Transaksi Digital Cashlez Naik 200 Persen di Semester I 2019

Transaksi Digital Cashlez Naik 200 Persen di Semester I 2019

Perusahaan payment gateway PT Cashlez Worldwide Indonesia (Cashlez) mencetak kenaikan transaksi luar biasa di pertengahan tahun 2019. Selama semester I 2019, Cashlez berhasil membukukan kenaikan jumlah transaksi di atas 200 persen dengan pertumbuhan gross transaction value (GTV) hampir menyentuh 150 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

Chief Revenue Officer (CRO) Cashlez Tan Leny Yonathan mengatakan, kenaikan nilai transaksi CASHLEZ tertinggi diperoleh dari metode pembayaran berbasis online CashlezLink (e-commerce) di atas 2.000 persen. kemudian diikuti pembayaran digital termasuk di dalamnya dompet elektronik dan pembayaran menggunakan kartu yang keduanya meningkat di atas 100 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

Baca juga : 5 Strategi Bisnis yang Perlu Diketahui Social Entrepreneur

Pertumbuhan juga terjadi pada sisi pengguna Cashlez, di mana jumlah merchant yang melakukan registrasi aplikasi Cashlez sampai dengan semester I 2019 mencapai lebih dari 6.000 register dengan lima segmen tertinggi, yaitu retail, fashion, professional services, F&B, travel, dan tourism.

 “Hal ini merupakan bagian dari pilar strategi dan leading indicator yang kami percaya dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan lagging indicator kami, termasuk di dalamnya untuk meningkatkan transaksi, jumlah merchant dan GTV,” ujar Leny Tan.

Pertumbuhan jumlah register aplikasi Cashlez ini tidak lepas dari ekspansi pasar di beberapa kota besar, kerja sama yang dilakukan Cashlez dengan banyak mitra, penambahan jumlah payment acceptance, dan optimalisasi website serta media sosial sepanjang enam bulan terakhir.


Kemitraan Cashlez

Pada awal bulan Februari 2019, Cashlez bekerja sama dengan OVO dalam memudahkan setiap pelaku usaha untuk menerima pembayaran non-tunai, termasuk di dalamnya metode pembayaran dengan OVO. Kerja sama pun dilakukan dengan brand lokal dan generasi muda dalam memperkenalkan penggunaan non-tunai di kalangan pengusaha UKM yang baru memulai usaha. Selain itu, Cashlez bekerja sama dengan berbagai pihak Bank yaitu Bank Mandiri, BNI, Maybank, dan BTPN.

Pada bulan April 2019, Cashlez berhasil menghimpun pendanaan seri A dari Sumitomo Corporation yang akan menjadi modal strategis Cashlez dalam memperluas jaringan dan pengembangan produk serta layanannya. Sebelumnya, Cashlez telah menerima pendanaan dari Mandiri Capital Indonesia pada bulan Agustus tahun 2018. Bulan Juni 2019, Cashlez mendapat izin resmi Bank Indonesia (BI) sebagai penyelenggara payment gateway dan membuka kantor cabang baru di daerah Jakarta Utara.

Terbaru, Cashlez bekerja sama dengan Informa sebagai mobile cashier di gerai Informa seluruh Indonesia dan menambahkan Go-Pay sebagai metode pembayaran baru. Selanjutnya, Cashlez akan terus memperluas jaringan, menambah metode pembayaran lainnya dan memperkuat layanannya serta semua lini bagiannya secara serempak dan berkesinambungan.

Baca juga : Ini 4 Fakta Penting Aplikasi Pembayaran LinkAja

Pada tahun 2018, Cashlez tercatat di Bank Indonesia sebagai penyelenggara teknologi finansial pertama yang kemudian disusul dengan kerja sama antara VISA dalam mendistribusikan 5.000 perangkat mobile point of sale (m-POS) kepada pelaku usaha mikro untuk memudahkan mereka dalam menerima pembayaran elektronik yang cepat, aman dan dapat diandalkan.

Saat ini, Cashlez telah digunakan banyak merchant yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya, yaitu Informa, Fabelio, Sky Garden, Ternakopi by Kaesang Pangarep, dan lainnya. Diharapkan dengan peningkatan dari tahun ke tahun ini, Cashlez dapat mewujudkan misinya sebagai mitra terbaik bagi bank atau non-bank partner dan solusi pembayaran terbaik bagi merchant dalam mencapai visi Cashlez untuk menjadi Ultimate Payment Company in the Region


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 23, 2019, 5:34 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.