanita pengusaha mikro yang berada di wilayah Jabodetabek dan Indonesia Timur. 

Baca juga : OJK Kembali Menemukan 125 Fintech P2P Lending Ilegal

Dengan pemberian status berizin ini, artinya Esta Kapital telah memenuhi semua standar dan mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan oleh regulator, terutama dari sisi model bisnis dan keamanan platform. Pemberian status berizin ini akan menjadi angin segar dan semangat baru bagi Esta Kapital dalam memberikan pelayanan dan melakukan inovasi-inovasi untuk mencapai tujuan bisnis lebih cepat.

“Dengan menyandang status sebagai fintech berizin di OJK, tentu akan meningkatkan rasa kepercayaan masyarakat dan partner-partner besar kepada Esta Kapital. Sehingga, dengan meningkatnya rasa kepercayaan tersebut, akan semakin banyak juga kaum wanita unbankable di wilayah Jabodetabek dan Indonesia Timur yang terbantu dalam mendapatkan pinjaman produktif untuk usaha mikro mereka,” jelas Direktur Utama Esta Kapital Yefta Surya Gunawan.

PT. Mediator Komunitas Indonesia (Crowdo)


PT. Mediator Komunitas Indonesia (CROWDO) telah secara resmi memperoleh izin usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, tertuang dalam keputusan OJK nomor KEP-133/D.05/2019 pada Jumat, 13 Desember 2019.

Peningkatan status dari terdaftar menjadi berlisensi menunjukkan kemampuan Crowdo dalam mematuhi persyaratan dari OJK di bidang operasional maupun secara bisnis dan teknologi. Crowdo juga membuktikan komitmen untuk mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Baca juga : Jangan Tertipu Investasi Bodong, Ini Ciri dan Tips dari OJK

Crowdo berfokus untuk meningkatkan jumlah pendanaan kepada usaha, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. “Perizinan ini menunjukkan bahwa CROWDO adalah salah satu perusahaan peer-to-peer lending yang terpercaya dari sudut pandang regulator dan masyarakat Indonesia,” kata Chief Operating Officer (COO) CROWDO Indonesia Nur Vitriani.

Crowdo menutup tahun 2019 dengan keuangan perusahaan yang sehat serta memiliki pertumbuhan bisnis yang sangat baik dibandingkan tahun 2018. Misi Crowdo di tahun 2020 yaitu menyalurkan pendanaan sebesar Rp 100 Miliar per bulan kepada UMKM yang memiliki dampak terhadap lingkungan dan sosial di Indonesia. Kontribusi tersebut diharapkan dapat mewujudkan inklusi keuangan yang sehat di Indonesia.

PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar.id)


PT Mekar Investama Sampoerna (Mekar.id), platform pinjaman P2P lending yang didirikan pengusaha Putera Sampoerna, resmi mendapatkan izin usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari OJK. Izin usaha itu didapat pada 18 Desember 2019 dengan surat tanda berizin nomor KEP-127/D.05/2019.

Pemberian status berizin Mekar.id menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan lembaga regulator pada platform P2P lending yang diluncurkan pada 2017 tersebut. Hal ini juga menegaskan komitmen Mekar.id dalam mematuhi ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Baca juga : OJK dan Bareskrim Sepakat Berantas Pinjaman Online dan Investasi Ilegal

“Dengan didapatkannya perizinan ini, tentu semakin menguatkan komitmen kami untuk terus mengembangkan platform kami untuk menjangkau lebih banyak lagi pelaku UMKM dan pemberi pinjaman (lender) di seluruh Indonesia,” kata CEO Mekar.id Pandu Aditya Kristy.

Mekar.id adalah sebuah platform online yang menghubungkan pemberi pinjaman (lender) dengan para pelaku UMKM di Indonesia yang membutuhkan pendanaan usaha. Hingga pertengahan Desember 2019, Mekar.id telah memfasilitasi pendanaan lebih dari 61.000 pinjaman usaha untuk pelaku usaha mikro di 139 kota dan kabupaten di 17 provinsi di Indonesia.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 23, 2019, 12:14 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.