Virtual Payment, Tren Pembayaran di Era Digital

Virtual Payment, Tren Pembayaran di Era Digital

Tren metode pembayaran terus berkembang seiring laju kemajuan teknologi, khususnya digital. Tren ini juga muncul karena banyak didorong oleh beragam platform transaksi mulai dari e-commerce, marketplace, dan toko online. Mereka berlomba menghadirkan metode pembayaran alternatif yang memudahkan pelanggannya.

Namun, kemajuan teknolog digital, munculnya beragam bentuk pasar transaksi, dan metode pembayaran tersebut, ternyata metode transfer rekening bank masih menjadi pilihan utama bagi banyak orang untuk melakukan transaksi.

Baca juga : Mengenal QRIS, QR Code Indonesia yang Akan Berlaku 1 Januari 2020

Memang, tren pembayaran yang ada saat ini sedikit banyaknya mempengaruhi dunia bisnis. Salah satu metode pembayaran yang sedang tren saat ini adalah cara pembayaran virtual. Cara ini dianggap jauh lebih praktis dan tidak membutuhkan banyak biaya. Pembayaran virtual alias virtual payment merupakan salah satu dampak dari adanya digitalisasi pada berbagai hal.

Metode virtual payment yang berkembang saat ini sejalan dengan program dari pemerintah yang mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) sejak 2014. Gerakan ini merupakan bagian dari digitalisasi di bidang keuangan dan berupaya meningkatkan inklusi keuangan sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih aman dan terkontrol. Hal ini juga akan membuat proses pembayaran menjadi lebih efisien.

Manfaat Virtual Payment

Dibandingkan dengan penggunaan uang tunai, virtual payment justru lebih menghemat biaya. Sebagai contoh pada perusahaan-perusahaan dan penyedia jasa travel yang sudah beralih ke metode virtual payment. Mereka sudah tidak perlu lagi mengenakan biaya tambahkan karena adanya perbedaan mata uang. Para supplier juga bisa mendapatkan pembayaran dengan mata uang yang sama dengan yang mereka gunakan.


Selain itu, metode pembayaran virtual payment juga memiliki sistem otomatis untuk mencocokkan data. Artinya, baik pengusaha dan konsumen bisa sama-sama menghemat waktu dan melihat laporan transaksi secara real time. Oleh karena itu, virtual payment lebih terkontrol dan minim resiko. Apabila spesifikasi data virtual payment tidak sesuai, maka transaksi tidak akan bisa diproses. Berbeda dari sistem pembayaran konvensional yang resiko keamanannya tidak terjamin.

Di samping praktis dan aman, virtual payment juga dianggap cocok untuk para pelaku usaha yang bertransaksi jarak jauh dengan konsumennya. Saat ini, proses jual beli memang tidak selalu dilakukan secara tatap muka. Ada berbagai jenis usaha yang justru lebih sering dibeli secara online. Nah, metode virtual payment menjadi metode transaksi yang diperlukan oleh para pebisnis jarak jauh.

Baca juga : Sinergi Fintech dan Perbankan untuk Masa Depan Industri Finansial

Lantas, bagaimana cara mendapatkan virtual payment dan kapan waktu yang tepat? Jawabannya adalah bisa sesegera mungkin. Saat ini banyak startup payment gateway yang sudah menyediakan fasilitas pembayaran virtual. Cashlez, Doku, Midtrans, Sprint dan Fastpay adalah beberapa startup yang sudah menerapkan virtual payment.

Sebenarnya dalam setiap transaksi, biaya virtual akan dibebankan berdasarkan transaksi yang dilakukan. Besar biaya beragam, tergantung dari masing-masing payment gateway. Namun, saat ini sudah banyak payment gateway yang menggratiskan biaya inisiasi tersebut. Penggunaan virtual account untuk mempermudah proses transaksi memang sangat menolong, terutama bagi penjual online yang harus menghadapi ratusan bahkan ribuan transaksi setiap harinya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 8, 2019, 4:02 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.