Menebak-nebak Siapa Unicorn Kelima di Indonesia?

Menebak-nebak Siapa Unicorn Kelima di Indonesia?

Pemerintah memang terus berupaya untuk terus menambah jumlah usaha rintisan (startup) untuk berkembang menjadi unicorn. Saat ini Indonesia sudah memiliki empat startup yang berstatus sebagai unicorn. Keempat startup unicorn itu antara lain Bukalapak, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka. Setidaknya hingga akhir tahun ini sedikitnya ada lima unicorn yang ditargetkan, artinya masih kurang satu lagi.

Istilah unicorn mulai ramai dibicarakan di Indonesia sejak lima tahun lalu. Menurut laman hitenism.com (18/2/2019), unicorn merupakan istilah sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Unicorn diartikan sebagai startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.

Teka teki siapa startup yang akan menjadi unicorn kelima di Indonesia muncul kepermukaan setelah Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan ciri-cirinya dalam acara Google Cloud Summit di JIExpo Convention Center, Jakarta. Prediksinya, perusahaan rintisan yang bisa menjadi unicorn berikutnya bergerak di bidang pendidikan berteknologi atau edutech.

Baca juga : Gojek Xcelerate, Program Akselerator untuk Bibit Unicorn Indonesia

Siapa kira-kira perusahaan rintisan yang disebut Rudiantara? Seperti banyak diberitakan, sejak awal tahun ini beredar beberapa startup yang digadang-gadang bisa menjadi unicorn baru di Indonesia. Setidaknya ada enam usaha rintisan yang masuk sebagai kandidatnya. Keenam startup itu adalah Tiket.com, OVO (startup financial technology), TaniHub (e-commerce pertanian), Ruang Guru (pendidikan), Ralali (toko online), dan Modalku (fintech).

Jika memperhatikan kisi-kisi yang diberikan Menteri Kominfo ini, besar kemungkinan unicorn baru tersebut adalah Ruang Guru. Apakah benar? Meskipun didesak awak media, sayangnya Rudiantara belum mau mengungkapkan siapa calon unicorn tersebut.

Empat Unicorn di Indonesia


Indonesia memiliki empat perusahaan rintisan atau startup yang sudah berstatus unicorn dengan nilai valuasi lebih dari US$1 miliar. Keempat unicorn itu mendapat pendanaan dari berbagai investor untuk ekspansi layanan tingkat nasional hingga ke Asia Tenggara.

Baca juga : Merambah Pasar Global, Bukalapak Luncurkan BukaGlobal

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong sempat menyebut, empat startup unicorn Indonesia memiliki induk usaha di Singapura dan investasinya masuk lewat negara itu. Namun, dia mengoreksi pernyataannya setelah mendapat tanggapan langsung dari Tokopedia dan Bukalapak.

“Mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura. Tetapi (mereka) sepenuhnya Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia. Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” katanya melalui akun Twitter-nya @tomlembong pada Selasa, 30 Juli 2019.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 18, 2019, 2:49 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.