Agar Investasi Reksa Dana Maksimal, Ini 4 Tips Memilih Manajer Investasi

Agar Investasi Reksa Dana Maksimal, Ini 4 Tips Memilih Manajer Investasi

Dalam investasi dikenal dengan prinsip "high risk high return". Prinsip ini menggambarkan hubungan antara risiko dan imbal hasil dalam investasi saham. Berdasar prinsip ini, investor bisa mendapatkan imbal hasil yang tinggi, tetapi juga harus siap menerima kondisi potensi kerugian yang tinggi pula. Prinsip ini memang terdengar sederhana. Sayangnya, tidak sedikit investor tidak menyadari atau bahkan mengabaikannya.

Dalam investasi reksa dana, segala pengelolaan dana akan diserahkan pada manajer investasi. Memilih dan menentukan manajer investasi juga harus cermat. Jangan sampai Anda memilih manajer investasi yang kurang perform sehingga imbal hasil yang didapatkan kecil atau malah mengalami kerugian.

Baca juga : Manajer Investasi Reksa Dana, Apa Saja Tugas dan Kewajibannya?

Untuk itu, pilihlah manajer investasi yang memiliki performa kinerja baik dan yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bagaimana caranya? Berikut ini, duitologi.com memberikan empat tips memilih manajer investasi yang bisa Anda perhatikan.

1. Cek Legalitas

Sebelum memilih manajer investasi, Anda harus mengecek legalitas dari perusahaan efek atau manajer investasi tersebut. Pastikan apakah perusahaan tersebut sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain memastikan legalitas manajer investasi, Anda juga dapat mengecek daftar manajer investasi mana yang pernah mendapat teguran dan sanksi pada situs resmi OJK.

2. Pengalaman

Setelah mengecek legalitas, usia operasional manajer investasi juga dapat menjadi tolok ukur. Usia itu bisa memberikan gambaran mengenai pengalama dan jumlah klien yang pernah dipegang manajer investasi. Semakin lama umur manajer investasi, menandakan manajer investasi tersebut sering menghadapi berbagai kenaikan dan penurunan di pasar modal.

Dengan pengalaman yang matang, manajer investasi tentunya akan lebih mengerti bagaimana menyikapi fenomena naik dan turunnya pasar. Selain umur, Anda dapat melihat pengalaman melalui CV dari wakil manajer investasi yang tertera pada prospektus reksa dana.


3. Kinerja

Anda pun harus memastikan manajer investasi memiliki kinerja yang prima dan konsisten. Artinya, apakah manajer investasi mampu memberikan hasil yang positif saat pasar modal sedang tidak stabil. Pastikan pula kinerja dari manajer stabil dan tidak memiliki performa yang naik turun, di mana kadang return yang diberikan sangat tinggi dan di lain waktu return yang diberikan sangat kecil bahkan merugi.

Anda dapat mengevaluasi kinerja dari manajer investasi melalui portofolio dana yang pernah dikelola. Dalam mengevaluasi, sebaiknya Anda melihat kinerja manajer investasi selama satu tahun. Jika hanya dalam hitungan bulan, bisa jadi kondisi pasar modal sedang dalam masa terbaiknya sehingga hasil yang diberikan akan sangat bagus atau sebaliknya.

4. Kenali Cara Kerjanya

Setiap manajer investasi memiliki cara kerja tersendiri dalam mendapatkan keuntungan. Ada yang lebih suka berinvestasi secara konservatif. namun menghasilkan keuntungan yang rendah. Ada manajer investasi yang cenderung bermain secara agresif, sehingga keuntungan yang didapatkan sangat tinggi, tetapi memiliki risiko yang sangat besar. Ada pula manajer investasi yang lebih suka berinvestasi secara syariah dan berdampak pada keuntungan yang didapatkan.

Baca juga : Hidup Tenang dan Berkah dengan Dana Pensiun Syariah

Setelah memahami empat tips memilih manajer investasi, Anda sudah bisa bisa memulai berinvestasi reksa dana. Namun perlu diingat, jangan terburu-buru dalam menentukan pilihan manajer investasi. Pelajari secara detail untuk memperkecil kerugian investasi.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 5, 2019, 4:58 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.