Waskita Siap Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun di Semester II 2019

Waskita Siap Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun di Semester II 2019

Memasuki semester II 2019, PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan kode saham WSKT akan menyiapkan sejumlah strategi agar kinerja perseroan semakin membaik. Strategi tersebut antara lain Waskita akan menerbitkan surat utang atau obligasi (global bond) maksimal maksimal Rp3 triliun dengan tenor 7-10 tahun yang akan digunakan Waskita untuk refinancing.

Director of Finance PT Waskita Karya (Persero) Haris Gunawan menjelaskan, opsi global bond akan tetap melihat perkembangan pasar. Adapun untuk underwriter saat ini masih dalam pembahasan. Underwriting adalah proses mengidentifikasi dan menyeleksi risiko yang dimiliki calon nasabah asuransi. “Kami mengikuti pemerintah dengan floating rate plus spread dan tetap tergantung situasi capital market," ujar Haris dalam rilis Waskita yang diterima duitologi.com (6/8/2019).

Opsi penerbitan obligasi akan dilakukan sambil mencari risiko yang paling rendah, terutama dari sisi pembiayaan dengan melihat faktor tenor, underlying dan lain-lain. Dalam mencari dana, Waskita juga mempertimbangkan beberapa skema lain di luar obligasi.

Baca juga : Survei Konsumen BI 2019: Minat Masyarakat Berinvestasi Meningkat

Pada semester kedua ini, Waskita juga akan melakukan divestasi saham pada dua ruas tol yang dikelolanya. Saat ini, Waskita sedang melakukan proses penawaran dengan perusahaan dari dalam dan luar negeri dan ditargetkan rampung pada semester II 2019.

Sementara dari sisi kinerja, perusahaan memperoleh nilai kontrak baru sebesar Rp8,18 triliun pada semester I 2019. Nilai ini meningkat dibanding pada periode sama pada tahun lalu sebesar Rp7,65 triliun.

Perolehan kontrak baru tersebut ditopang dari perolehan sejumlah proyek besar antara lain Bandara Juanda di Jawa Timur Rp623 miliar, Masjid Istiqlal di DKI Jakarta Rp423 miliar, Bandara Hasanudin di Sulawesi Selatan Rp422 miliar, Jalan Tol Becakayu di Jawa Barat senilai Rp773 miliar, Rest Area Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar di Lampung senilai Rp343 miliar dan Revitalisasi Gedung Olahraga Pelajar Ragunan di DKI Jakarta senilai Rp381 miliar.


Waskita menargetkan penerimaan arus kas masuk pada 2019 sebesar Rp40 triliun termasuk di dalamnya dari proyek turnkey yang penyelesaian proyeknya ditargetkan pada triwulan dua dan triwulan empat 2019 sebesar Rp26,85 triliun.

Realisasi penerimaan semester I sebesar Rp7,49 triliun diperoleh dari beberapa pembayaran proyek tol di antaranya proyek Tol Cisumdawu, proyek Tol Pemalang - Batang Paket 4 dan proyek Tol Bakauheni - Terbanggi Besar. Adapun proyek turnkey yang ditargetkan selesai tahun ini di antaranya Pematang Panggang - Kayu Agung, Kayu Agung - Palembang - Betung, Japek II Elevated, dan Kunciran - Parigi.

Waskita juga baru menerima pembayaran Rp259 miliar dari proyek LRT dan Rp873 miliar dari proyek tol Salatiga Kertasura. “Waskita mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp14,80 miliar pada semester I 2019 dan laba bersih tercatat Rp1,01 triliun dengan net margin 6,85 persen,” kata Haris.

Baca juga : Merambah Pasar Global, Bukalapak Luncurkan BukaGlobal

Selanjutnya, Waskita Karya dalam upaya melakukan reorientasi dalam menjalankan proses bisnisnya dengan menghadirkan revolusi digital 4.0, saat ini tengah merancang dan mengimplemetasikan Waskita Integrated Digital Enterprises (WIDE).

Melalui WIDE diharapkan, systems, application, and product (SAP) dapat berkontribusi pada peningkatan sinergi, konsolidasi, efektivitas, serta mendukung optimalisasi dan efektivitas proses bisnis dengan selalu mengoptimalkan nilai tambah bagi seluruh stakeholder.

Dalam melaksanakan pekerjaan, Waskita selalu mengedepankan aspek quality, health, safety, dan environment dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan standar operasional bermutu tinggi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 9, 2019, 2:26 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.