11 Tips Menghindari Kejahatan Digital Banking

11 Tips Menghindari Kejahatan Digital Banking

Industri perbankan terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Era digital mendorong para pelaku perbankan untuk menghadirkan dan mengoptimalkan produknya agar mampu bersaing. Digitalisasi juga yang dipakai perbankan terus diperbaharui terutama dari sisi keamanan. Namun bukan berarti penggunaan teknologi canggih di industri perbankan menutup peluang terjadinya kejahatan digital banking.

Salah satu contoh kasus kejahatan perbankan yang cukup menghebohkan adalah pembobolan ATM BRI dengan teknik skimming pada tahun 2018. Ratusan nasabah bank plat merah ini dikejutkan dengan raibnya saldo rekening secara misterius. Jumlah uang tabungan yang hilang bervariasi antara Rp500.000, Rp4.000.000, bahkan ada yang mencapai Rp10.000.000.

Untuk itu, setiap nasabah bank juga perlu mengetahui bahwa kejahatan tetap mengintai meski sudah menempatkan dana di perbankan. Meskipun pihak bank menjamin keamanan dana nasabah, tetap saja pelaku kejahatan memiliki banyak cara untuk melakukan aksi jahatnya.

Baca juga : Peluang dan Tantangan Perbankan di Era Digital Banking 4.0

Dalam hal ini, setiap nasabah harus juga tahu cara menghindari agar tidak menjadi korban kejahatan perbankan. Untuk lebih jelasnya, berikut 11 tips menghindari aksi kejahatan digital banking seperti dikutip dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1. Tidak memberitahukan kode akses atau nomor pribadi personal identification number (PIN) kepada orang lain.

2. Tidak mencatat dan menyimpan kode akses atau nomor pribadi SMS banking di tempat yang mudah diketahui orang lain.

3. Periksalah transaksi secara teliti sebelum melakukan konfirmasi atas transaksi tersebut untuk dijalankan.

4. Setiap kali melakukan transaksi, tunggulah beberapa saat hingga menerima respon balik atas transaksi tersebut.


5. Untuk setiap transaksi, nasabah akan menerima pesan notifikasi atas transaksi berupa SMS atau email yang akan tersimpan di dalam inbox. Periksa secara teliti isi notifikasi tersebut dan segera kontak ke bank apabila ada transaksi yang mencurigakan.

6. Jika merasa diketahui oleh orang lain, segera lakukan penggantian PIN.

7. Bilamana SIM card GSM hilang, dicuri, atau dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan ke cabang bank terdekat atau segera melaporkan ke call center bank tersebut.

8. Hati-hati dengan aplikasi di internet yang merupakan spam atau malware yang mungkin dapat mencuri data-data pribadi dan menyalahgunakannya di kemudian hari.

Baca juga : Cara Perbankan untuk Melawan Kejahatan Finansial

9. Tidak melakukan transaksi internet di tempat umum seperti warnet, WIFI gratis, karena data-data bisa berpotensi dicuri oleh pihak lain dalam jaringan yang sama.

10. Tidak lupa melakukan proses log out setelah selesai melakukan transaksi di internet banking.

11. Jika berganti ponsel, pastikan bahwa semua data-data sudah terhapus untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak lain yang menggunakan ponsel tersebut.

Itulah 11 tips yang bisa Anda ingat dan terapkan agar terhindar dari modus kejahatan digital banking. Dengan mengetahui hal-hal tersebut diharapkan Anda bisa lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi digital banking.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 20, 2019, 3:32 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.