Susunan Kabinet Baru Jokowi Disambut Penguatan Rupiah dan Indeks Saham

Susunan Kabinet Baru Jokowi Disambut Penguatan Rupiah dan Indeks Saham

Susunan Kabinet Indonesia Maju Jilid II Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat sambutan positif dari kalangan investor. Pengumuman susunan kabinet yang baru menjadi salah satu pergerakan positif dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan penguatan nilai rupiah terhadap dolar pada 24 Oktober 2019.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi pagi hari pukul 10.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat menguat sebesar 0,78 persen atau naik ke level 6.306,70 dibandingkan penutupan perdagangan kemarin sore.

Mengutip tempo.co dari RTI, pergerakan selama sesi pagi IHSG mengalami penguatan dalam rentang antara 6.270 sampai 6.309. Ada 481 emiten yang tercatat dalam pembukaan perdagangan sesi pagi. Sebanyak 208 emiten mengalami penguatan, 135 emiten tidak berubah pergerakannya, dan 138 saham emiten melemah.

Baca juga : Bagaimana Peluang Investasi Saham di 2019?

Dengan penguatan itu, kapitalisasi pasar di bursa efek menyentuh angka Rp7.275,74 triliun. Dalam pedagangan pagi ini juga terlihat adanya aksi nett buy atau aksi beli bersih dari investor asing sebesar Rp15,35 miliar. Aksi nett buy paling banyak terjadi pada pasar regular dengai nilai mencapai Rp279,19 miliar.

Selain penguatan IHSG, pengumuman susunan kabinet baru Presiden Jokowi yang baru ini juga mendapat respon positif terhadap nilai tukar mata uang. Tercatat, nilai tukar rupiah terhadap dolar mengalami penguatan sebesar 0,11 persen menjadi Rp14.014 per dolar AS.


Data Penghambat Investasi

Dikutip dari Antara, dalam Sidang Paripurna perdana Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta (24/10/2019), Presiden Joko Widodo meminta kementerian terkait untuk mendata hal-hal apa saja yang menghambat laju investasi. Bukan hanya ditingkat pelaksanaan, tetapi juga regulasi penghambat investasi.

Jokowi memberi batas waktu sebulan bagi kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk mengumpulkan regulasi yang menghambat investasi. "Tolong dilihat di setiap kementerian apa yang menghambat pelayanan terhadap masyarakat, menghambat investasi dunia usaha, segera kumpulkan dalam waktu sebulan ini,” katanya.

Baca juga : Mau Berinvestasi? Ini Lima Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

Untuk itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggarisbawahi banyaknya regulasi yang ada di negara ini, termasuk peraturan daerah seperti Perda, Pergub, dan Perbup yang saling tumpang tindih dengan peraturan di atasnya.

Selain itu, Presiden Jokowi hasil pendataan regulasi penghambat investasi itu akan kembali dirapatkan dalam dua minggu ke depan. Dirinya ingin data yang didapat itu bisa langsung dicari pemecahannya sehingga kabinet yang baru ini bisa bekerja lebih cepat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 24, 2019, 4:22 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.