GoPay Dorong Penerapan QRIS di Lingkungan Kampus

GoPay Dorong Penerapan QRIS di Lingkungan Kampus

Sejak Bank Indonesia (BI) diumumkan mengenai Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS pada Agustus 2019, banyak pihak mulai megubah format QR code menjadi yang sesuai standar BI tersebut. Terlebih, QRIS akan mulai diberlakukan mulai awal Januari 2020. Jadi, mau tidak mau, seluruh pembayaran non-tunai berbasis QR code harus segera menyesuaikan standar QR code-nya.

Beberapa perusahaan sudah mulai secara perlahan menerapkan QRIS ini. Sebut saja LinkAja, DANA, GoPay, dan OVO. GoPay secara konsisten dalam mendukung dan menyosialisasikan penggunaan QRIS di semua rekan usahanya, termasuk di ekosistem pendidikan. Kali ini dengan dukungan GoPay, Universitas Tarumanagara (UNTAR), Jakarta Barat menjadi universitas pertama yang menerapkan QRIS di lingkungan kampusnya.

Baca juga : Mengenal QRIS, QR Code Indonesia yang Akan Berlaku 1 Januari 2020

Head of Micro Merchant GoPay Dewi Yulianti Rosa mengungkapkan, GoPay sangat mendukung implementasi kebijakan QRIS sesuai standar Bank Indonesia sehingga dapat meningkatkan target pemerintah terkait inklusi keuangan di Indonesia. GoPay juga akan terus mendorong implementasinya melalui sosialisasi untuk seluruh rekan usaha, baik ratusan ribu pelaku UMKM, ratusan rekan donasi, maupun institusi pendidikan seperti UNTAR.

“Kami senang dan mendukung pengimplementasian QRIS pertama di ekosistem pendidikan, dan ke depannya, penerapan QRIS di lingkungan UNTAR ini akan menjadi langkah awal untuk penerapan QRIS di universitas dan institusi pendidikan lainnya,” kata Dewi.

Baca juga : Mengenal Beda Uang Elektronik E-Money dan E-Wallet

Sebagai tahap awal, QRIS bisa dimanfaatkan untuk transaksi makanan dan minuman di kantin UNTAR sebelum nantinya dapat digunakan di layanan lainnya, seperti bayar parkir, perpustakan, koperasi, dan jasa fotokopi. Dewi yakin bahwa QRIS tidak hanya akan semakin memudahkan masyarakat namun juga para pelaku usaha terutama yang bergerak di sektor informal.


Sementara itu, Head of Marketing UNTAR Wilina Lee menerangkan, UNTAR bangga dan senang dapat menjadi universitas pertama yang mengimplementasikan QRIS. Pihaknya sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan GoPay dalam menyosialisasikan pemanfaatan QRIS ini di lingkungan kampus UNTAR.

“Kami percaya bahwa penggunaan teknologi QRIS akan memberikan manfaat kepada semua yang terlibat di dalam lingkungan kampus, mulai dari mahasiswa, pengajar, penjual makanan, hingga parkir. Harapannya, pengimplementasian QRIS di UNTAR ini dapat memotivasi universitas dan institusi pendidikan lainnya untuk segera mengadopsi QRIS di dalam ekosistemnya,” ucap Wilina.

Baca juga : 7 Keuntungan Menjadi Bagian dari Cashless Society

Dengan QRIS, rekan usaha cukup memiliki satu kode QR yang dapat menerima pembayaran dari berbagai platform, sehingga transaksi pun menjadi semakin mudah dan efisien. Penerapan QRIS tidak hanya memudahkan, tetapi juga akan mendorong peningkatan kualitas, daya saing, dan inovasi untuk para rekan usaha.

“Pemanfaatan QRIS ini juga kami harap dapat menjadi pintu masuk bagi opsi pembayaran lainnya sehingga para rekan usaha pun bisa semakin diuntungkan serta bisa melakukan transaksi dan menjalankan usahanya dengan lebih efektif dan efisien,” tambah Dewi.

Baca juga : Cashlez Siap Meluncurkan Payment on Delivery pada Tahun ini

GoPay pun telah dan terus melakukan sosialisasi pemanfaatan QRIS ini kepada seluruh rekan usahanya melalui berbagai upaya seperti penyuluhan dan pendampingan langsung. Upaya ini salah satunya GoPay lakukan lewat Forum Pedagang Baik yang menjadi wadah bagi para pedagang kecil untuk belajar mengelola usahanya dan memanfaatkan aset digitalnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 19, 2019, 1:49 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.