Soal PP E-Commerce, Shopee Lakukan Diskusi dengan Asosiasi

Soal PP E-Commerce, Shopee Lakukan Diskusi dengan Asosiasi

Setelah ditandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019, Shopee masih terus melakukan diskusi dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan e-commerce lain. Diskusi itu berkaitan dengan rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal membahas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Terkait dengan Peraturan Pemerintah itu, Shopee tengah intens melakukan diskusi dengan asosiasi dan pelaku e-commerce lainnya terkait aturan baru tersebut.

Baca juga : PP E-Commerce Disahkan, Ini Detail Aturan Mainnya

Diskusi itu perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dengan pelaku e-commerce lainnya. Sehingga pembahasan mengenai peraturan e-commerce ini dengan pemerintah bisa memberikan solusi dan titik temu yang terbaik.

Diharapkan dalam pertemuan yang akan dilakukan pada pekan ini bisa memberi stimulan bagi para pelaku usaha dan tidak membuat kebijakan yang sebaliknya, menyulitkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang. Jika kebijakan itu menyulitkan, maka akan membuat UMKM yang baru memulai akan tambah mengalami kesulitan.

Dhika menilai, peraturan baru ini akan lebih cocok bagi pelaku e-commerce yang menjalani usahanya dengan model Business to customer (B2C). PP ini bisa diterapkan karena mitra yang berjualan di platformnya merupakan perusahaan menengah besar. Sedangkan di Shopee menggunakan model costumer to costumer (C2C), di mana pemilik usaha kecil dan individu bisa berjualan di platformnya.


PP itu pun dinilai belum memuat secara rinci terkait penegakan aturan untuk pedagang online yang berjualan di media sosial atau aplikasi percakapan. Kebijakan saat ini sudah mendukung UMKM di Indonesia. “Kami juga akan membantu menyosialisaikan PP baru ini usai pertemuan antara pemerintah, asosiasi dan e-commerce. Kami berharap ada jalan keluar yang baik untuk iklim usaha dan pelaku bisnis UMKM,“ kata Dika dalam acara pengenalan Didi Kempot sebagai Brand Ambassador Shopee di kawasan Sudirman, Jakarta (6/12/2019).

UMKM Binaan Shopee

Dalam empat tahun berdiri di Indonesia, Shopee sebagai salah satu platform e-commerce, telah memberikan dampak positif secara kepada masyarakat Indonesia melalui program-program inovatifnya. Bahkan, Shopee menjadi salah satu faktor pendukung dari industri ekonomi digital Indonesia.

Shopee cukup mampu menarik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sehingga bisa memasarkan produknya ke konsumen secara langsung. Bukan hanya itu, Shopee mampu memudahkan pelaku UMKM dapat berkomunikasi dengan calon konsumen. Komunikasi serta informasi yang jelas dari penjual, akan membuka peluang lebih besar bagi pedagang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Baca juga : Menteri Perdagangan Imbau E-Commerce Mendukung Transaksi Produk Lokal

Inovasi dari program-program pun juga dikembangkan oleh Shopee. Salah satunya adalah Program Kampus Shopee yang diimplementasikan ke 40.000 UMKM binaan Shopee. Melalui program ini pelaku UMKM akan mendapatkan edukasi agar dapat beradaptasi pada industri teknologi dengan pendekatan literasi digital untuk menyokong usahanya.

Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja menyampaikan bahwa hadirnya program Kampus Shopee, diinisiasi sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar dapat meningkatkan performa bisnisnya secara efektif ke 40.000 UMKM binaan Shopee.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 9, 2019, 10:26 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.