Harganya Bisa Sampai Ratusan Juta, Ini 5 Batik Termahal di Indonesia

Harganya Bisa Sampai Ratusan Juta, Ini 5 Batik Termahal di Indonesia

Ada yang ingat tanggal 2 Oktober 2019 diperingati sebagai hari apa? Ya, tepat hari ini diperingati sebagai Hari Batik Nasional. Sejak 2009, pemerintah menetapkan setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional. Sebagai anak bangsa sudah sepatutnya bangga dan menjaga warisan budaya Nusantara ini. Bahkan, dunia melalui UNESCO pun sudah mengakui bahwa batik menjadi warisan dunia milik Indonesia.

Dalam perkembangannya batik bukan hanya selembar kain yang memiliki corak dan motif tertentu. Batik pada zaman modern dikembangkan menjadi berbagai produk, mulai dari pakaian, jaket, topi, dan aksesori lainnya.

Baca juga : 3 Perempuan Indonesia Masuk Daftar Forbes Asia's Power Businesswomen

Namun, tahukah Anda bahwa ada jenis batik yang punya harga selangit? Bahkan ada yang harganya hingga ratusan juta rupiah. Ingin tahu? Berikut ini lima jenis batik dengan harga termahal di Indonesia.

1. Batik Tiga Negeri


Batik Tiga Negeri adalah jenis batik Indonesia yang terdiri dari tiga warna berbeda. Corak, motif dan kombinasi warna yang satu ini menunjukkan bahwa proses pembuatan menjadi poin penting. Tidah heran kalau harga per meter kain Batik Tiga Negeri ini dibanderol dengan harga cukup mencengangkan, yakni di atas Rp100 juta.

Batik Tiga Negeri di Jawa Tengah memiliki aneka ragam versi cerita. Mulai dari batik yang mengalami proses pewarnaan di tiga tempat yaitu Lasem, Pekalongan, Solo sampai ke batik tiga warna yang sejatinya terdiri dari warna merah, biru, kuning, soga. Motifnya diamini sebagai motif akulturasi Jawa, Arab, Eropa, Cina.

Baca juga : 8 Cara Mengelola Keuangan dan Investasi ala Warren Buffett

Tidak hanya ketiga daerah tersebut di atas yang membuat Batik Tiga Negeri. Wilayah seperti Cirebon, Kudus, Surabaya, Madura, Sidoarjo, sampai Pasuruan pernah disebut koran-koran Hindia Belanda awal abad 20 sebagai penghasil batik.

Warna utama batik ‘Tiga Negeri’ mulai digunakan pada tahun 1890. Pengusaha batik yang menggunakan warna-warna tersebut terdapat di Batavia, Pekalongan, Lasem dan Surabaya. Bahkan disebutkan bahwa pembatik di Surabaya meniru warna merah dari Lasem. Tekniknya masih tetap rumit hingga tahun 2019.

2. Batik Indonesia Corak Belanda


Batik Indonesia Corak Belanda ini berawa; dari warga keturunan Belanda yang tertarik dengan corak dan motif batik Indonesia. Akhirnya, mereka membuat batik dengan motif sendiri yang lebih disukai bangsa Eropa. Motif berupa bunga-bunga Eropa seperti tulip dan motif tokoh-tokoh cerita dongeng terkenal di sana.

Corak dan batik jenis ini juga dikenal dengan Batik Belanda karena dikembangkan oleh wanita Indo-Eropa antara 1840 dan 1940. Ada banyak jenis motif batik yang dikembangkan saat itu dan kemudian dikenal dengan nama batik pembuatnya.

Baca juga : Ini Dia Sosok Presiden Baru OVO

Salah satunya adalah Carolina Josephina Franqemont, wanita asal Indonesia campuran Eropa yang berhasil membuat batik dengan menggunakan pewarna sayuran. Motif dan corak batik ini kemudian dikenal dengan batik Carolina Josephina Franqemont. Kemudian ada batik Veldhuisen, seorang Indo-Jerman yang memulai usaha batiknya  di tahun 1840 di Surabaya.

Bagi kolektor dan pencinta batik, jenis Batik Indonesia Corak Belanda sudah pasti batik ini menjadi salah satu list koleksi. Harganya pun tidak main-main. Selembar kain Batik Corak Belanda mencapai Rp100 juta dan harga ini bisa melambung lagi jika sudah masuk di balai lelang.

3. Batik Halus Cirebon