Mengenang Ciputra, Kisah Jatuh Bangun Raja Properti

Mengenang Ciputra, Kisah Jatuh Bangun Raja Properti

Kabar duka datang dari salah satu raja properti Indonesia, Ir. Ciputra. Pendiri sekaligus pemilik Ciputra Group meninggal dunia di Singapura pada usia 88 tahun. Dalam bisnis properti namanya sudah tidak asing lagi. Salah satunya adalah pembangunan perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Ciputra Group, didirikan oleh Dr (HC) Ir. Ciputra beserta keluarga pada tahun 1981. Kini Ciputra Group telah menjadi salah satu pengembang Indonesia yang paling terdiversifikasi dari segi produk, lokasi dan segmen pasar. Grup usaha ini go public pada tahun 1994, dengan perusahaan induk PT Ciputra Development Tbk, serta 2 anak perusahaan PT Ciputra Surya Tbk, dan PT Ciputra Property Tbk.

Ciputra Group merintis pembangunan skala besar di Indonesia. Melalui semangat entrepreneurship, pendiri perusahaan mendorong keberhasilan perusahaan ini. Proyek pertama yang dikembangkan adalah CitraGarden City Jakarta (1981).

Baca juga : Ini Dia Sosok Presiden Baru OVO

Hingga kini, CitraGarden City telah diperluas dan menjadi sebuah kompleks perumahan modern yang berkelanjutan. Proyek ini dilengkapi area komersial yang luas, rekreasi, pengolahan air, fasilitas umum, termasuk Family Club, fasilitas olahraga, ruang pertemuan, pasar tradisional dan modern, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Ciputra Group adalah pengembang paling terdepan dalam mengantisipasi bandara baru Jakarta serta membangun Ciputra Mall dan Hotel dekat bandara.

Selama tiga dekade terakhir, Ciputra Group telah berhasil mengembangkan lebih dari 70 proyek perumahan di lebih dari 40 kota di Indonesia dan masih memiliki banyak proyek dalam persiapan maupun negosiasi.

Dengan memilih lokasi yang strategis untuk pengembangan kota mandiri yang menggabungkan daerah pemukiman dengan pusat perbelanjaan, zona komersial dan industri, yang dilengkapi dengan transportasi dan komunikasi infrastruktur, pelayanan publik dan fasilitas mendukung yang diperlukan bagi penghuni, antara lain bekerja, sekolah, berolahraga dan rekreasi, keunggulan tersebut membuat Ciputra Group terkemuka di dunia properti Indonesia. Melalui kemitraan, kelompok ini telah merambah ke seluruh Indonesia hingga ke Asia, yaitu Vietnam, Kamboja dan China.


Dimulai pada awal 1990-an, selain core business nya di industri properti, Ciputra Group telah melakukan diversifikasi ke 11 industri, termasuk Pengembang skala Kota, Gedung Perkantoran, Pusat Perbelanjaan, Hotel, Apartment, Pusat Rekreasi, Fasilitas Olahraga, Telekomunikasi, Kesehatan, Broker, Media dan e-commerce. Ciputra Group berkomitmen untuk mendorong lahirnya entrepreneur baru bagi Indoensia.

Universitas Ciputra adalah lembaga akademis pertama yang berfokus pada pendidikan entrepreneurship di Indonesia. Sekolah dan Universitas Ciputra menawarkan kurikulum entrepreneurship yang lengkap untuk para siswa. Menyebarkan semangat entrepreneurship telah menjadi fokus CSR Group, juga mendukung seni di Indonesia melalui Ciputra Artpreneur.

Jatuh Bangun Bisnis

Setelah menyelesaikan kuliahnya di Institut Teknologi Bandung (ITB), Ciputra mengawali kariernya di Jaya Group, perusahaan daerah milik Pemda DKI Jakarta. Di perusahaan tersebut, Ciputra bekerja sebagai direksi sampai dengan usia 65 tahun dan setelah itu sebagai penasihat. Di perusahaan tersebut, Ciputra diberi kebebasan untuk berinovasi, termasuk di antaranya dalam pembangunan proyek Ancol.

Kemudian bersama dengan Sudono Salim (Liem Soe Liong), Sudwikatmono,  Budi Brasali, dan Ibrahim Risjad, Ciputra mendirikan Metropolitas Group. Di group tersebut, dirinya ditunjuk sebagai presiden komisaris. Akhirnya Ciputra mendirikan grup perusahaan keluarga, Ciputra Group.

Kesuksesan yang digapai pemilik nama lahir Tjie Tjin Hoan bukan tanpa jatuh bangun. Seperti peribahasa, semakin tinggi pohoh maka akan semakin kencang angina yang menerpa. Dalam membangun bisnis ternyata, juga pernah mengalami kesulitan bisnis. Tepatnya, pada 1997 saat Indonesia mengalami krisis ekonomi, Pak Cip, sapaan akrabnya, merasakan dampaknya.

Baca juga : Siapa Dua Pimpinan Eksekutif RedDoorz yang Baru? Ini Dia Sosoknya

Tiga perusahaan yang dipimpin Ciputra, yaitu Jaya Group, Metropolitan Group, dan Ciputra Group, turut terkena imbas. Bank Ciputra yang dibangunnya terpaksa ditutup pemerintah karena dianggap tidak layak. Kemudian Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintisnya pun ditutup menjelang krisis ekonomi.

Bisnis dan perusahaan Ciputra kembali bangkit setelah adanya kebijakan moneter pemerintah. Dengan adanya kebijakan moneter dari pemerintah dan diskon bunga dari beberapa bank, Ciputra mendapat kesempatan untuk merestrukturisasi utang-utangnya. Akhirnya ketiga group tersebut dapat bangkit kembali dan kini Group Ciputra telah mampu melakukan ekspansi usaha di dalam dan ke luar negeri.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 27, 2019, 3:35 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.