20 Tahun Lalu, Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp100.000 Pertama

20 Tahun Lalu, Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp100.000 Pertama

Perjalanan peredaran uang di Indonesia punya sejarah yang panjang. Penerbitan uang kertas dengan berbagai nilai pecahan juga punya sejarahnya masing-masing. Begitu pula dengan uang kertas Rp100.000 yang menjadi pecahan uang terbesar di masyarakat.

Hari ini, 20 tahun yang lalu, tepatnya pada 1 November 1999, Bank Indonesia mencetak sejarah baru dalam peredaran uang di Indonesia. Pada tanggal itu, Bank Indonesia sebagai bank sentra mengeluarkan uang kertas pecahan senilai Rp100.000 untuk pertama kali.

Baca juga : Wajah Rupiah dari Gulden Hingga ORI

Penerbitan dan pengedaran uang kertas senilai Rp100.000 itu dikuatkan oleh Peraturan Bank Indonesia Nomor : 1/8/Pbi/1999 tentang Pengeluaran Dan Pengedaran Uang Rupiah Pecahan 100.000 (Seratus Ribu) Tahun Emisi 1999.

Sebenarnya uang dengan nilai yang sama pernah diterbitkan oleh Bank Indonesia pada era 1970-an. Namun kala itu, uang yang diedarkan bukan berupa kertas, melainkan berbentuk uang koin. Jadi, bisa dikatakan peredaran uang kertas Rp100.000 pertama kali diterbitkan pada 1 November 1999 sebagai alat penukaran.

Ciri Uang Kertas Rp100.000

Uang Rp100.000 pertama ini punya ciri yang berbeda dengan uang kertas yang telah diterbitkan sebelumnya oleh Bank Indonesia. Berikut ciri-ciri uang kertas pecahan Rp100.000 tersebut.

1. Gambar

Gambar pada uang kertas pecahan Rp100.000 ini terdiri dari dua bagian. Pada bagian muka, gambar utama terdiri daru dua tokoh proklamasi yang di bawahnya tertulis nama “Dr. Ir. Soekarno” dan “Dr. H. Mohammad Hatta”. Di antara gambar dua Pahlawan Proklamator tersebut terdapat tulisan “Teks Proklamasi Republik Indonesia” dengan latar belakang ragam hias yang menyerupai bunga.

Terdapat pula latent image berupa logo Bank Indonesia dalam bidang berbentuk oval terdapat di pojok kiri bawah atau di pundak kanan gambar Dr. Ir. Soekarno. Pada pojok kanan atas terdapat gambar Lambang Negara Garuda Pancasila yang dicetak di atas bidang lingkaran emas metalik.

Pada bagian belakang uang Rp100.000 terdapat gambar utama berupa gambar gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Di sebelah atas gambar utama terdapat tulisan “BANK INDONESIA” dengan garis bawah berupa tulisan mikro “100000” berulang-ulang tanpa spasi.

Baca juga : Sejarah Rupiah dari Kelahiran Bank Indonesia Sampai Era Jokowi

Di bawah nomor seri sebelah kanan atas terdapat angka “100000” dalam bidang segi empat yang akan terlihat berwarna hijau kekuning-kuningan di bawah sinar ultraviolet, dan logo Bank Indonesia dengan latar belakang garis-garis melengkung berbentuk setengah lingkaran.

Pada sebelah bawah gambar utama terdapat tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BANK INDONESIA MENGELUARKAN UANG SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI SERATUS RIBU RUPIAH”. Nomor seri berwarna hitam yang terdiri dari tiga huruf dan enam angka terletak di pojok kiri bawah dan di sebelah kanan atas tepat di bawah angka nominal “100000”;


2. Warna

Uang kertas pecahan Rp100.000 tahun emisi 1999 memiliki kombinasi warna berbeda-beda. Pada Pagian muka dan bagian belakang uang dicetak dengan warna kuning, oranye, hijau, merah, biru dan coklat.

3. Bahan

Uang kertas Rp100.000 ini dicetak dengan menggunakan jenis bahan polymer substrate (plastik) berukuran 151 mm x 65 mm. Bahan plastik ini memiliki shadow image berupa gambar Lambang Negara Garuda Pancasila, benang pengaman terpotong oleh shadow image berbentuk melengkung yang memuat tulisan “BANK INDONESIA 100000” berselang-seling terbalik yang dapat dibaca dari bagian muka dan bagian belakang.

Baca juga : Peringati Hari Keuangan Nasional, Ini 4 Pahlawan dalam Sejarah Uang di Indonesia

Selain itu, pada bidang lingkaran warna emas metalik terletak di pojok kanan atas, plastik transparan berwarna merah (color window) menyerupai bunga yang di dalamnya terdapat emboss logo Bank Indonesia yang terasa kasar bila diraba. Di bawahnya terdapat dua buah plastik transparan (clear windows) menyerupai daun yang di dalamnya masing-masing terdapat gambar padi dan kapas.

Uang Rp100.000 Tidak Berlaku

Setelah 20 tahun beredar, uang pecahan Rp100.000 tahun emisi 1999 dinyatakan tidak berlaku mulai 1 Januari 2019. Hal itu tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (BI) Nomor 10/33/PBI/2008 tentang Pencabutan dan Penarikan dari Peredaran Uang Kertas.

Uang kertas Rp100.000 tahun emisi 1999 bukan satu-satu yang disebut dalam Peraturan Bank Indonesia tersebut. Ada uang pecahan lain yang tercantum dalam peraturan itu antara lain uang Rp10.000 tahun emisi 1998, Rp20.000 tahun emisi 1998, dan Rp50.000 tahun emisi 1999.

Pengumuman penarikan uang kertas itu sudah diumumkan sejak peraturan tersebut dikeluarkan. Pemerintah melalui Bank Indonesia juga memberikan batas waktu penukaran terhitung sejak 31 Desember 2008 hingga 30 Desember 2018 dengan dua tahap.

Baca juga : Diperingati Setiap 31 Oktober, Ini Kisah di Balik Hari Tabungan Sedunia

Tahap pertama periode 31 Desember 2008 hingga 30 Desember 2013, penukaran uang kertas tersebut bisa dilakukan di Bank Indonesia atau bank umum lainnya. Tahap kedua, periode 31 Desember 2013 sampai dengan tanggal 30 Desember 2018, penukaran dilakukan hanya di Bank Indonesia.

Bank Indonesia juga menutup hak penukaran terhadap uang kertas yang dicabut dan ditarik dari peredaran tersebut di atas, tidak berlaku lagi setelah 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal pencabutan atau tanggal 31 Desember 2018.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Nov. 1, 2019, 3:10 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.