Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik Mulai Januari 2020

Siap-siap! Iuran BPJS Kesehatan Akan Naik Mulai Januari 2020

Setelah mengalami defisit anggaran dalam empat tahun terakhir, akhirnya pemerintah akan memutuskan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan efektif berlaku mulai Januari 2020 untuk layanan kelas I, II, dan II.

Kepastian kenaikan iuran BPJS Kesehatan tersebut bisa dapat dipastikan usai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Andi Dulung, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, serta perwakilan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan melakukan Rapat Kerja Gabungan Jaminan Kesehatan Nasional dengan Komisi IX dan Komisi XI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Rapat kerja itu menyimpulkan, mulai tahun depan akan ada penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan untuk layanan kelas I dan II yang besarannya dua kali lipat. Berikut daftar iuran BPJS Kesehatan yang akan berlaku mulai Januari 2020:

1. Penerima Bantuan Iuran (PBI) pusat dan daerah disesuaikan masing-masing menjadi Rp42.000 dan Rp23.000 per bulan per jiwa.

2. Kelas I menjadi Rp160.000 dari awalnya Rp80.000.

3. Kelas II menjadi Rp110.000 dari awalnya Rp51.000.

4. Kelas III menjadi Rp42.000 dari awalnya Rp25.500.

Baca juga : Sesuai Aturan Baru, Ini Sanksi Menunggak Iuran BPJS Kesehatan


Menurut Mardiasmo, upaya penyesuaian iuran ini merupakan cara pemerintah untuk menutup defisit anggaran yang setiap tahun terus membengkak. Namun, pemberlakuan efektif penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan yang baru ini masih harus menunggu Peraturan Presiden (Perpres).

Jumlah Peserta BPJS Kesehatan

Sebagai program jaminan kesehatan dari pemerintah, kepesertaan BPJS Kesehatan terbagi dua jenis, yaitu Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan non-PBI. Peserta non PBI terbagi lagi menjadi Peserta Penerima Upah (PPU) Pemerintah, PPU Badan Usaha, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), dan Peserta Bukan Pekerja (BP).

Berdasarkan data terbaru BPJS Kesehatan, saat ini jumlah peserta BPJS Kesehatan sudah mencapai 223,3 juta jiwa. Jumlah itu terdiri dari 140,4 juta jiwa adalah peserta PBI dan 82,9 juta jiwa merupakan peserta non-PBI. Secara lebih rinci, peserta non-PBI terdiri dari peserta penerima upah (PPU) Pemerintah 17,5 juta jiwa, PPU Badan Usaha 34,1 juta jiwa, Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) 32,5 juta jiwa dan Peserta Bukan Pekerja (BP) 5,1 juta jiwa. Peserta non-PBI yang terbanyak ialah PPU Badan Usaha alias karyawan.

Baca juga : Bayi Baru Lahir Langsung Dijamin BPJS Kesehatan Selama 28 Hari

Dalam membayar iuran non-PBI, setiap bulan peserta BPJS Kesehatan diwajibkan membayar yang diambil dari persentase gaji pokok sebesar 5 persen. Rinciannya, 4 persen akan ditanggung perusahaan dan 1 persen menjadi tanggungan karyawan. 

Keterangan: * prediksi deficit anggaran BPJS Kesehatan
Sumber : diolah dari berbagai sumber

Kenapa Iuran Disesuaikan?

Langkah penyesuaian iuran BPJS Kesehatan diambil pemerintah merupakan upaya untuk menyelesaikan defisit anggaran yang terus membengkak setiap tahunnya. Sejak lima tahun lalu diluncurkan pada 2014, BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran BPJS Kesehatan sebesar Rp3,3 triliun.

Defisit bertambah menjadi Rp5,7 triliun pada 2015, Rp9,7 triliun pada 2016, Rp9.8 triliun pada 2017, dan terus membengkak menjadi Rp19,4 triliun pada 2018. Bahkan hingga akhir tahun 2019, defisit anggaaran pun diprediksi akan semakin bertambah menjadi Rp32,84 triliun.

Baca juga : Kiat Memilih Asuransi Kesehatan yang Cocok untuk Masa Depan

Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris menjelaskan, dengan perubahan iuran premi, persoalan defisit anggaran bisa diselesaikan secara terstruktur. Potensi pembengkakan defisit BPJS Kesehatan mulai Rp 39,5 triliun pada 2020, Rp 50,1 triliun pada 2021, Rp 58,6 triliun pada 2022, Rp 67,3 triliun pada 2023. Bahkan diprediksi pula beban anggaran akan semakin membesar pada tahun 2024 menjadi Rp77,9 triliun.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 4, 2019, 2:16 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.