Gubernur BI: Ekonomi Syariah Sebagai Arus Baru Menuju Indonesia Maju

Gubernur BI: Ekonomi Syariah Sebagai Arus Baru Menuju Indonesia Maju

Ekonomi syariah yang berkembang di Indonesia saat ini punya potensi yang sangat besar. Salah satu indikatornya terlihat dari market share pasar modal syariah di Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 31 Mei 2019, pasar modal syariah baru mencapai 15 persen dari pasar modal nasional.

Selain data Pasar Modal Syariah BEI, laporan Islamic Finance Development Indicator tahun 2018, Indonesia berada di urutan 10 dari 131 negara dengan pasar keuangan terbesar. Ini menunjukkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sangat pesat.

Baca juga : OJK: Perlu Ada Terobosan Mendorong Pertumbuhan Keuangan Syariah

Pemerintah punya komitmen besar menjadikan ekonomi syariah sebagai arus baru ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEI) 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan (13/11/2019).

Sistem ekonomi syariah dinyakini merupakan aspek ekonomi yang bisa menjadi solusi dalam menjalankan kegiatan ekonomi dan keuangan dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang sejahtera. “Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia ini akan semakin memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” katanya.

Senada dengan Wakil Presiden, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, untuk merujudkan ekonomi syariah sebagai arus baru ekonomi, semua pihak dapat bersinergi dalam mengembangkan pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, penguatan riset dan edukasi syariah.


Beberapa inisiatif yang telah diimplementasikan Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi syariah antara lain pengembangan ekosistem rantai nilai halal (halal value chain), penguatan kemandirian ekonomi pesantren, pemanfaatan zakat dan wakaf yang dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan dan optimalisasi pembayarannya melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS), serta penyusunan kurikulum keuangan syariah dan kampanye halal lifestyle.

“Indonesia berpeluang untuk mengambil posisi sebagai strategic reference dari analisis ekonomi dan arah kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah global dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai sebagai pusat rujukan ekonomi dan keuangan syariah global," ujarnya.

Baca juga : Pasar Modal Syariah BEI: Potensi Wakaf Saham di Indonesia Sangat Besar

Sementara itu, Kelapa Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh mengatakan, data Pasar Modal Syariah Global tahun 2017 menunjukkan, market share Indonesia baru sekitar 6 persen, di bawah negara tetangga Malaysia yang mencapai 37 persen. Namun, market share pasar modal syariah di Indonesia mempunyai ruang tumbuh yang sangat besar.

Hal itu didasarkan pada data World Bank 2017 yang menilai Indonesia memiliki potensi pasar modal syariah terbesar di dunia. Potensi itu dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 264 juta jiwa dan itu merupakan aset utama dalam pengembangan pasar modal syariah.

“kemudian, 86 persen penduduknya adalah muslim dan 68 persen adalah kelompok usia produktif. Jadi bisa kita dibayangkan mengembangkan sebuah bisnis wakaf saham di 87 persen muslim yang 68 persennya itu kelompok produktif. Ini potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi syariah,” ucap anggota anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) ini.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 15, 2019, 4:03 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.