Lindungi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Dana Darurat dan Asuransi

Lindungi Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Dana Darurat dan Asuransi

Setiap pekerja terutama pekerja muda harus menyiapkan diri dari berbagai kemungkinan terjadinya musibah dalam kerja. Musibah kesehatan dan kecelakaan kerja bisa menimpa kapan dan di mana saja. Maka dari itu, setiap karyawan harus melindungi diri dari berbagai kemungkinan musibah tersebut dengan asuransi dan dana darurat.

Melindungi diri dari kecelakaan kerja menjadi sangat penting. Berdasarkan data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) terdapat 2,78 juta pekerja meninggal setiap tahun karena kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Sekitar 2,4 juta (86,3 persen) dari kematian ini dikarenakan penyakit akibat kerja, sementara lebih dari 380.000 (13,7 persen) dikarenakan kecelakaan kerja.

Baca juga : BPJS dan K3 Melindungi Pekerja dari Kecelakaan Kerja

Mirisnya lagi, data ILO menyebut pekerja muda yang berusia antara 18-24 tahun memiliki risiko 40 persen lebih besar untuk mengalami kecelakaan kerja dibandingkan pekerja dewasa. Data tersebut menjelaskan, para pekerja muda ini belum berpengalaman menjaga keselamatan diri di lingkungan kerja, dimana mereka juga kurang memiliki akses pada pelatihan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

Bentuk perlindungan pun harus dipahami dan dilakukan kedua pihak, yaitu perusahaan dan pekerja. Untuk perusahaan, pemerintah melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan mewajibkan setiap perusahan untuk mendaftarkan karyawannya ke program jaminan tersebut. Sementara dari sisi pekerja, pastikan diri Anda memiliki proteksi diri melalui dana darurat dan asuransi.

Dana Darurat


Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan mendesak atau kejadian-kejadian yang terjadi secara tidak terduga seperti biaya kesehatan dan risiko akibat kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan kehilangan penghasilan. Dana darurat yang harus dimiliki setiap orang berbeda-beda tergantung kebutuhan orang yang bersangkutan. 

Untuk pekerja yang sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan, idealnya memiliki dana darurat sebesar 6-12 kali pengeluaran rutin bulanan. Sedangkan bagi yang masih single atau tidak punya tanggungan, idealnya memiliki dana darurat sebesar 3-6 kali pengeluaran rutin bulanan.

Bagaimana caranya? Mulailah dengan menghitung rata-rata pengeluaran bulanan untuk menentukan jumlah dana darurat yang tepat. Lalu, alokasikan dana misalnya 10-20 persen dari penghasilan di awal selama beberapa bulan. Terakhir, tentu jangan lupa untuk berhemat dan tetap disiplin dalam melakukan pengeluaran.

Baca juga : Panduan Mempersiapkan Dana Darurat dalam Keluarga

Dana darurat harus disimpan pada tempat yang aman dan dipisahkan dari rekening harian, investasi atau tabungan jangka pendek agar tidak tersentuh keperluan lain. Jangan sampai dana darurat malah disalahgunakan peruntukannya. Pilihlah produk keuangan untuk dana darurat yang mudah dicairkan atau bisa diakses dengan cepat karena akan digunakan untuk hal-hal yang mendesak.

Pilihan penyimpanan dana darurat bisa dalam bentuk tabungan, deposito, logam muliareksa dana dengan risiko rendah seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Dengan memiliki dana darurat, Anda tidak perlu bingung saat membutuhkan dana dalam jumlah besar sehingga tidak mengganggu arus kas harian Anda dan membuat hidup menjadi lebih tenang dan terjamin.

Asuransi Keselamatan dan Kesehatan


Setelah target dana darurat terpenuhi, pilihlah produk asuransi untuk memproteksi diri. Jika Anda adalah seorang karyawan sebuah perusahaan, pastikan Anda telah menjadi peserta program jaminan sosial dari pemerintah, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Berbeda dengan jenis asuransi lainnya, jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan memang secara khusus diperuntukkan untuk melindungi pekerja dan pemilik lapangan kerja itu sendiri. BPJS Ketenagakerjaan akan melindungi berbagai macam risiko dan juga kerugian yang mungkin saja terjadi pada kedua belah pihak tersebut sehingga hak-hak dan juga kewajiban mereka bisa tetap terjaga dengan sangat baik.

Baca juga : Sesuai Aturan Baru, Ini Sanksi Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada para pekerja atas terjadinya berbagai risiko seperti peristiwa kecelakaan kerja, sakit, cacat fisik, hari tua, dan bahkan risiko meninggal dunia yang bisa terjadi kapan saja. Perlindungan ini diberikan melalui empat program Jaminan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun.

Setiap orang ingin memiliki pekerjaan yang layak untuk mendapat penghasilan yang layak pula. Bekerja keras dan cerdas itu penting tapi jangan sampai Anda mengabaikan hal-hal di sekitar tempat kerja yang dapat membuat celaka sehingga membuat pekerjaan kita terhambat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
Aug. 9, 2019, 5:21 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.