Kolaborasi Lintas Generasi untuk Transformasi Perbankan

Kolaborasi Lintas Generasi untuk Transformasi Perbankan

Membangun perusahaan dengan banyak karyawan memang tidak mudah. Apalagi dengan karyawan yang terus berkembang, sangat penting untuk mengatasi perbedaan budaya dalam tim yang semakin tersebar secara global serta memaksimalkan manfaat tempat kerja multi-generasi.

Sebagai pemilik bisnis yang ingin meningkatkan kinerja tim maupun yang ingin meningkatkan kemampuan karyawannya sangat penting untuk memahami kinerja setiap grup sambil menjaga agar komunikasi terus mengalir.

Baca juga : digibank by DBS Layani Pembelian Investasi ORI016 dengan 100 Persen Digital

Dilansir dari laman resmi Microsoft, President Generational Insights Cam Marston memberi kunci untuk menciptakan tim lintas generasi yang tangguh dan aktif. Kunci itu adalah memahami preferensi tempat kerja masing-masing generasi dan mencari cara agar setiap kelompok selalu puas dan produktif dalam cara mereka bekerja.

“Kita harus menata kembali dunia perbankan seiring dengan perkembangan zaman atau perbankan akan musnah. Oleh karena itu, Bank DBS Indonesia secara aktif melakukan penyesuaian di berbagai sisi, tidak terkecuali sumber daya manusia,” kata Chief Executive Officer of DBS Bank Piyush Gupta dalam Konferensi Tech in Asia Jakarta di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta (9/10/2019).


Bank DBS Indonesia kerap berusaha menyeimbangkan junior dan senior talent untuk mencapai transformasi perbankan. Hal tersebut dapat dilihat dari komposisi talent dalam DBS Indonesia yang mencakup lintas generasi di mana generasi baby boomers sebanyak 1 persen, gen X sebanyak 31 persen, gen Y sebanyak 67 persen, dan gen Z sebanyak 1 persen.

Saat yang sama, Leonardo Koesmanto, Managing Director Head of Digital Banking PT Bank DBS Indonesia menjelaskan, baik junior dan senior talent sama-sama memiliki peluang untuk menduduki posisi strategis, di mana posisi senior associate ke bawah diisi oleh junior talent dan posisi assistant vice president (AVP) ke atas diisi oleh senior talent.

Baca juga : 3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen

“Saat ini, komposisi sumber daya manusia di DBS Indonesia didominasi oleh generasi milenial, di mana posisi-posisi strategis pun diduduki oleh generasi milenial, di antaranya sebanyak 49 persen menduduki posisi sebagai vice president (VP) dan sebanyak 18 persen generasi milenial yang bekerja di DBS Indonesia menduduki posisi sebagai assistant vice president (AVP),” terang Leonardo.

Tidak hanya itu, untuk menyelaraskan perbankan dengan generasi milenial, DBS Group mengadopsi startup culture yang diterapkan dalam bisnis perusahaan. Penerapan tersebut dapat dilihat dari open workspace yang memungkinkan talent untuk saling berinteraksi dengan bebas. Penerapan lainnya adalah budaya belajar yang kuat dan berkelanjutan melalui penyediaan classroom learning, online learning, experiential learning, gamified learning, dan social learning.


Leonardo menambahkan, pihaknya sangat paham bahwa generasi milenial menginginkan tempat kerja yang menyediakan beragam fasilitas yang dapat mendukung perkembangan diri mereka serta fleksibilitas yang tinggi dalam bekerja. Oleh karena itu, DBS Group menyediakan iFlex@DBS yang merupakan benefit untuk kesehatan, keluarga dan wellness, flexi working arrangement (FWA) yang memungkinkan karyawan bisa mengatur jam kerja yang fleksibel dan kebebasan bekerja dari mana saja.

“Ada juga iHealth yang merupakan program untuk menjaga kesehatan, iShares@DBS yang merupakan program untuk investasi dalam bentuk saham DBS dan parental leave yang memiliki rentang lebih panjang dari biasanya ditambah lagi dengan pengaturan pengambilannya yang fleksible bagi talent yang baru melahirkan,” tambah Leonardo.

Baca juga : 8 Cara Mengelola Keuangan dan Investasi ala Warren Buffett

Seiring dengan perkembangan teknologi, DBS Group juga memanfaatkan teknologi dalam proses perekrutan talent. Salah satunya menggunakan Jobs Intelligence Maestro (JIM) yang merupakan virtual recruitment AI-powered bot.

Dalam proses perekrutan, DBS Group juga menerapkan sistem hack2hire digunakan dalam proses perekrutan. Melalui sistem ini, DBS Group telah berhasil merekrut 500 digital marketer, system engineers, data scientists, dan full stack developers.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 10, 2019, 9:03 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.