Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Wajib Autodebet

Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Wajib Autodebet

BPJS Kesehatan akan memberlakukan aturan baru terkait pembayaran iuran program jaminan kesehatan melalui skema autodebet. Sistem autodebet rekening adalah penarikan dana secara otomatis yang akan membuat saldo nasabah berkurang, yang tanggal penarikannya diatur sesuai jadwal.

Melalui sistem debit otomatis dari rekening nasabah ini, diharapkan akan mengurangi tingkat tunggakan yang kerap dilakukan peserta BPJS Kesehatan. Kewajiban membayar autodebet ini mulai berlakukan di pada awal 2020.

“Tahun ini, kami akan mewajibkan pembayaran iuran secara autodebet pada setiap pendaftaran,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris usai Rapat Kerja Gabungan Jaminan Kesehatan Nasional dengan Komisi IX dan Komisi XI di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Baca juga : Sekarang Bayar BPJS Kesehatan Bisa Autodebit Rekening Tabungan

Sebenarnya, BPJS Kesehatan sudah meluncurkan sistem pembayaran secara autodebet di awal tahun 2019. Pembayaran melalui sistem autodebet sudah ditawarkan BPJS Kesehatan untuk peserta kelas Mandiri I dan II.

Dalam skema pembayaran iuran autodebet, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan empat bank, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BCA. Peserta bisa menggunakan salah satu bank yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Pendaftaran autodebet juga bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Kesehatan dan kemudian pihak BPJS Kesehatan akan menyampaikan ke bank yang telah bekerja sama. 


Sistem autodebet dalam pembayaran iuran BPJS Kesehatan diharapkan menjadi solusi dalam memberikan kemudahan terhadap peserta dalam melakukan pembayaran iuran. Untuk mengaktifkan sistem autodebet, peserta harus datang ke kantor cabang bank yang digunakan untuk mendaftarkan sistem autodebet.

Namun, sejak diluncurkan memang tidak diwajibkan karena dianggap masih banyak keluhan sistem yang akhirnya memaksa peserta BPJS Kesehatan kembali melakukan pembayaran secara manual. Dengan mewajibkan pembayaran secara autodebet untuk mitigasi kepatuhan membayar dan dapat memaksimalkan penerimaan iuran BPJS Kesehatan.

Baca juga : Sesuai Aturan Baru, Ini Sanksi Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

Kebijakan mewajibkan pembayaran BPJS Kesehatan secara autodebet ini pun mendapat tanggapan pesimis dari Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar. Salah satu alasannya, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih terbilang rendah.

Timboel menerangkan, berdasarkan data literasi keuangan 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemahaman masyarakat pada produk keuangan berada di angka 32,1 persen untuk usia 18-25 tahun. Sedangkan masyarakat di rentang usia 26-35 tahun, tingkat literasi keuangan sekitar 33,5 persen.

“Masih sangat rendah terutama bagi peserta kelas Mandiri III BPJS Kesehatan. Masih banyak pula masyarakat yang belum tersentuh sistem perbankan. Jangankan membayar, memiliki tabungan pun masih banyak yang punya,” ucapnya.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 4, 2019, 4:07 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.