Mau Ajukan KPR Syariah? Ketahui Dulu 4 Jenis Akad Pembiayaannya

Mau Ajukan KPR Syariah? Ketahui Dulu 4 Jenis Akad Pembiayaannya

Bagi Anda yang sudah memasuki usia kerja atau berkeluarga, memiliki tempat tinggal sendiri menjadi salah satu tujuan keuangan utama yang ingin dicapai. Namun seperti yang Anda ketahui, harga rumah dan apartemen terus naik dari waktu ke waktu. Tingginya harga rumah dan apartemen tersebut membuat kemungkinan Anda membeli secara tunai semakin kecil.

Salah satu alternatif pembelian hunian ini adalah dengan memanfaatkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA) yang disediakan bank konvensional atau KPR Syariah yang disediakan bank syariah atau unit usaha syariah.

Baca juga : Lebih Untung Suku Bunga KPR Flat atau Floating?

Jenis KPR Syariah ini dapat berupa pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang guna membiayai pembelian rumah tinggal, baik baru atau pun bekas dengan prinsip atau akad murabahah atau dengan akad lainnya. Bagaimana sebenarnya prosedur pembiayaan kepemilikan rumah dan apartemen dengan prinsip syariah?

Sesuai namanya, KPR syariah yang ditawarkan bank syariah mengadaptasi prinsip syariah. Perbedaan yang paling signifikan antara KPR atau KPA bank konvensional dengan KPR syariah terletak pada proses transaksi. Pada KPR atau KPA konvensional yang dilakukan adalah transaksi uang, sedangkan KPR syariah melakukan transaksi barang. 


Dalam KPR syariah jenis akad yang umum digunakan dalam pembiayaan kepemilikan rumah dan apartemen di Indonesia. Apa saja itu? Duitologi.com telah merangkum ada empat jenis akad pembiayaan yang ditawarkan bank syariah, yaitu:

1. Akad Jual Beli (Murabahah)

Murabahah adalah perjanjian jual beli antara bank dan nasabah, di mana bank syariah akan melakukan pembelian rumah atau apartemen yang diinginkan nasabah (bank bertindak sebagai pemilik rumah) dan selanjutnya menjual rumah atau apartemen tersebut kepada nasabah dengan cara dicicil.

Bank tidak akan mengenakan bunga kepada nasabah atas pembayaran cicilan. Namun mengambil margin atau keuntungan dari penjualan rumah yang telah ditetapkan sejak awal. Dalam prinsip murabahah ini, besaran cicilan yang harus dibayarkan nasabah dalam jangka waktu tertentu telah ditetapkan sejak awal bersifat tetap (besaran cicilan tidak berubah).  

2. Akad Kerja Sama Sewa (Musyarakah Mutanaqisah)

Musyarakah mutanaqisah adalah akad antara dua pihak atau lebih terhadap suatu barang, di mana salah satu pihak kemudian membeli bagian pihak lainnya secara bertahap. Dalam skema ini, bank syariah dan nasabah bersama-sama melakukan pembelian rumah atau apartemen dengan porsi kepemilikan yang telah disepakati, misalnya bank 80 persen dan nasabah 20 persen.

Selanjutnya, nasabah akan membeli rumah atau apartemen tersebut dari pihak bank dengan cara melakukan pencicilan dana menurut modal kepemilikan rumah atau apartemen yang dimiliki oleh bank. Hingga pada akhirnya semua aset kepemilikan bank telah berpindah tangan kepada nasabah. Besar cicilan yang dibayarkan nasabah dengan skema ini ditentukan berdasarkan kesepakatan antara bank dan nasabah. 


3. Akad Istishna

Akad ini merupakan pembiayaan suatu barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara nasabah dan penjual atau pembuat barang. Akad istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli) dan penjual (pembuat).

4. Akad Ijarah Muntahiyyah Bittamlik

Ijarah muntahiya bittamlik merupakan transaksi sewa menyewa antara pemilik objek sewa dan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakannya dengan opsi perpindahan hak milik objek sewa.

Baca juga : Panduan Lengkap Pengajuan Kredit Rumah Pertama

Setiap prosedur pembiayaan KPR bank syariah tentu memiliki perlakuan dan risiko yang berbeda. Meski demikian, pada prinsipnya skema pembiayaan KPR syariah ini ditawarkan kepada nasabah sebagai alternatif dalam memilih jenis pembiayaan berbasis syariah untuk kepemilikan rumah atau apartemen yang bebas dari unsur riba.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 30, 2019, 3:41 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.