Cara Perbankan untuk Melawan Kejahatan Finansial

Cara Perbankan untuk Melawan Kejahatan Finansial

Kejahatan finansial masih menjadi momok bagi industri perbankan di dunia. Metode kejahatannya pun semakin canggih dan berdampak luas. Bukan hanya dampak negatif secara perorangan, tetapi juga berpengaruh pada tingkat kepercayaan perbankan dan negara.

Industri perbankan khususnya bank-bank yang ada di Indonesia harus siap untuk melawan kejahatan finansial tersebut. Untuk membantu industri perbankan dalam menghadapi risiko kejahatan finansial yang berdampak negatif kepada perdagangan dan investasi, Standard Chartered hari ini menggelar Correspondent Banking Academy (CBA) di Jakarta (19/9/2019).

Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat sistem kontrol para klien, dalam hal ini bank responden, untuk mencegah kegiatan kejahatan finansial dan memampukan mereka untuk mencapai standar internasional yang diharapkan, agar mereka tetap menjadi bagian dari sistem finansial internasional, serta dapat terus mendorong perdagangan dan investasi.

Baca juga : Have a Safe Banking!

Penguatan kontrol bank-bank di Indonesia dalam upaya melawan kejahatan finansial merupakan bagian penting dari fungsi perbankan. Penguatan kontrol ini juga sejalan dengan tanggung jawab sosial para pelaku industri perbankan untuk mencegah dan menghambat masuknya uang hasil korupsi, pencucian dan kegiatan ilegal lainnya.

Rino Donosepoetro, Chief Executive Officer (CEO) Standard Chartered Bank Indonesia menjelaskan, correspondent banking merupakan sarana penting untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi lintas batas yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kami turut  mendukung klien-klien correspondent banking di Indonesia, untuk memampukan mereka mengakses sistem finansial internasional, serta mempromosikan sistem finansial Indonesia yang lebih aman dan sesuai dengan standar internasional,” kata Rino.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menjelaskan, Correspondent Banking Academy ini sangat bermanfaat untuk membantu industri perbankan lokal untuk meningkatkan, memperkuat framework, dan implementasi terkait mitigasi terhadap kejahatan finansial. Hal itu termasuk untuk memenuhi standar internasional terkait anti pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Heni Nugraheni, Kepala Grup Penanganan APU PPT Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga berkomentar, Correspondent Banking Academy memungkinkan para pemangku kepentingan untuk bertemu, berdiskusi dan berbagi pengalaman serta sarana  untuk membantu mereka membangun kontrol yang kuat demi memitigasi risiko kejahatan finansial. Berbagai tindakan tersebut akan membuat sistem finansial menjadi lebih aman sehingga mendukung perkembangan ekonomi yang penting bagi masyarakat.

Correspondent Banking Academy (CBA) merupakan bagian dari strategi besar Standard Chartered untuk bermitra dengan bank-bank respondennya. Acara ini juga bermanfaat bagi industri perbankan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi Financial Action Task Force (FATF) Assessment pada kuartal pertama 2020.

FATF merupakan lembaga antar pemerintah berbagai negara G20 yang bertujuan untuk menetapkan standar untuk melawan pelaksanaan pencucian uang dan pendanaan terorisme pada sistem keuangan internasional.

Baca juga : Allianz dan Standard Chartered Pasarkan Dua Asuransi Perjalanan Baru

Saat ini menjadi anggota FATF merupakan salah satu agenda pemerintah RI Indonesia sebagai upaya untuk mensejajarkan posisi Indonesia dengan negara G20 lainnya yang telah menjadi anggota FATF lebih dahulu. Lebih jauh, keanggotaan dalam FATF akan berdampak positif pada iklim investasi ke Indonesia.

Sedangkan correspondent banking adalah layanan perbankan yang disediakan oleh satu institusi finansial (correspondent bank) kepada institusi finansial (bank dan non-bank) yang lain (respondent bank) untuk melaksanakan penyelesaian transaksi keuangan milik nasabah respondent bank. Transaksi itu seperti transfer dana pihak ketiga, penyaluran letter of credit (transaksi perdagangan ekspor impor) dan keperluan cash clearing, cash management, dan layanan sebagainya.

Correspondent banking services memfasilitasi responden bank untuk memberikan layanan kepada nasabahnya dengan produk dan layanan lintas batas negara yang mana responden bank tidak dapat menfasilitasi secara langsung dikarenakan berbagai alasan. Beberapa alasannya antara lain ketergantungan jaringan dan hubungan korespondensi yang lebih luas atau internasional, skala operasional yang lebih luas dan perizinan atau lisensi atas mata uang tertentu (not direct clearing member). 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 20, 2019, 2:25 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.