Bolehkah Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Pindah Menjadi PBI?

Bolehkah Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Pindah Menjadi PBI?

Penetapan kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan mulai berlaku pada awal 2020 ditanggapi beragam oleh banyak pihak. Ada masayarakat yang menerima penuh kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang merasa keberatan atas kenaikan iuran bulanan tersebut. Salah satu alasannya adalah iuran yang naik dua kali lipat itu dianggap akan membuat tingkat pengeluaran bulanan semakin besar.

Bagi masyarakat yang merasa keberatan dengan kenaikan iuran itu, sebagian mengambil langkah dengan turun kelas sesuai iuran baru. Misalnya, dari peserta mandiri kelas I ke kelas II atau peserta mandiri dari kelas II ke kelas III. Lalu, Bagaimana dengan masyarakat yang merasa dirinya tidak mampu membayar iuran BPJS kesehatan meskipun kelas III?

Baca juga : Ingin Pindah Kelas BPJS Kesehatan karena Iuran Naik? Ini Syarat dan Caranya

Ada solusi yang bisa diambil oleh peserta mandiri, yaitu menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Namun, untuk menjadi peserta PBI itu tidak mudah. Ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk menjadi penerima iuran gratis dari BPJS Kesehatan.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan bahwa data Penerima Bantuan Iuran (PBI) setiap 6 bulan akan dilakukan validasi oleh Kementerian Sosial.

Peraturan pemerintah (PP) itu kemudian dipertegas dengan Keputusan Menteri (Kepmen) Sosial Republik Indonesia Nomor 146/HUK/2013 tentang Penetapan Kriteria dan Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak Mampu.


Kriteria Peserta PBI BPJS Kesehatan

Jadi, sesuai PP dan Kepmen tersebut, peserta PBI adalah warga miskin atau kurang mampu. Warga miskin atau kurang mampu ini juga memiliki kriteria penerima kartu BPJS Kesehatan PBI. Kriteria tersebut antara lain:

1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 meter persegi per orang

2. Jenis lantai tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan

3. Jenis dinding tempat tinggal dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.

4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar atau bersama-sama dengan rumah tangga lain.

5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.

6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.

7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah

8. Hanya mengkonsumsi daging/susu ayam dalam satu kali seminggu.

9. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun

10. Hanya sanggup makan sebanyak satu atau dua kali dalam sehari

11. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas atau poliklinik

12. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah petani dengan luas lahan 500 meter persegi, buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan dan atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp600.000 per bulan

13. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga, tidak sekolah/tidak tamat SD/tamat SD.

14. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan minimal Rp500.000 seperti sepeda motor kredit/non-kredit, emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.


Syarat Daftar Peserta PBI BPJS Kesehatan

Jika 14 kriteria di atas terpenuhi, itu artinya kesempatan untuk menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan. Selanjutnya, untuk mengajukan menjadi penerima bantuan kesehatan gratis ini, ada syarat yang harus dilengkapi. Syarat-syaratnya sebagai berikut:

1. Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) seluruh anggota Keluarga.

2. Surat Keterangan tidak Mampu pengantar dari RT, RW Kelurahan kemudian ke menuju  kecamatan untuk dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

3. Surat pengantar dari puskesmas untuk daftar sebagai peserta BPJS Kesehatan PBI.

Prosedur Daftar Peserta PBI BPJS Kesehatan

Setelah semua persyaratan untuk menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan, maka ada prosedur atau langkah-langkah yang harus dilalui untuk membuat Kartu BPJS Kesehatan PBI.

1. Siapkan fotokopi KK dan KTP minimal dua rangkap untuk antisifasi.

2.  Minta surat pertanyaan tidak mampu dari RT dan RW dan kelurahan setempat.

3. Membaut SKTM ke Kecamatan dengan membawa surat pernyataan dari kelurahan.

4. Pergi ke dinas sosial, dengan membawa berkas di atas, dari dinas sosial pendaftaran BPJS akan diurus sampai anda mendapatkan kartu BPJS Kesehatan PBI atau kartu KIS.

Baca juga : Menghitung Untung Rugi BPJS Kesehatan Perusahaan

Bagaimana sudah paham apabila ingin beralih menjadi peserta PBI BPJS Kesehatan? Dengan mengetahui kriteria, syarat dan prosedur pengajukan peserta PBI, maka tidak akan serta merta peserta mandiri bisa menjadi penerima bantuan gratis dari BPJS Kesehatan.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 27, 2019, 2:56 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.