Emas Digital, Cara Baru Berinvestasi Emas

Emas Digital, Cara Baru Berinvestasi Emas

Investasi emas sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Namun dalam perkembangannya, emas menjadi salah satu bentuk investasi yang punya nilai stabil tanpa terpengaruh inflasi. Bahkan setiap tahun harga emas terus meningkat. Per 16 Agustus 2019, harga emas mencapai Rp694.567 per gramnya. Harga emas saat ini naik 14 persen dibandingkan saat 1 Januari 2019 yang mencapai Rp597.263 per gram.

Instrumen emas saat ini mulai banyak diminati kalangan muda dan milenial. Hasil riset JakPat menyebutkan, 50,8 persen generasi milenial menyukai emas sebagai instrumen investasi. Emas menjadi favorit masyarakat karena menawarkan profil risiko rendah, nilai yang relatif lebih stabil, dan mudah dikelola. Hasil riset lain dari lembaga survei pemasaran Inside ID pada 2018 mengungkapkan, emas masih menjadi instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia.

Investasi Emas Fisik ke Emas Digital

Seiring perkembangan, investasi emas yang semula berupa transaksi fisik emas mulai beralih menjadi digital. Investasi ini dikenal dengan emas digital. Investasi emas digital adalah emas yang catatan kepemilikannya dilakukan secara digital. Proses transaksi jual beli emas digital dilakukan melalui platform digital seperti aplikasi atau website.

Walaupun transaksi dilakukan secara digital, kepemilikan fisik emas tetap menjadi syarat wajib bagi para pedagangnya. Pedagang emas digital harus dipastikan memiliki bentuk fisik emas sebelum melakukan penjualan dan harus disimpan di tempat penyimpanan khusus yang rencananya akan dibangun di Indonesia pada tahun depan.

Baca juga : Investasi Emas: Modal Ringan, Aman, dan Mudah Dicairkan

Pedagang juga harus menyetorkan modal minimal Rp20 miliar dengan saldo modal akhir minimal Rp16 miliar atau 2/3 dari nilai pengelolaan emas pelanggan. Proses penyetoran itu juga harus dilaksanakan paling lambat pada 8 Februari 2022. Kemudian, mulai 9 Februari 2022, kepemilikan modal harus mencapai Rp100 miliar dengan saldo modal akhir minimal Rp8 miliar atau 2/3 dari nilai emas milik pelanggan.


Mungkin akan timbul pertanyaan, amankah investasi emas digital? Sama dengan instrumen investasi lainnya, Anda tetap harus tetap sangat selektif dalam memilih penyelenggara investasi emas digital yang aman dan terpercaya. Selain keamanan, beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan adalah kemudahan bertransaksi dan harga yang ekonomis.

Salah satu poin penting yang harus diperhatikan adalah apakah perusahaan penyedia investasi emas digital memiliki izin Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Dengan terdaftar di Bappebti, maka keamanan berinvestasi emas digital terjamin karena telah memenuhi Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital yang ditetapkan pada Februari 2019.

Bappebti mengatur bahwa setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi penyelenggara investasi fisik emas digital untuk mendapatkan izin usaha, yaitu: keanggotaan pada bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka, minimal permodalan, dan penyimpanan fisik emas di tempat penyimpanan khusus.

Baca juga : Mau Berinvestasi? Ini Lima Pilihan Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Sahudi menerangkan, Peraturan Bappebti Nomor 4 Tahun 2019 ini memberikan ruang bagi inovasi perdagangan emas secara digital di Indonesia. Investasi lewat platform digital semakin digemari oleh masyarakat karena mudah dan praktis. Oleh sebab itu, pemerintah berkewajiban melindungi dan menjamin keamanan masyarakat dalam kegiatan investasi fisik emas digital.

Menanggapi peraturan tersebut, Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus Lumintang menilai peraturan Bappebti dapat mendukung pembentukan harga di bursa berjangka, memberikan perlindungan nilai baik secara fisik maupun futures, serta menjadi market makers atau penyedia likuiditas di bursa berjangka. Pada akhirnya, peraturan ini bertujuan untuk melindungi dua pihak, yaitu pedagang dan konsumen pasar fisik emas digital di Indonesia.

Platform Aplikasi Emas Digital


Salah satu platform aplikasi digital yang menyediakan jasa transaksi jual beli fisik emas digital adalah PT Tamasia Global Sharia. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2017 ini telah mendaftarkan izin usaha ke Bappebti. Melalui Tamasia, pelanggan memperoleh fasilitas yang mudah, cepat dan terpercaya dalam jual beli emas, titip emas serta simpan emas yang dijalankan berdasarkan sistem syariah.

Co-Founder & CEO Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan, sebagai penyelenggara investasi fisik emas digital, Tamasia siap mematuhi regulasi pemerintah tersebut. Bahkan tidak lama lagi Tamasia akan menjadi anggota di Bursa Berjangka Jakarta dan Kliring Berjangka Indonesia. “Semua proses jual beli emas yang dilakukan di aplikasi Tamasia sangat mudah melalui teknologi, aman secara hukum dan berazaskan prinsip syariah yang transparan,” katanya di GoWork Plaza Indonesia (15/8/2019).

Baca juga : Investasi P2P Lending Semakin Aman dengan Sertifikasi ISO 27001

Bagaimana cara berinvestasi emas digital? Pelanggan dapat melakukan jual beli emas logam mulia Antam mulai dari Rp10.000 yang akan dikonversikan dengan gram sesuai dengan harga emas saat itu. Tamasia bekerja sama dengan Antam juga memfasilitasi pelanggan untuk mencetak emas dengan pilihan ukuran 1, 5, 10, 25, 50, sampai 100 gram. Emas tersebut dapat dikirimkan langsung ke alamat pelanggan. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 16, 2019, 4:32 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.