Apa itu Wakaf Saham? Begini Skema dan Penjelasannya

Apa itu Wakaf Saham? Begini Skema dan Penjelasannya

Produk investasi berbasis syariah terus dikembangkan sebagai alternatif bagi masayarakat yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah. Saat ini sudah cukup banyak instrumen investasi syariah, mulai dari saham syariah, reksa dana syariah, hingga sukuk tabungan.

Namun, masih banyak orang yang belum tahu, masih ada lagi instrumen investasi syariah di pasar modal syariah. Instrumen itu namanya wakaf saham. Bagaimana saham bisa diwakafkan? Dalam pasar modal, saham adalah salah satu jenis objek wakaf aset tidak bergerak yang diakui di Indonesia.

Baca juga : Apa itu Investasi Syariah?

Kepala Pasar Modal Syariah PT Bursa Efek Indonesia Irwan Abdalloh menjelaskan, semua bentuk investasi bisa diwakafkan. Dalam wakaf saham, objek yang diwakafkan adalah saham syariah atau keuntungan investasinya. Saham yang dimaksud adalah saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Siapa Investor Wakaf Saham?

Irwan menngatakan setiap orang bisa menjadi investor wakaf syariah? “Semua orang bisa menjadi investor dalam wakaf saham ini. Syaratnya, orang tersebut harus menjadi investor syariah terlebih dahulu. Kenapa? Karena dengan menjadi investor syariah, maka orang tersebut akan mempunyai objek yang akan diwakafkan,” katanya dalam diskusi bertajuk Sustainable Finance di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta (13/11/2019).


Pengembangan wakaf saham di Indonesia ini berbeda model wakaf saham yang berkembang di dunia saat ini. Irwan mengambil contoh negara tetangga yang sudah memiliki wakaf saham. Namun, model investornya adalah perusahaan-perusahaan.

Sebagai pemilik perusahaan yang ingin berwakaf, maka sebagian dari sahamnya diwakafkan ke nadzir (pengelola wakaf). Saham yang diwakafkan itu nantinya akan menerima bonus atau deviden dari perusahaan tersebut. Bonus dan deviden inilah yang disalurkan manfaatnya.

Metode wakaf saham yang ada di Indonesia ini berbeda, di mana setiap orang atau investor saham bisa mewakafkan sahamnya. Bahkan pengembangan wakaf saham ini diklaim sebagai yang pertama di dunia karena bisa melibatkan semua orang bukan hanya perusahaan saja.

Skema Model Wakaf Saham

Bagaimana skema wakaf saham dijalankan? Irwan kembali menegaskan, setiap orang bisa menjadi investor wakaf saham. Investor kemudian sebut sebagai wakif yang akan mewakafkan sahamnya. Untuk bisa wakaf, harus ada akta ikrar atau penyataan yang akadnya adalah wakalah dan dikeluarkan oleh nadzir.

“Tetapi di pasar saham Indonesia itu, sahamnya harus berpindah melalui anggota bursa, melalui perusahaan efek, melalui broker saham, maka investor yang ingin mewakafkan sahamnya harus memiliki akun di perusahaan efek dan nadzir yang mau mengelolanya harus punya akun juga di perusahaan efek,” terang anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) ini.

Baca juga : Ini 6 Pilihan Produk Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan

Broker ini fungsinya sebagai pihak yang mewakili nadzir untuk menerima wakaf saham dan mewakili investor untuk menyerahkan wakaf saham tersebut. Jadi, transaksinya sebenarnya transaksinya adalah investor ketemu nadzir. Namun, karena ada regulasi tidak bisa langsung ketemu, maka harus melewati wakil, yaitu broker. Setelah ketemu, nanti nadzir yang akan mengelola saham tersebut.

Jika wakaf saham yang dikelola nadzir sudah besar, maka nadzir harus membentuk bagian pengelola investasi dan harus memenuhi persyaratan-persyaratan khusus. Hasil dari pengelolaan itulah yang akan disalurkan ke penerima manfaat. “Jadi asetnya tidak hilang, tetap bentuknya saham yang disalurkan adalah capital gain dan deviden-nya. Jadi asetnya tetap berkembang,” ungkap Irwan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 14, 2019, 4:04 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.