Inspirasi Kesederhanaan BJ Habibie, Rumah pun Dicicil 20 Tahun

Inspirasi Kesederhanaan BJ Habibie, Rumah pun Dicicil 20 Tahun

Banyak contoh baik yang bisa diambil dari kehidupan Presiden Ketiga Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Kehidupan yang sederhana bisa menjadi inspirasi banyak orang untuk menirunya. Salah satu bentuknya adalah cerita mengenai rumah beliau yang berada di Jalan Patra Kuningan XIII, Jakarta.

Rumah yang diberi nama Wisma Habibie dan Ainun ini sudah ditempati lebih dari 30 tahun. Rumah ini didapat bukan dari pemberian atau hadiah dari pihak manapun. Habibie membelinya dengan cara mencicil selama 20 tahun.

Awal cerita, dahulu bangunan rumah tersebut merupakan milik Patra Jasa. Sekitar tahun 1975, PT Pertamina (Persero) mengalokasikannya sebagai tempat tinggal Habibie. Kala itu, suami Ainun Habibie ini penasihat Direktur Utama Pertamina Ibnu Sutowo.

Habibie menceritakan, saat masuk Pertamina, dirinya menempati rumah nomor 1 dan 2. Kondisi di sekitar rumah masih kampung. Semakin lama tinggal di sana, Habibie merasa betah dan berkeinginan menjadikannya menjadi rumah pribadi.

Baca juga : Jejak BJ Habibie dalam Investasi Industri Dirgantara Indonesia

Niatnya tersebut akhirnya disampaikan dengan minta pihak Pertamina untuk mau menjual rumah tersebut kepadanya. Pertamina akhirnya mengizinkan dengan syarat pelunasan rumah dengan cara menicicil.

“Awalnya saya tidak mau, tapi Pak Emil (Emil Salim) bilang, ‎itu cepat-cepat kamu lunasi. Nanti kalau belum lunas dan bisa diusir ke tempat lain. Saya bilang enggak boleh, itu aturan. Nah, pas saya jadi menteri, saya minta ke Pak Harto, saya ditawari rumah Bapaknya Prabowo, waktu itu menteri BUMN. Saya enggak mau, saya tetap tinggal di sini. Akhirnya dicicillah rumah ini," kata Habibie seperti dikutip dari laman liputan6.com (25/5/2015).


Habibie pun menyanggupi saran dari Prof. Emil Salim untuk mencicil rumah tersebut. Setelah 20 tahun, akhirnya angsuran rumah berhasil lunas. Bahkan rumah ini menjadi kediaman yang paling sering ditinggali Habibie hingga wafatnya di usia 83 pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Salah satu bangunan yang mempunyai arti cukup dalam bagi Habibie adalah pendopo yang menurutnya merupakan peninggalan dari sang istri, Hasri Ainun. Pendopo tersebut terlihat indah dan berdesain budaya Nusantara. Sisi sudut bangunan tampak banyak dihiasi ukiran Jawa yang sangat artistik.

Kecintaan Habibie pada hunian ini seakan tidak pernah pudar. Sejak memiliki rumah hingga menjadi Presiden Ketiga RI, Habibie tidak pernah mau pindah dari kediamannya ini. Bahkan saat menjadi Wakil Presiden RI, pria kelahiran Parepare, 25 Juni 1936, dirinya pernah diminta untuk pindah tinggal di istana. Salah satu alasan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) adalah soal faktor keamanan.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Membeli Rumah?

"Selama 22 tahun saya tinggal di sini aman-aman saja. Masak dalam 24 jam saya menjadi wakil presiden langsung tidak aman,” ucap pria pemegang 46 hal paten bidang aeronautika ini seperti dilansir dari tempo.co (3/2/2013).

Rumah Habibie yang saat ini bisa dilihat memang terkesan mewah, penuh sentuhan budaya dan sangat nyaman dihuni. Semua itu tidak lepas dari sentuhan sang istri tercinta, Hasri Ainun Besari atau Ainun Habibie.

Kisah BJ Habibie ini bisa menjadi inspirasi banyak orang terutama kalangan milenial untuk berani memiliki rumah, walaupun dengan cara mencicil. Tidak ada salahnya mencicil rumah untuk memiliki hunian idaman sendiri. Terlebih harga rumah saat ini sudah sangat tinggi. Kuncinya adalah cara mengelola keuangan yang benar dan disiplin atas pengeluaran yang telah disusun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 13, 2019, 10:07 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.