Kinerja Semakin Meningkat di 2019, Pegadaian Siap IPO

Kinerja Semakin Meningkat di 2019, Pegadaian Siap IPO

Kinerja PT Pegadaian (Persero) pada semester I 2019 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dengan berbagai indikator kinerja yang dinyatakan sehat dan terukur, Pegadaian menyatakan siap untuk melantai di bursa melalui initial public offering (IPO).

Berdasarkan data hingga Juni 2019, jumlah nasabah Pegadaian sudah mencapai 12,1 juta orang dan angka ini sudah melampaui target dari yang ditetapkan Pegadaian di awal tahun. Selain jumlah nasabah yang meningkat drastis, Pegadaian juga menjadi salah satu BUMN yang memberikan kontribusi pemasukan kepada negara sebesar Rp2,828 triliun pada akhir tahun lalu.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan, kontribusi yang diberikan pada akhir tahun 2018 tersebut, menjadikan Pegadaian sebagai BUMN ketujuh penyumbang pendapatan terbesar untuk negara. “Kami sudah menjadi raksasa BUMN, bahkan jumlah nasabah kami sudah yang menyumbangkan deviden terbesar untuk negara,” katanya.

Baca juga : Cara Mudah Investasi Emas di Tabungan Emas Pegadaian

Data Pegadaian menunjukkan, pada 2018 kontribusi kepada negara mencapai Rp2,828 triliun, berupa deviden Rp1,387 triliun dan pajak sebesar Rp1,441 triliun. Bahkan untuk target tahun 2019 sebanyak 12 juta nasabah, sudah berhasil dilampaui pada pertengahan tahun ini mencapai 12,1 juta nasabah. Lonjakan nasabah ini didorong adanya Pegadaian Digital Service dan kerja sama Tokopedia.

Sebagai perusahaan penyumbang deviden terbesar, Pegadaian terus meningkatkan kinerja keuangannya. Tercatat hingga Juni 2019 perkembangan kinerja yang terus meningkat terlihat dari meraih pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun meningkat 12,1 persen. "Kami optimis target Rp3 triliun tahun ini bisa tercapai hingga akhir tahun," terang Kuswiyoto.   

Pegadaian juga mampu membukukan total aset hingga Juni 2019 sebesar Rp56,1 triliun lebih besar dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Untuk saldo pinjaman atau outstanding loan (OSL) Pegadaian sudah mencapai Rp43,6 triliun yang tercatat hingga di pertengahan tahun ini.

Baca juga : Ingin Gadai di Perusahaan Pegadaian Swasta? Cek Dulu Legalitasnya

Kuswiyoto optimistis target kinerja Pegadaian hingga akhir tahun 2019 akan tumbuh semakin positif. Target tersebut meliputi jumlah OSL ditargetkan mencapai Rp46,5 juta, total aset ditargetkan mencapai Rp63 triliun, dan laba bersih ditargetkan mencapai Rp3 triliun.


Pegadaian Siap IPO

Secara bisnis, Pegadaian di tahun ini dikelola secara sehat dan terukur. Kondisi ini terlihat pada 2018, return on asset (ROA) yang didapat Pegadaian sebesar 5,26 persen, return on equity (ROE) sebesar 13,80 persen, dan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 68,30 persen.

Tidak hanya itu, Pegadaian juga menjadi perusahaan yang efisien dalam operasi bisnis yang terlihat dari data BOPO pada tahun 2018 yang mencapai 68 persen. "Dengan berbagai pencapaian kinerja keuangan yang baik sehingga banyak yang mendorong Pegadaian untuk IPO," ungkap Kuswiyoto.

Baca juga : Gaji UMR, Bisakah Investasi Emas?

Bahkan hasil asesmen Good Corporate Governance (GCG) menunjukkan, nilai Pegadaian sudah mencapai 98,21 persen. "Nilai ini sudah hampir sempurna dan penilaian GCG ini dihitung oleh pihak independen, sebagaimana halnya rating Triple A dinilai oleh Pefindo," tambah Kuswiyoto.

Corporate Social Responsibility (CSR) Pegadaian

Tidak hanya fokus pada peningkatan kinerja, Pegadaian juga terus meningkatkan kualitas program corporate social responsibility (CSR) dalam memberdayakan masyarakat. CSR tersebut di antaranya bersih-bersih lingkungan (pro-planet) yang bertujuan meningkatkan kepedulian pada lingkungan dalam rangka pengembangan inklusi keuangan, dan bersih-bersih administrasi yang bertujuan sebagai pendamping untuk meningkatkan kemampuan administrasi.

Adapula program bersih-bersih hati yang bertujuan sebagai penyaluran bantuan dan peningkatan infrastruktur rumah ibadah dan hal-hal terkait kemanusiaan. “CSR Pegadaian seperti mengolah sampai jadi emas memberikan manfaat yang berkelanjutan kepada masyarakat. Kita ingin memberikan dampak dan meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat,” terang Kuswiyoto.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 30, 2019, 5:07 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.