Mengenal Sukuk Tabungan Seri ST006, Instrumen Pembiayaan Ramah Lingkungan

Mengenal Sukuk Tabungan Seri ST006, Instrumen Pembiayaan Ramah Lingkungan

Sejalan dengan maraknya gerakan peduli lingkungan, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) jenis Sukuk Tabungan seri ST006 yang mengusung tema lingkungan (green sukuk) dan ditawarkan kepada investor individu (ritel). Penerbitan green sukuk ritel ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menurunkan gas emisi karbon 2030 sebesar 29 persen.

Apa itu Sukuk Tabungan Seri ST006?

Bagi investor yang pernah melakukan pembelian SBN dan SBSN seperti Savings Bond Retail (SBR) atau Sukuk Tabungan, tentu akan paham mengenai produk ini secara garis besar. Namun, ada perbedaan mendasar dari Sukuk Tabungan seri ST006 ini. Apa ciri dari green sukuk ritel? Yuk, simak beberapa poin penting berikut ini.

1. Green Sukuk Ritel Online Pertama di Dunia

Green sukuk ritel akan menjadi instrumen investasi hijau pertama yang ditawarkan kepada investor individu di pasar domestik. Dinamakan green karena hasil penerbitan instrumen investasi dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek lingkungan dalam upaya penurunan emisi karbon di Tanah Air guna perbaikan ketahanan iklim.

Tidak hanya berdampak pada penurunan emisi karbon, tetapi green sukuk ritel juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya dalam mencapai lima tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals atau SDGs) di Indonesia.

Baca juga : Mau Berinvestasi? Ini Lima Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

Lima tujuan itu meliputi akses terhadap energi yang terjangkau dan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif serta pekerjaan yang layak, industri, inovasi, dan infrastruktur, masyarakat dan kota yang berkelanjutan, serta aksi dalam mengatasi perubahan iklim.

2. Mengatasi Kejenuhan Investor

Penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pada tahun 2019 sebanyak sembilan kali disinyalir menimbulkan kejenuhan bagi investor. Sehingga diperlukan suatu inovasi yang bisa meningkatkan minat investasi dari investor dengan menawarkan green sukuk ritel yang memiliki nilai tambah karena seluruh dana hasil penerbitannya akan dialokasikan untuk mendanai proyek ramah lingkungan senilai maksimum Rp4,35 triliun.


3. Instrumen Pembiayaan Andalan

Saat ini, baik pemerintah maupun swasta secara aktif menyuarakan isu peduli lingkungan. Mulai dari instruksi Menteri Keuangan untuk mengurangi penggunaan plastik saat rapat, Gerakan Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan program ‘Beli yang Baik’” oleh WWF Indonesia, juga gerakan ‘Recycle more, Waste less’ dari Bank DBS Indonesia untuk mendukung Indonesia Bersih Sampah 2025.

Green sukuk ritel yang diterbitkan sebelumnya baru berhasil menjangkau 29 persen green investor. Hal ini menunjukkan masih besarnya potensi investor reguler (non-green) untuk menempatkan dananya pada penerbitan green sukuk kali ini.

4. Investasi Syariah

Green sukuk ritel adalah kombinasi islamic finance dan green format. Kombinasi ini sekaligus memperkenalkan lebih dalam lagi kepada publik akan pembiayaan syariah sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli lingkungan. Green sukuk sendiri memiliki dua manfaat utama, yaitu menarik investor yang berminat pada investasi syariah dan menggaet investor yang tertarik terhadap pembiayaan proyek ramah lingkungan.

ST006 ini ditawarkan mulai 1 hingga 21 November 2019 dengan bentuk dan karakteristik tanpa warkat, tidak dapat diperdagangkan, tidak dapat dialihkan dan tidak dapat dicairkan sampai jatuh tempo kecuali pada periode early redemption.

Para investor yang tertarik dapat melakukan pembelian dengan minimum nilai nominal pemesanan mulai Rp1.000.000 dan maksimum nilai nominal pemesanan Rp3 miliar dengan minimal imbal hasil 6,75 persen per tahun yang cair setiap bulan.

Mitra Distribusi Sukuk Tabungan Seri ST006

Untuk dapat membeli Sukuk Tabungan Seri ST006 ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan kemudahan. Banyak saluran pembelian yang bisa digunakan antara lain Kemenkeu dan Mitra Distribusi (Midis). Salah satunya mitra distribusi Sukuk Tabungan Seri ST006 adalah digibank by DBS.

Midis digibank by DBS memberi kemudahan dalam cara pembelian, di mana semua prosesnya 100 persen digital mulai dari awal hingga akhir untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi dalam pembiayaan proyek ramah lingkungan.

Baca juga : digibank by DBS Layani Pembelian Investasi ORI016 dengan 100 Persen Digital

Menurut Leonardo Koesmanto, Managing Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia, partisipasi digibank by DBS sebagai salah satu mitra distribusi green sukuk ritel sejalan dengan gerakan Recycle more, Waste less yang digalakkan oleh induk brand Bank DBS Indonesia untuk secara aktif memulai gaya hidup peduli lingkungan, salah satunya melalui berinvestasi.

“Sebagai institusi perbankan, digibank by DBS ingin terus mendorong lebih banyak penerbitan instrumen pembiayaan baru yang kreatif dan inovatif yang dapat memberikan nilai tambah baik bagi negara maupun investor seperti green sukuk ritel yang menjadi instrumen pembiayaan andalan proyek ramah lingkungan,” ucap Leonardo Koesmanto.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 1, 2019, 4:34 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.