Komitmen OVO untuk Pertumbuhan Inklusi Keuangan Indonesia

Komitmen OVO untuk Pertumbuhan Inklusi Keuangan Indonesia

OVO kembali menegaskan akan mendorong pertumbuhan pertumbuhan inklusi keuangan yang merata di Indonesia. Hal itu diungkapkan President Director OVO Karaniya Dharmasaputra dalam perayaan kedua OVO bertajuk OVOnation “The Incredible Power of An Open Ecosystem” di Plaza Barat Senayan, Jakarta (13/10/2019).

Karaniya menjelaskan, OVO telah menjadi lebih dari sekedar platform pembayaran digital terdepan dan terpercaya. Dalam dua tahun hadir di Indonesia, OVO terus bergerak menuju solusi layanan finansial terpadu bagi pengguna dan mendukung pemerintah dalam menjalankan Gerakan Nasional Non-Tunai.

OVO sebagai akselerator dalam perkembangan ekonomi digital dan mendorong percepatan akses serta inklusi keuangan yang merata. Kami siap melayani seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari perorangan, UMKM hingga institusi berskala nasional maupun regional,” katanya.

Baca juga : Ini Dia Sosok Presiden Baru OVO

Sesuai dengan tema di tahun keduanya ini ingin merefleksikan tujuan kami dalam melayani Indonesia lebih baik dan mempercepat inklusi keuangan. Platform pembayaran dan layanan finansial digital yang baru menjadi unicorn kelima di Indonesia ini akan terus berinovasi dalam memberikan kemudahan dan keamanan transaksi digital yang menguntungkan pengguna.

“OVO akan terus berinovasi dalam memberikan kemudahan dan keamanan transaksi digital yang menguntungkan pengguna. Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) pada merchant yang ada di acara hari ini adalah wujud komitmen kami dalam mengurangi penggunaan uang tunai,” ungkap Jason Thompson, Chief Executive Officer (CEO) OVO.


Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara memaparkan, potensi pasar Indonesia terbilang masih sangat besar. Salah satu faktor pendorongnya adalah jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar tersebut tentu tidak bisa kalau hanya dilayani oleh beberapa pelaku pembayaran digital yang ada saat ini.

“Tidak bisa kalau hanya dilayani segelintir pelaku pembayaran digital yang ada. Dengan menyandang status sebagai unicorn dengan valuasi lebih dari USD1 miliar, pembayaran digital diharapkan dapat terus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” tegas Rudiantara.

Baca juga : OVO Resmi Jadi Unicorn Kelima di Indonesia

Karaniya menambahkan, perjalanan selama dua tahun ini, OVO telah mengukir berbagai pencapaian dan berhasil memenangkan hati masyarakat. Saat ini, OVO tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia dan menjadi satu-satunya platform dengan pembayaran yang paling banyak diterima di toko-toko ritel offline, platform offline to online (O2O), dan e-commerce.

OVO juga telah hadir di 90 persen mal di Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka. Melalui aplikasi Grab, OVO juga menjadi solusi terbaik untuk menikmati layanan digital seperti transportasi dan pemesanan makanan. OVO juga tersedia dalam aplikasi Kudo dan 1,7 juta agennya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 15, 2019, 4:03 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.