Jumlah Investor Tunggal Tinggi, OJK Hentikan Penerbitan Reksa Dana Baru

Jumlah Investor Tunggal Tinggi, OJK Hentikan Penerbitan Reksa Dana Baru

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana akan menghentikan sementara penerbitan reksa dana untuk jenis investor tunggal. Penghentian ini dilakukan hanya untuk reksa dana jenis tunggal yang baru. Penyebabnya adalah tingginya investor tunggal dalam pembelian portofolio reksa dana investor tunggal.

“Hanya berlaku bagi reksa dana yang baru. Kami hentikan sementara, yang sudah berjalan bisa dijalankan seperti biasanya. Kami ingin memastikan dan meneliti kenapa hal ini bisa terjadi,” kata Hal itu disampaikan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi.

Sebelumnya, pihak OJK melakukan pengawasan terhadap transaksi portofolio investasi reksa dana investor tunggal sejak 6 September 2019. Hal itu tertulis dalam Surat Edaran Nomor S-1100/PM.21/2019 yang ditandatangan Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari.

Baca juga : Mengenal Jenis Reksa Dana dan Karakteristiknya

Surat edaran tersebut menegaskan, OJK tengah memperketat pengawasan terhadap transaksi efek dalam portofolio investasi reksa dana yang dimiliki oleh investor tunggal. Upaya ini dilakukan seiring adanya temuan aktivitas yang tinggi dari pemanfaatan reksa dana tersebut yang dilakukan oleh sejumlah pihak.

"Ini sebagai bentuk pengawasan dan ditargetkan selama tiga bulan harus selesai. Paling lambat akhir tahun harus selesai penyebab tumbuh signifikannya reksa dana investor tunggal," kata Fakhri. OJK akan melakukan serangkaian penelitian mulai minggu ini atau minggu depan. Rencananya, hasil penelitian akan selesai paling lambat akhir tahun 2019 dan segera diumumkan.


Selama masa pengentian sementara ini, OJK akan melarang penerbitan reksa dana investor tunggal. Bagi manajer investasi yang telah melakukan pengelolaan terhadap reksa dana dengan investor tunggal, maka wajib menyampaikan surat pernyataan kepada OJK dalam jangka waktu paling lambat 10 hari sejak imbauan tersebut diberlakukan.

Surat pernyataan ini berisi nama reksa dana investor tunggal, jumlah dana kelolaan, dana nama portofolio efek yang terdapat di dalamnya serta pernyataan untuk tidak melakukan penambahan portofolio efek. Kebijakan ini berlaku bagi semua jenis reksa dana investor tunggal, baik reksa dana konvesional maupun reksa dana syariah.

Apakah akan ada perubahan apabila ada temuan baru? Fakhri mengatakan, belum bisa memastikannya. Kalaupun harus mengubah aturan yang ada, pihaknya akan sangat mempertimbangkan dan memegang prinsip kehati-hatian. Pasalnya, jumlah reksa dana investor tunggal jumlahnya sangat signifikan. 

Baca juga : Tips Investasi Reksa Dana untuk Ibu Rumah Tangga

Diakuinya, jumlah reksa dana investor tunggal jumlahnya terus mengalami peningkatan. Reksa dana tersebut merupakan jenis investasi yang kepemilikannya dimiliki oleh satu investor saja. Bahkan saat ini, jumlahnya sudah mencapai sepertiga dari total instrumen reksa dana secara keseluruhan.

Berdasarkan data OJK akhir Agustus 2019 terdapat sekitar 2.158 reksa dana dengan nilai kelola (asset under management atau AUM) mencapai Rp436,52 triliun. Jumlah reksa dana investor tunggal hampir mencapai sepertiganya sekitar 689 reksa dana dengan dana kelolaan mencapai Rp190,92 trilun. Rinciannya, 621 reksa dana berisi lebih dari satu efek senilai Rp181,38 triliun dan 68 reksa dana berisi satu efek senilai Rp9,44 triliun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 18, 2019, 11:15 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.