Wajah Rupiah dari Gulden Hingga ORI

Wajah Rupiah dari Gulden Hingga ORI

Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bagaimana nama mata uang Rupiah itu ada? Padahal, sebelum Rupiah dinyatakan sebagai mata uang kebangsaan, Indonesia pernah menerbitkan uang pertama pada 3 Oktober 1946 yang dikenal dengan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Sejak penerbitan uang pertama itu, Pemerintah Indonesia menghapus penggunaan mata uang Gulden Hindia Belanda (NICA) dan mata uang Rupiah Hindia Belanda terbitan Jepang yang berlaku sebelum kemerdekaan. Selain itu, semua uang terbitan Jepang atau NICA harus ditukarkan dengan ORI hingga tanggal 30 Oktober 1946.

Baca juga : Kilas Balik Sejarah 21 Tahun Berdirinya Bank Mandiri

Pemerintah Indonesia membuat standar penukaran mata uang. Standar tukar uang ORI ditetapkan dengan patokan 50 Rupiah Hindia Belanda sama dengan 1 ORI. Selain itu, pemerintah juga menyandingkan ORI dengan emas, di mana 1 ORI setara dengan 0,5 gram emas.

Sejak tanggal 30 Oktober 1946 seluruh mata uang Belanda dan Jepang otomatis tidak berlaku. Hal itu seiring ditetapkan ORI sebagai mata uang resmi pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 1946 tentang Pengeluaran Uang Republik Indonesia. Sejak saat itu, setiap tanggal 30 Oktober kemudian diperingati sebagai Hari Keuangan atau Hari Oeang.

Cetakan Seri ORI

Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama kali dicetak oleh Percetakan Canisius yang berada di Yogyakarta. Desain awalnya pun sangat sederhana hanya menggunakan pengaman serat halus. Selama empat tahun sejak 1945-1949, ORI sedikitnya sudah dicetak sebanyak lima kali. Cetakan seri I pada 17 Oktober 1945, seri II pada 1 Januari 1947, seri III dikeluarkan pada 26 Juli 1947, seri IV ditandatangai pada 23 Agustus 1948, dan ORI seri baru pada 17 Agustus 1949.

1. ORI seri I

ORI seri I dicetak dua bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Oktober 1945. Namun, cetakan seri pertama ini belum sepenuhnya beredar dan pada 10 Oktober 1946, barulah IRO mulai dieradrkan untuk pertama kali di Pulau Jawa. Pada seri I ORI terdiri dari uang kertas dengan delapan nilai pecahan, yaitu 1 Sen (warna hijau), 5 Sen (warna coklat), 10 Sen (warna coklat), 1/2 Rupiah (warna hijau), 1 Rupiah (warna hijau), 5 Rupiah (warna abu-abu), 10 Rupiah (warna biru), dan 100 Rupiah (warna biru).