3 Tips Sederhana Perencanaan Keuangan untuk Keluarga

3 Tips Sederhana Perencanaan Keuangan untuk Keluarga

Perencanaan keuangan merupakan seni pengelolaan keuangan yang dilakukan individu atau keluarga untuk mencapai tujuan yang efektif, efsien, dan bermanfaat, sehingga keluarga tersebut menjadi keluarga yang sejahtera. Secara umum, aktivitas yang dilakukan adalah proses pengelolaan penghasilan untuk mencapai tujuan finansial seperti keinginan memiliki dana pernikahan, dana kelahiran anak dan lain- lain.

Kebutuhan di masa depan hampir bisa dipastikan akan terjadi. Namun penghasilan di masa depan tidak dapat dipastikan. Setiap manusia memiliki risiko berbeda seperti kehilangan pekerjaan, kebangkrutan atau kematian. Risiko tersebut dapat mengganggu perolehan penghasilan di masa depan. Oleh karena itu perencanaan keuangan perlu dilakukan secepatnya agar kebutuhan kita di masa depan tetap dapat terpenuhi

Baca juga : Jangan Terlalu Pelit untuk 3 Pengeluaran Ini agar Hidup Lebih Positif

Bagaimana membuat perencanaan keluarga yang baik? Berikut tiga tips yang harus Anda perhatikan dalam perencanaan keuangan.

1. Kenali Kondisi Keuangan

Hal pertama yang Anda inventarisir adalah aset apa yang dipunya saat ini? Aset ini terkait dengan harta benda yang Anda miliki. Dalam hal ini harta benda bisa meliputi semua uang dan barang berharga yang dimiliki sepertu rumah tinggal, tabungan, toko, perhiasan, dan lainnya. Bisa juga aset yang dapat dijual atau dijadikan tunai di masa depan dengan nilai yang masih bagus.

Namun, jangan salah mengartikan aset harta benda yang dimiliki. Hanya barang berharga yang memiliki potensi nilai besar untuk dijual di masa depan. Sebagai contoh, oven dan televisi tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel karena nilai jual di masa depan tidak besar. Jangan lupa, Anda juga harus mendata utang. Utang adalah semua kewajiban yang Anda miliki baik itu kewajiban dalam bentuk pinjaman uang ataupun kredit pembelian barang seperti motor.

Buatlah tabel sederhana untuk mengetahui bentuk aset harta dan utang yang Anda miliki. Berikut bentuk tabelnya :

Jenis Harta

Rupiah

Utang

Rupiah

Uang di dompet

 

Utang warung

 

Tabungan

 

Utang ke saudara

 

Rumah

 

Kredit motor atau motor

 

Motor

 

Kredit rumah

 

Tanah, sawah atau kebun

 

Kredit barang elektronik

 

Perhiasan

 

Kredit modal usaha

 

Harta lain

 

Pinjaman lain

 

Total Harta

 

Total Utang

 

Total Kekayaan Bersih

: Jenis Harta (rupiah) – Utang (rupiah)

 

2. Tentukan Keinginan

Setelah mendata aset harta dan utang yang Anda miliki, cara selanjutnya dalam perencanaan keuangan keluarga adalah membuat daftar seluruh keinginan yang hendak dicapai saat ini dan di masa depan. Daftar tersebut bisa berisi apa yang Anda inginkan atau butuhkan? Untuk setiap impian, tulislah kebutuhan dana yang diperlukan dan waktu pencapaian tujuan. Berikut ini contoh tabel keinginan dalam perencanaan keuangan keluarga.

No

Impian

Target

1.

Anda dan isteri ingin membeli mobil seharga Rp15.000.000

2 tahun lagi

2.

Anda dan isteri ingin memiliki simpanan uang sekolah anak sebesar Rp10.000.000

3 tahun lagi

3.

Anda dan isteri ingin mencicil rumah seharga Rp200.000.000

10 tahun lagi

 

3. Tentukan Keinginan Utama

Sebagai manusia, Anda tentu memiliki keinginan yang tidak terbatas. Selalu saja ada keinginan yang muncul. Namun sayangnya, Anda tidak bisa memenuhi seluruh keinginan tersebut karena adanya keterbatasan. Salah satu keterbatasan yang dimiliki adalah kemampuan keuangan. Oleh karenanya, Anda perlu membuat urutan prioritas keinginan yang harus didahulukan.

Buatlah daftar semua keinginan Anda. Contoh keinginan yang ingin Anda miliki seperti memiliki motor kedua, menyiapkan dana pendidikan anak, membeli sepatu baru, dan memiliki rumah sendiri. Setelah mengetahui deretan keinginan itu, maka susunlah berdasarkan tingkat kepentingannya. Urutan kepentingan yang bisa Anda buat adalah menyiapkan dana pendidikan anak, memiliki rumah sendiri, memiliki motor kedua, dan membeli sepatu baru.

Baca juga : Susah Nabung Walaupun Sudah Hidup Hemat? Mungkin ini Sebabnya

Setelah semua tips sederhana perencanaan keluarga itu Anda buat, maka langkah selanjutnya adalah mulai menerapkan dan disiplin menjalankannya. Jangan lupa juga, Anda perlu melakukan evaluasi berkala terhadap perencanaan keuangan tersebut. Ingat, perencanaan keuangan keluarga bukan “harga mati” yang tidak bisa direvisi. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 8, 2019, 2:42 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.