Apa itu Investasi Syariah?

Apa itu Investasi Syariah?

Banyak perencana keuangan menyarankan agar setiap orang memiliki investasi. Tujuan dari investasi adalah agar masa depan menjadi lebih terjamin karena miliki aset yang bisa dimanfaatkan. Secara bahasa, investasi diartikan sebagai penanaman uang atau modal untuk memperoleh keuntungan.

Dalam perkembangannya, investasi bukan hanya dalam bentuk investasi konvensional. Perkembangan ekonomi syariah mendorong banyak sektor investasi menggunakan platform syariah dalam pengelolaan investasi. Istilah tersebut kemudian dikenal dengan nama investasi syariah.

Baca juga : Ini 6 Pilihan Produk Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan

Lantas, apa itu investasi syariah? Sesuai namanya, investasi syariah tidak sama dengan investasi konvensional. Dana pemodal dalam investasi syariah ini kelola dengan menerapkan prinsip syariah seperti bagi hasil dan bagi rugi. Artinya, tidak ada pihak yang dirugikan dalam investasi syariah ini. Kedua belah pihak akan menanggung keuntungan dan kerugian dalam pengelolaan investasi.

Prinsip Dasar Investasi Syariah

Dalam pengelolaannya, investasi syariah memegang prinsip dasar investasi Islam. Setidaknya ada tiga prinsip yang dipakai dalam investasi syariah. Penjelasannya seperi berikut ini.

1. Riba

Dalam keuangan syariah, riba sangat dilarang keras. Riba adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar.

Dalam sistem keuangan syariah termasuk investasi syariah melarang riba karena tidak berpegang tinggi pada etika atau dengan kata lain tidak berkeadilan. Aktivitas tersebut merupakan kegiatan di mana salah satu pihak mengambil keuntungan dengan mengakibatkan kerugian pada pihak lainnya.


2 Gharar

Gharar atau taghrir adalah istilah dalam Islam yang berarti keraguan, tipuan, atau tindakan yang bertujuan untuk merugikan orang lain. Dalam aplikasi investasi syariah, gharar bisa diartikan sebagai keadilan. Artinya, menempatkan segala sesuatu dengan seharusnya, atau memberikan semua hak yang memang menjadi milik seseorang.

3. Maisir

Secara harfiah, kata maisir diartikan sebagai memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa bekerja. Namun, ada sebagian orang mengartikan kata maisir ini dengan judi.

Dalam terminologi, judi bisa diartikan sebagai suatu transaksi yang dilakukan oleh dua pihak untuk kepemilikan suatu benda atau jasa yang menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain dengan cara mengaitkan transaksi tersebut dengan suatu tindakan atau kejadian tertentu.

Baca juga : Mau Berinvestasi? Ini Lima Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

Sesuai dengan prinsip syariah, maka dalam investasi syariah, segala bentuk bisnis yang mendatangkan uang secara untung-untungan, spekulasi, dan ramalan atau terkaan tidaklah diperbolehkan. Prinsip syariah selalu menerapkan harga yang jelas dan transparan sehingga tidak ada unsur spekulasi di dalam pengelolaan dana investasi.

Dasar Hukum Investasi Syariah

Secara legalitas, investasi syariah memiliki dasar hukum yang kuat. Bukan hanya dilihat dari fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), tetapi juga ada peraturan terkait investasi syariah dari Bapepam-LK dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1. Bapepam-LK

Peraturan Nomor II.K.1

 Peraturan tentang Kriteria dan Penerbitan Daftar Efeek Syariah.

Peraturan Nomor IX.A.13

 Peraturan tentang Penerbitan Efek Syariah.

Peraturan Nomor IX.A.14  

 Peraturan tentang Akad-akad yang digunakan dalam Penerbitan Efek Syariah.


2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

POJK Nomor 21/POJK.03/2014

 POJK tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Syariah.

POJK Nomor 8/POJK.03/2014

 POJK tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

POJK Nomor 33/POJK.05/2016

 POJK tentang Penyelenggaraan Program Pensiun Berdasarkan Prinsip Syariah.

POJK Nomor 24/POJK.03/2015

  POJK tentang Produk dan Aktivitas Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.

POJK Nomor 17/POJK.04/2015

 POJK tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Syariah Berupa Saham oleh Emiten Syariah atau Perusahaan Publik Syariah.

POJK Nomor 18/POJK.04/2015

 POJK tentang Penerbitan dan Persyaratan Sukuk.

POJK Nomor 15/POJK.04/2015

 POJK tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

POJK Nomor 16/POJK.04/2015

 POJK tentang Ahli Syariah Pasar Modal.

POJK Nomor 19/POJK.04/2015

 POJK tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah.

POJK Nomor 20/POJK.04/2015

 POJK tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Beragun Aset Syariah.

POJK Nomor 31/POJK.05/2014

 POJK tentang Penyelenggaraan Usaha Pembiayaan Syariah.

POJK Nomor 16/POJK.03/2014

 POJK tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.


3. Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI)

•  Fatwa No. 20/DSN-MUI/IX/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah

•  Fatwa No. 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah

•  Fatwa No. 33/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah

•  Fatwa No. 40/DSN-MUI/X/2003 tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal

•  Fatwa No. 41/DSN-MUI/III/2004 tentang Obligasi Syariah Ijarah

•  Fatwa No. 59/DSN-MUI/V/2007 tentang Obligasi Syariah Mudharabah Konversi

•  Fatwa No. 65/DSN-MUI/III/2008 tentang Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) Syariah

•  Fatwa No. 66/DSN-MUI/III/2008 tentang Waran Syariah

•  Fatwa No. 69/DSN-MUI/VI/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

•  Fatwa No. 70/DSN-MUI/VI/2008 tentang Metode Penerbitan SBSN

•  Fatwa No. 71/DSN-MUI/VI/2008 tentang Sale and Lease Back

•  Fatwa No. 72/DSN-MUI/VI/2008 tentang SBSN Ijarah Sale and Lease Back

•  Fatwa No. 76/DSN-MUI/VI/2010 tentang SBSN Ijarah Asset To Be Leased

•  Fatwa No. 80/DSN-MUI/III/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

Dengan mengetahu secara detail mengenai investasi syariah, maka Anda tidak perlu lagi ragu untuk segera memulainya. Banyak instrumen investasi syariah mulai dari saham, reksa dana, obligasi, emas, hingga surat utang negara (SUN). Instrumen investasi syariah mana yang akan Anda beli?


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 23, 2019, 3:44 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.