Investree Dorong E-Commerce Melalui Pembiayaan Syariah

Investree Dorong E-Commerce Melalui Pembiayaan Syariah

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia memberikan peluang bisnis baru di sektor pembiayaan. Selama ini, bisnis e-commerce masih lebih banyak menggunakan pembiayaan dari bank konvensional. Sementara masih sedikit sekali orang menggunakan pembiayaan syariah untuk transkasi e-commerce.

Melihat hal itu, Investree dalam gelaran Pasar idEA memperkenalkan lebih lanjut manfaat dan cara kerja produk dan layanan Investree yang dapat digunakan oleh para pelaku e-commerce maupun para pemilik bisnis yang menggunakan e-commerce platform untuk berjualan dalam memperoleh akses pembiayaan.

Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi mengatakan, partisipasi Investree di acara ini adalah untuk memperbanyak kontribusi Investree sebagai pelopor fintech lending dalam memberdayakan UKM melalui akses pembiayaan yang mudah dan cepat, terlebih mereka yang tergabung dalam perusahaan e-commerce yang ada di Pasar idEA ini.

“Sebagai satu-satunya perusahaan fintech lending berizin usaha perusahaan penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi dari Otoritas Jasa Keuangan yang memiliki dua jenis usaha yaitu konvensional dan syariah. Kami merasa bahwa hal itu sudah semestinya menjadi tanggung jawab kami dalam membesarkan industri fintech-marketplace lending,” katanya.

Baca juga : Mengenal Produk Syariah Sukuk Negara Tabungan Seri ST005

Dalam gelaran Pasar idEA, Investree lebih banyak menawarkan beberapa produk unggulan berbasis syariah. Produknya antara lain Online Seller Financing (OSF) Syariah dan Cepat dan Ringkas (CRING!) untuk produk Invoice Financing Syariah. Produk syariah tersebut ditujukan bagi borrower yang menginginkan pembiayaan dengan pengajuan online dan persetujuan cepat. Sedangkan kepada lender akan difokuskan pada pembelian instrumen investasi syariah Sukuk Tabungan seri ST005.

“Layanan Investree syariah merupakan keunggulan dan diferensiasi kami dibanding perusahaan fintech lending lainnya. Di mana kami juga telah mengantongi Surat Rekomendasi Penunjukkan Tim Ahli Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI),” jelas Adrian.


Pertumbuhan E-Commerce di Indonesia

Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan pembiayaan syariah, di mana pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Menurut data survei McKinsey & Co tahun 2018, nilai pasar ­e-commerce di Indonesia diprediksi akan sangat besar mencapai Rp910 triliun pada tahun 2022. Nilai ini delapan kali lipat lebih besar dibandingkan 2017 yang hanya mencapai Rp112 triliun.

Survei itu juga menyebutkan, ada lima faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar e-commerce di Indonesia. Pertama, meningkatnya penggunaan internet dan ketersediaan smartphone yang mencapai 40 persen dari total populasi atau sekitar 106 juta orang.

Kedua, potensi generasi milenial yang semakin terbiasa menggunakan patform online dan bertransaksi secara digital. Ketiga, adanya peningkatan pengusaha mikro dengan menggunakan platform online tanpa toko fisik.

Keempat adalah semakin baiknya kondisi investasi untuk perusahaan ekonomi digital di Asia tenggara. Terakhir, yaitu adanya dukungan pemerintah melalui beragam program penunjang ekonomi digital seperti Peraturan Presiden (Perpres) mengenai roadmap e-commerce pada 2017.

Baca juga : E-Commerce Mendorong Tumbuhnya Bisnis Pembiayaan Multiguna

Selain data McKinsey, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga merilis survei tentang mengenai pengguna internet di Indonesia pada 2018. Survei tersebut menunjukkan, penetrasi pengguna internet pada 2018 mencapai 171,17 juta pengguna atau meningkat sebesar 64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Bahkan survei dari Hootsuite & Wearesocial di tahun yang sama juga menerangkan, Indonesia menduduki peringkat keempat pengguna internet melalui smartphone dengan lama akses empat jam 35 menit. Sedangkan akses melalui komputer, Indonesia menempati peringkat ke-15 di dunia dengan lama penggunaan internet sekitar empat jam.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 16, 2019, 11:35 a.m.

Comments

Please log in to leave a comment.