Survei BI: Pembiayaan KPR untuk Properti Residensial Masih Tinggi

Survei BI: Pembiayaan KPR untuk Properti Residensial Masih Tinggi

Bank Indonesia kembali merilis hasil Survei Harga Properti Residensial untuk periode triwulan II 2019. Dalam sisi pembiayaan, hasil survei itu menyebutkan fasilitas kredit kepemilikan rumah KPR masih menjadi sumber pembiayaan utama bagi konsumen dalam melakukan pembelian properti residensial.

Hasil survei BI ini mengindikasikan sebagian besar konsumen (74,32 persen) menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Kemudian, 19,05 persen menggunakan pembayaran secara tunai bertahap, dan 6,64 persen membayar secara tunai untuk membeli properti residensial.

Meskipun fasilitas KPR sangat dominan, namun pertumbuhan penyaluran KPR dan kredit tanpa agunan (KTA) pada triwulan II 2019 cenderung melambat. Survei yang dirilis pada 12 Agustus 2019 ini menerangkan, penyaluran KPR dan KTA melambat dari 4,02 persen quarter to quarter (qtq) pada triwulan I 2019 menjadi 0,70 persen qtq. Secara tahunan pun, penyaluran KPR dan KTA juga melambat dari 15,67 persen year on year (yoy) menjadi 12,79 persen.

Harga Properti Residensial

Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia mengindikasikan perlambatan kenaikan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan II 2019. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II 2019 yang tumbuh 0,20 persen qtq, lebih rendah dibandingkan pada triwulan sebelumnya, yaitu 0,49 persen qtq. Terjadinya kenaikan harga properti residensial pada triwulan II 2019 terutama disebabkan adanya kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja bangunan.

Baca juga : Ini Daftar Terbaru Rumah Bebas PPN

Secara triwulanan, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan rumah tipe kecil melambat dari 0,72 persen qtq pada triwulan sebelumnya menjadi 0,37 persen. Untuk tipe rumah menengah juga mengalami perlambatan dari 0,60 persen menjadi 0,18 persen qtq. Begitu juga dengan tipe rumah besar dari 0,20 persen menjadi 0,03 persen qtq.


Berdasarkan wilayah, melambatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada sebagian besar kota. Ke depan, kenaikan harga rumah diperkirakan meningkat pada triwulan III 2019 sebesar 0,76 persen qtq.

Secara tahunan, kenaikan harga properti residensial juga melambat dari 2,04 persen yoy dari tahun sebelumnya menjadi 1,47 persen. Perlambatan ini terjadi pada semua tipe rumah. Kenaikan harga tipe rumah kecil melambat dari 3,18 persen menjadi 2,18 persen yoy. Kemudian, untuk tipe rumah menengah mengalami perlambatan dari 1,82 persen menjadi 1,32 persen yoy.

Penjualan Properti Residensial

Dalam survei BI menjelaskan, volume penjualan properti residensial pada triwulan II 2019 tercatat mengalami kontraksi pertumbuhan -15,90 persen qtq, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 23,77 persen.

Baca juga : Harga Rumah Menengah Paling Diminati Kalangan Milenial

Penurunan penjualan properti residensial disebabkan oleh penurunan penjualan pada rumah tipe kecil dan rumah tipe menengah. Menurut responden, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan penjualan adalah melemahnya daya beli, suku bunga KPR yang cukup tinggi, dan tingginya harga rumah.

Perkiraan Harga Properti Residensial

Kenaikan harga properti residensial diperkirakan akan menguat baik secara triwulan maupun tahunan. Secara triwulan, harga properti pada triwulan III 2019 diperkirakan naik sebesar 0,76 persen, lebih tinggi 0,20 persen dari triwulan II. Kenaikan itu disebabkan meningkatnya harga rumah yang terjadi di semua tipe rumah, di mana kenaikan tertinggi pada rumah tipe kecil dari 0,37 persen menjadi 1,74 persen qtq.

Sementara secara tahunan, hasil survei BI pada triwulan III 2019 menyebutkan, harga properti akan naik dari 1,47 persen menjadi 1,82 persen yoy. Kenaikan itu juga terjadi pada semua tipe rumah, terutama pada rumah tipe kecil yang mengalami kenaikan harga dari 2,18 persen menjadi 3,26 persen yoy. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 12, 2019, 4:47 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.