Luky Alfirman Dilantik Jokowi Menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS

Luky Alfirman Dilantik Jokowi Menjadi Anggota Dewan Komisioner LPS

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Luky Alfirman sebagai Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang baru. Sebelumnya, Luky merupakan aparetur sipil negara (ASN) dengan jabatan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Pengangkatan Luky ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 78/M Tahun 2019 tentang Pemberhentian Dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner LPS. Terhitung tanggal 2 Desember 2019 setelah menerima Keppres dari Menteri Keuangan, Luky Alfirman resmi menjadi Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner LPS yang baru.

Baca juga : Ini Susunan Dewan Komisioner LPS yang Baru

Presiden Jokowi melantik Luky untuk menggantikan juga mantan Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner LPS Robert Pakpahan. Dalam Surat Keputusan yang sama, Presiden memberhentikan dengan hormat Robert Pakpahan sebagai Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner LPS yang telah memasuki masa pensiun.

Dengan demikian, susunan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang baru adalah:

Anggota merangkap Ketua

:  Halim Alamsyah

Anggota merangkap Kepala Eksekutif

:  Fauzi Ichsan

Anggota non ex-officio

:  Didik Madiyono

Anggota (ex-officio Kemenkeu)

:  Luky Alfirman

Anggota (ex-officio Bank Indonesia)

:  Erwin Rijanto

Anggota (ex-officio OJK)

:  Heru Kristiyana





Profil Luky Alfirman

Dikutip dari laman resmi LPS, Luky Alfirman lahir di Bandung 27 Maret 1970. Dia menempuh pendidikan perguruan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan gelar Sarjana Teknik Industri pada tahun 1994. Jenjang pendidikan pasca sarjananya dilanjutkan di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat dan mendapatkan gelar Master of Arts (MA) in Economics pada tahun 2000. Selanjutnya gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics berhasil didapatkannya dari universitas yang sama pada tahun 2004.

Luky memulai karirnya di Kementerian Keuangan pada tanggal 1 Maret 1995 sebagai pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Sekembalinya dari tugas belajar ke AS, pada bulan Juli 2004 ditugaskan sebagai Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan Direktorat Jenderal Pajak. Tidak lama kemudian dipromosikan sebagai Kepala Sub Direktorat Potensi Perpajakan.


Selanjutnya ditugaskan untuk menangani program reformasi atau modernisasi administrasi perpajakan dan menjabat sebagai Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana dan Kepala Sub Direktorat Manajemen Transformasi pada Direktorat Jenderal Pajak. Selain itu pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Kebayoran Lama.

Baca juga : Kilas Balik Sejarah Pendirian LPS

Pada Juli 2011 diberi amanah untuk bekerja di Badan Kebijakan Fiskal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Tidak lama kemudian ditugaskan menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.

Mulai September 2015 ditugaskan menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal, atau biasa dikenal sebagai Chief of Staff untuk Menteri Keuangan. Pada tanggal 28 Juli 2017 dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Kemudian dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada 30 November 2017.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Dec. 3, 2019, 9:08 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.