BNI Syariah Gandeng Ammana Permudah Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

BNI Syariah Gandeng Ammana Permudah Pembiayaan Usaha Mikro dan Kecil

Usaha kecil dan mikro punya peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sudah terbukri mampu bertahan dan mampu meningkatkan perekonomian di saat ekonomi negara bergerak lambat.

Oleh karena itu, untuk membantu memberdayakan UMKM, BNI Syariah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan PT Ammana Fintek Syariah. Kerja sama ini terkait dengan pemanfaatan produk, jasa dan layanan perbankan syariah untuk usaha mikro dan kecil.

Pada kesempatan itu, SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi menjelaskan, dengan kerja sama ini, BNI Syariah memiliki peran sebagai pemberi dana dalam hal pembiayaan dan melakukan analisa, verifikasi serta filter atau scoring awal terhadap mitra yang akan dibiayai berdasarkan rekomendasi Ammana Fintek.

Baca juga : Kerja sama dengan Instansi, BNI Syariah Bidik Peningkatan Dana Pihak Ketiga

Ammana Fintek menjamin pengelolaan atau maintain account, monitoring dan collection terhadap pembiayaan yang disalurkan dan mendapatkan pendapatan fee atau ujroh. Hal itu sejalan dengan semangat BNI Syariah untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah dengan prinsip syariah.

“Kerja sama ini diharapkan bisa membuka peluang bisnis dengan fintech, lembaga keuangan syariah, Baitul Maal Wattamwil (BMT), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan koperasi syariah untuk penyaluran pembiayaan usaha mikro dan kecil. Selain itu diharapkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah bisa berkembang, meningkatkan bisnis dan bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah,” kata Iwan.

Direktur Utama PT Ammana Fintek Syariah Lutfi Adhiansyah mengatakan, saat ini aplikasi Ammana Fintech sudah diunduh lebih dari 10 ribu pengguna di Playstore. Ammana Fintek juga merupakan perusahaan finansial teknologi (fintech) syariah pertama di Indonesia yang melakukan kegiatan pendanaan kepada UMKM dengan prinsip syariah atau peer to peer lending syariah. 

Baca juga : Smart Finance dan Perbankan Siap Salurkan Kredit Modal Kerja

Sebelumnya, BNI Syariah sudah pernah mengadakan kerja sama dengan Ammana Fintek, yaitu dalam hal aspek know your customer (KYC), fasilitas esscrow account, virtual account, pemanfaatan rekening dana lender (RDL) melalui BNI Syariah, dan mengenai kolaborasi Forum Wakaf Produktif (FWP).

Sampai September 2019, realisasi pembiayaan mikro BNI Syariah sebesar Rp1,61 triliun naik 19,42 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dibanding periode sama 2018 sebesar Rp1,35 triliun. Mayoritas penyaluran pembiayaan mikro ini adalah ke usaha pertanian, peternakan dan usaha kecil lainnya.


Fokus Pengembangan UMKM

Pemerintah secara khusus meminta perbankan dan bankir untuk membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bahkan menjadi dua catatan penting Presiden Joko Widodo saat membuka Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019

Catatan pertama yang disampaikan Jokowi, yaitu meminta pihak perbankan dan bankir untuk fokus membantu pengembangan UMKM. Selama ini perbankan lebih fokus memberikan pembiayaan kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki modal besar. Sektor UMKM seakan menjadi industri yang dianaktirikan.

“Saya tahu. Sekali lagi jangan hanya membiayai yang besar-besar-besar saja. Perbankan harus mendorong kredit usaha kecil agar tidak terjadi gap yang besar. Jangan hanya BRI saja yang mengurus pembiayaan untuk UMKM dan usaha yang kecil-kecil,” ucap Presiden Jokowi.

Baca juga : Ini 4 Catatan Presiden Jokowi untuk Para Bankir di Indonesia

Kedua adalah menurunan suku bunga kredit. Dalam setahun ini setidaknya Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga sebanyak empat kali. Namun sayangnya, penurunan suku bunga itu tidak disertai dengan turunnya suku bunga kredit perbankan. Per Oktober 2019, Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunganya menjadi 5 persen.

Suku bunga kredit yang sangat dibutuhkan para pelaku usaha UMKM untuk melakukan ekspansi bisnis. Saat ini suku bunga kredit di Indonesia masih berkisar antara 10-11 persen dan ini masih terbilang tinggi dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand yang hanya 7 persen.

“Saya mengajak untuk memikirkan serius tentang penurunan suku bunga kredit ini. Negara lain saja sudah turun. BI rate kita juga sudah turun, sekarang sudah 5 persen, tapi banknya belum. Jadi ini benar saya tunggu,” papar Presiden Jokowi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 11, 2019, 10:05 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.