Pasar Modal Syariah BEI: Potensi Wakaf Saham di Indonesia Sangat Besar

Pasar Modal Syariah BEI: Potensi Wakaf Saham di Indonesia Sangat Besar

Pertumbuhan produk dan infrastruktur pasar modal syariah yang positif mendorong semakin meningkatnya kepercayaan investor terhadap industri pasar modal syariah.  Hal ini salah satunya terlihat dari pertambahan investor yang melakukan transaksi instrumen pasar modal syariah setiap tahunnya. 

Indonesia punya potensi yang sangat besar dalam pengembangan instrumen pasar modal syariah. Salah satu instrumen yang punya potensi besar adalah wakaf saham. Hal itu disampaikan Kepala Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia Irwan Abdalloh diskusi bertajuk Sustainable Finance di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta (13/11/2019).

Baca juga : Apa itu Wakaf Saham? Begini Skema dan Penjelasannya

Data World Bank menyebutkan, Indonesia punya potensi pasar modal syariah terbesar di dunia. Potensi itu bisa dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 264 juta jiwa. Jumlah ini dinilai lebih besar dari jumlah penduduk di delapan negara yang memiliki aset keuangan syariah terbesar di dunia seperti Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Makkah.

Potensi lainnya adalah 87 persen penduduknya adalah muslim dan 68 persennya adalah kelompok produktif. “Kenapa menjadi isu kalau investasi? Kalau berbicara bisnis siapa pun bisa, tetapi ketika bicara wakaf, itu adalah area muslim. Maka kalau kita bicara potensi wakaf, maka kita bicara muslim. Ini data, ini fakta, dan isinya potensi,” ungkap Irwan.


Ada data lain yang menyebutkan, sumbangan pasar modal syariah masih terbilang kecil dari pasar modal Indonesia secara keseluruhan. Saat ini, porsinya baru sekitar 15 persen  dari pasar modal Indonesia. Sementara secara entitas saham ada sekitar 400an atau 60 persen saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah saham syariah.

“Jadi bisa dibayangkan kita mengembangkan sebuah bisnis wakaf saham di 87 persen muslim, yang 68 persennya itu kelompok produktif. Nah, karena data inilah kami mengembangkan wakaf saham sehingga siapa pun bisa berwakaf walau dengan 1 lot saham,” ucap anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) ini.

Baca juga : Mengenal Gerakan Investasi Sambil Beramal dari IndoSterling Aset Manajemen

Alasan lainnya adalah wakaf saham ini merupakan upaya untuk melengkapi filantropi pasar modal syariah yang ada di Indonesia. Sebelumnya, pasar modal syariah sudah memiliki instrumen pasar modal seperti zakat saham, infak dan sedekah saham. Dengan filantropi tersebut, diharapkan bisa menjadi bisnis yang menyentuh anak muda.

“Karena masih banyak anak muda jika bicara wakaf yang ada dibayangan mereka harus aset seperti tanah. Padahal sekarang ini bisa dilakukan dengan menggunakan instrumen saham dan itu bisa dilakukan kapan saja,” tutur Irwan.

Kepala Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia ini juga mengingatkan, setiap orang yang ingin menjadi investor syariah harus memiliki alasan dan tujuan. Dengan memiliki alasan dan tujuan yang jelas menjadi investor syariah, maka tidak akan goyah bila ada godaan dari investasi di luar syariah. Salah satu godaan terbesar adalah menghindari transaksi yang bersifat keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain atau gharar.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 14, 2019, 5:24 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.