Jual Beli Investasi Kian Mudah dengan Aplikasi WELMA BCA

Jual Beli Investasi Kian Mudah dengan Aplikasi WELMA BCA

BCA meluncurkan aplikasi wealth management atau WELMA dalam ajang Indonesia Knowledge Forum (IKF) VIII 2019 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.  WELMA merupakan aplikasi mobile dari BCA yang digunakan untuk pembelian produk investasi seperti reksa dana, obligasi dan edukasi asuransi. Melalui aplikasi WELMA, nasabah dapat membeli atau menjual produk investasinya, memantau portofolio investasi dan mencari informasi produk asuransi dengan mudah, aman, dan nyaman.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menjelaskan, BCA akan terus mendukung program pemerintah terutama untuk meningkatkan literasi keuangan dengan menggelar berbagai kegiatan edukasi seperti IKF ini. Selama dua hari mulai 8-9 Oktober 2019, ada 38 pembicara dari beragam industri dan tokoh sukses yang turut memberikan wawasan dan inspirasi dalam mengelola investasi dan usaha rintisan (startup) bagi kemajuan ekonomi Indonesia melalui transformasi digital.

“BCA juga mencermati pentingnya investasi bagi anak muda khususnya, maka kami tergerak untuk berinovasi dalam menciptakan aplikasi berbasis digital untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan investasi. Hal ini diwujud nyatakan dalam peluncuran aplikasi WELMA, aplikasi wealth management untuk berinvestasi,” kata Jahja.

Baca juga : Fitur BCA Keyboard, Kemudahan Transaksi Sambil Chatting

Aplikasi ini memiliki fungsi yang menarik bagi masyarakat, khususnya bagi generasi milenial untuk memulai berinvestasi. Nasabah BCA dapat membeli produk investasi reksa dana dan obligasi hanya dengan satu kali genggaman melalui aplikasi WELMA yang dapat diunduh di smartphone Android.

“Melalui aplikasi WELMA, BCA ingin menumbuhkembangkan semangat dan kemauan masyarakat untuk gemar berinvestasi. Cara investasi melalui aplikasi WELMA simpel dan praktis, sesuai dengan karakteristik masyarakat zaman now. Ayo mulai berinvestasi!” tambah Jahja. 


Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman menyatakan, saat ini BCA bukan hanya bisnis intermediasi, tetapi juga mulai menawarkan fitur atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. “Kami fokus pada kebutuhan nasabah, bukan cuma payment dan tabungan, tetapi juga yang difatnya dana kelolaan. Dengan digitalisasi BCA dapat go beyond banking, di mana kebutuhan menabung, investasi, dan asuransi,” jelasnya.

Ketertarikan BCA untuk fokus dalam wealth management karena melihat potensi yang sangat besar di bisnis ini. Per September 2019, Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp55 triliun yang artinya tumbuh sebesar 40 persen year on year (yoy) dari tahun lalu.

Baca juga : Mudahkan Investasi Nasabah, Commonwealth Luncurkan CommBank SmartWealth

Sementara itu, kontribusi wealth management terhadap pendapatan komisi (fee based income) perseroan tercatat masih terbilang kecil sekitar 5 persen. Kontribusi wealth management tersebut masih didominasi oleh produk bancassurance.

Dengan adanya aplikasi Wealth Management BCA atau Welma, diharapkan dana kelola nasabah bisa meningkat cukup signifikan. Harapan itu karena fitur yang ada dalam aplikasi ini menawarkan kemudahan bagi nasabah dapat membeli atau menjual produk investasi, memantau portofolio investasi, dan mencari informasi produk asuransi.

“BCA sedang mengembangkan fitur robo advisory yang akan membantu nasabah mengukur profil risiko melalui aplikasi Welma. Aplikasi ini adalah awal dari rencana besar BCA untuk mengembangkan wealth management dan mobile apps yang nantinya dilengkapi dengan robo advisory," ungkap SEVP Wealth Management BCA Christine Setyabudhi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Oct. 9, 2019, 4:12 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.