Hidup Tenang dan Berkah dengan Dana Pensiun Syariah

Hidup Tenang dan Berkah dengan Dana Pensiun Syariah

Hidup tenang, nyaman, dan berkah adalah keingina setiap orang. Bukan hanya saat usia muda, ketika lanjut usia pun harapan itu akan selalu jadi idaman. Untuk mencapainya tidak ada cara lain, setiap orang termasuk Anda harus menyiapkannya sedari muda. Salah satunya dengan ikut serta dalam program dana pensiun. Pilihan dana pensiun, yaitu antara dana pensiun konvensional dan dana pensiun syariah. 

Mungkin sudah banyak orang tahu tentang dana pensiun konvensional. Namun, bagaimana dengan dana pensiun syariah? Sebenarnya, pengertian dana pensiun syariah tidak jauh beda dengan dana pensiun konvesional.

Baca juga : Memahami Siklus Keuangan Masa Lansia dengan Dana Pensiun

Dana pensiun syariah adalah dana pensiun yang dikelola dan dijalankan berdasarkan pada prinsip syariah. Tujuan dari dana pensiun itu sendiri adalah untuk memelihara kesinambungan penghasilan pada waktu hari tua nanti, yaitu ketika yang bersangkutan tidak mampu bekerja lagi.

Hal ini menjadi sangat baik dan dapat melahirkan kesejahteraan bagi yang bersangkutan. Berdasarkan dari hal tersebut tentunya jelas bahwa dana pensiun ini tidak bertentangan dengan syariat Islam. Pengelolaan dana pensiun juga dilakukan oleh pemberi kerja (DPPK) dan lembaga keuangan (DPLK).

Berdasarkan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program pensiun diselenggarakan berdasarkan prinsip syariah dengan empat cara. Pertama, melalui pendirian dana pensiun syariah baru yang disahkan OJK. Kedua, konversi dana pensiun konvensional menjadi dana pensiun syariah. Ketiga, pembentukan unit syariah di dana pensiun pemberi kerja (DPPK). Keempat, pembentukan unit syariah direalisasikan dalam penjualan paket investasi syariah di DPLK.


Dengan adanya prinsip menghapus unsur riba dan gharar, dana pensiun wajib memisahkan aset dan liabilitas unit syariah dari aset dan liabilitas DPPK non-unit syariah. Sementara itu, beleid itu menyatakan cara keempat pembentukan unit syariah direalisasikan dalam penjualan paket investasi syariah di DPLK.

Meski aturan dana pensiun syariah relatif baru diterbitkan, tetapi nasabah dapat menentukan investasinya sendiri. Jika nasabah memilih instrumen syariah di pasar modal, maka unsur keraguan dapat dihilangkan. Nasabah cukup menyampaikan pilihan investasinya ketika mengisi formulir.

Baca juga : Jangan Salah Memilih Perusahaan Pengelola Dana Pensiun

Berdasarkan statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2018 terdapat 4.635.074 masyarakat yang sudah menjadi peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Jumlah itu naik signifikan dibandingkan posisi 2010, di mana peserta DPLK baru 2.817.997 orang.

Roadmap Industri Keuangan Non Bank Syariah OJK 2015-2019 juga menunjukkan, sebanyak 74,8 persen pekerja dan 85,7 persen pengusaha di Indonesia memiliki minat pada dana pensiun syariah. Ketertarikan ini berlaku bagi masyarakat yang belum memiliki dana pensiun maupun telah menjadi peserta dana pensiun konvensional.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Sept. 4, 2019, 6:05 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.