Seberapa Penting Menjaga Credit Scoring bagi Milenial?

Seberapa Penting Menjaga Credit Scoring bagi Milenial?

Apakah Anda termasuk orang yang sering menggunakan kartu kredit atau mengajukan pinjaman bank? Jika iya, maka sebaiknya Anda menjaga credit scoring atau penilaian kredit Anda. Jika tidak, ada risiko yang cukup besar jika Anda tidak pandai menjaga penilaian kredit tersebut.

Credit scoring merupakan sistem atau cara yang dipakai lembaga pembiayaan seperti bank di dalam menentukan layak tidaknya Anda untuk menerima pinjaman. Penilaian kredit ini akan merangkum history setiap transaksi pinjaman yang Anda lakukan seperti pembayaran tagihan kredit tepat waktu atau tidak.

Credit scoring sangat membantu bank atau lembaga keuangan lainnya dalam menganalisa permohonan kredit selain faktor kualitatif lainnya. Saat ini di Indonesia data credit report debitur hanya dapat dilihat langsung dari Bank Indonesia (BI).

Baca juga : Terlilit Utang Kartu Kredit? Lakukan Cara ini

Pentingnya menjaga credit scoring ini sangat penting terutama bagi milenial. Mengapa demikian, karena cukup banyak milenial yang masih menyepelekan dalam membayar kewajiban membayar cicilan kartu kredit.

President Director Synthesis Development Budi Yanto Lusli mengatakan, masih cukup banyak milenial yang belum aware dengan credit scoring. Padahal banyak kerugian ke depannya bila tidak menjaga penilaian kredit. “Milenial kadang-kadang tidak terlalu aware untuk membayar kredit, meskipun sekecil apapun seperti kartu kredit,” katanya.


Kelalaian membayar kredit akan berdampak pada credit scoring menjadi buruk. Penilaian buruk itu akan menjadi masalah apabila ingin mengambil atau mengajukan kredit atau pinjaman lainnya seperti membeli rumah atau kendaraan karena status credit scoring merah di Bank Indonesia.

“Nah itu kadang-kadang pembeli, calon pembeli muda dan banyak pembeli yang lain tidak peduli akan hal itu. Itu bukan solusi yang benar. Kondisi Itu harus diurus sampai beres karena itu akan mempengaruhi credit rating kita,” terang Budi di sela-sela kegiatan topping off Samara Suites, Jumat (30/8/2019).

Budi banyak menemukan kasus tersebut ketika calon pembeli ingin membeli hunian. Secara persyaratan mulai dari penghasilan, status pekerjaan, tempat bekerja atau bidang usaha, sudah terpenuhi. Namun, ketika dicek di BI checking, pengajuan KPR terpaksa terhambat karena ada rekam jejak yang bermasalah. Jadi, semua itu terekam di BI dan itu yang lebih penting sebenarnya.

Baca juga : Apa Keuntungan dan Risiko dari Pinjaman Online?

Credit scoring sudah ditetapkan Bank Indonesia dalam beberapa kategori berdasarkan skor kredit peminjam atau debitur. Berikut ini pembagian kategori penilaian kredit di BI checking:

Skor 1: Kredit Lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajibannya untuk membayar cicilan setiap bulan beserta bunganya hingga lunas tanpa pernah menunggak.

Skor 2: Kredit DPK atau Kredit dalam Perhatian Khusus, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 1-90 hari

Skor 3: Kredit Tidak Lancar, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 91-120 hari

Skor 4: Kredit Diragukan, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit 121-180 hari

Skor 5: Kredit Macet, artinya debitur tercatat menunggak cicilan kredit lebih 180 hari.

Nah, Anda masuk credit scoring kategori manakah? Untuk bisa mengetahui skor kredit, Anda bisa mengeceknya di BI checking.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 30, 2019, 5:53 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.