Inspirasi Membangun Bisnis di Era Digital dari Tinkerlust

Inspirasi Membangun Bisnis di Era Digital dari Tinkerlust

Membangun bisnis di era digital saat ini sangat membutuhkan keseriusan. Apalagi, disrupsi digital menyerang segala lini bisnis karena adanya tuntutan zaman. Memang tidak mudah membangun bisnis di era ini, namun itulah tantangan nyata yang harus dihadapi semua pelaku bisnis.

Chief Executive Officer (CEO) Tinkerlust Samira Shihab mengakui, membangun bisnis di era digital membutuhkan sangat keseriusan dan komitmen yang tinggi. Kondisi itu dirasakan saat membangun Tinkerlust tiga tahun lalu bersama Aliya Amitra.
Terlebih di era disrupsi digital yang hampir masuk ke segala lini bisnis. Di era ini, orang-orang mulai menggeser aktivitas yang awalnya  dilakukan di dunia nyata ke dunia maya. Fenomena ini juga mendorong perubahan pola dunia bisnis.

Baca juga : Cara BCA Mengelaborasi Teknologi Digital dan Manusia

Digitalisasi bisa memberikan banyak keuntungan dan hambatan bagi dunia bisnis. Disrupsi digital dalam bisnis masuk dengan begitu kuat. Ada beberapa brand yang mampu berhasil bertahan, namun tidak sedikit pula yang terpaksa ‘gulung tikar’. 

Samira menilai, ada tiga faktor yang mempengaruhi perkembangan bisnis di era digital ini, yaitu tools, platform, dan consumers. Para pelaku bisnis digital harus mampu mengelaborasi ketiga faktor ini dalam membangun bisnis agar bisa survive.


Apa yang harus dilakukan? Ada empat hal yang bisa dilakukan pelaku bisnis agar bisnis di era digital mampu bertahan. Hal pertama yang harus dilakukan pelaku bisnis adalah memahami business model yang digelutinya.

Bisnis digital mengubah cara organisasi menggunakan dan berpikir tentang teknologi, memindahkan teknologi dari pendukung ke inovasi terdepan, pendapatan dan pertumbuhan pasar,” kata Samira dalam acara ASEAN Marketing Summit 2019 di Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta (5/9/2019).

Hal ini yang dilakukan Tinkerlust, yaitu dengan menjadi e-commerce barang-barang, terutama kategori produk fashion pre-loved. Hal ini didorong dengan keinginan pencinta fashion yang kadang tidak sesuai dengan ukuran kantong. Selain itu, adanya revolusi teknologi industri yang mengarah ke digital juga mendukung Tinkerlust untuk terus meningkat.

Baca juga : Ini 7 Tips Mudah Memulai Bisnis Online

Kedua adalah operating model, di mana para pelaku bisnis harus mempu mengelola bisnis sehingga tercapai tujuan meningkatkan produktivitas, kemudahan beradaptasi, komunikasi yang lebih baik, peningkatan pemasaran, dan meningkatkan transparansi. Hal ketiga adalah consumer segment, yaitu pelaku bisnis digital harus mempu memilih segmen konsumen. Dengan mengetahui segmen konsumen, maka akan diketahui kemana produk bisnis akan dipasarkan.

Keempat adalah team readliness yang antara lain menetapkan visi bisnis, visi untuk pembelajaran, budaya kerja, komunikasi yang baik, dan fokus pada proses perkembangan bisnis. “Tinkerlust memiliki misi untuk meningkatkan nilai dari semua hal yang dimiliki oleh semua orang. Caranya? Dengan menyesuaikan style kita dengan pencinta fashion lain di luar sana,” ujar Samira Shihab.

Samira mengakui, teknologi sangat berperan besar dalam membantu kehidupan manusia dalam 20 tahun terakhir ini. Perubahan yang cepat ini bahkan berhasil mendorong Tinkerlust menjadi e-commerce terbaik di kategori produk secondhand.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 6, 2019, 12:51 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.