Mudahnya Mengurus Kepesertaan BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Mudahnya Mengurus Kepesertaan BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

Tidak seperti orang dewasa, sistem kekebalan tubuh pada bayi yang baru dilahirkan belumlah sempurna. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terserang berbagai penyakit. Beberapa masalah kesehatan juga dapat terjadi pada bayi setelah dilahirkan, sehingga membutuhkan penanganan dan perawatan khusus di rumah sakit.

Oleh karena itu, dalam program Badan Penyelenggara JaminanSosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan, tidak hanya ibu melahirkan saja yang mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan, tetapi juga bayi yang baru dilahirkan. Penjaminan pelayanan kesehatan untuk bayi ini tentunya harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.

Baca juga : Bayi Baru Lahir Langsung Dijamin BPJS Kesehatan Selama 28 Hari

Sebenarnya mengurus kepesertaan bayi baru lahir agar bisa mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan setelah dilahirkan tidaklah sulit. Apalagi jika orangtua adalah peserta Pekerja Penerima Upah (PPU). Secara otomatis bayi yang baru dilahirkan dapat dijamin pelayanan kesehatannya oleh BPJS Kesehatan apabila melapor ke kantor cabang BPJS Kesehatan.

Agar biaya pelayanan kesehatan bayi bisa ikut ditanggung BPJS Kesehatan, sehari setelah bayinya dilahirkan, salah satu orangtua harus langsung melapor ke kantor cabang BPJS Kesehatan untuk dicetakkan nomor kartu sementara sang bayi. Kartu tersebut kemudian ditunjukkan kepada petugas kasir rumah sakit sebagai bukti kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga bisa terbebas dari biaya perawatan selama berada di ruang Perinatologi.


Beberapa persyaratan yang harus dibawa seperti Surat Keterangan Kelahiran dari rumah sakit, Kartu Keluarga, dan juga Kartu BPJS Kesehatan milik orangtua. Prosesnya pun sangat cepat dan mudah serta kartunya pun langsung bisa aktif saat itu juga.

Baca juga : Kiat Memilih Asuransi Kesehatan yang Cocok untuk Masa Depan

Umumnya bayi yang baru dilahirkan belum memiliki nama, maka yang tertulis di kartu BPJS Kesehatan sementara sang bayi adalah Bayi Ny A (nama ibu). Untuk kelas perawatan juga mengikuti sang ibu. Namun, setelah nama bayi dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga yang baru, kepesertaan bayi langsung didaftarkan ulang menggunakan identitas asli melalui HRD perusahaan.

Walaupun menggunakan kartu sementara, bayi tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan. Contohnya pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak sepekan setelah dilahirkan. Namun, sebelum tiga bulan harus sudah mendaftarkan ulang kepesertaan bayi melalui HRD perusahan.

Daftarkan Saat Masih Dalam Kandungan

Sama seperti peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU), mengurus kepesertaan bayi baru lahir juga cukup mudah. Orangtua bisa mendaftarkan bayinya langsung menjadi peserta BPJS untuk bisa mendapatkan jaminan kesehatan untuk anak. Pendaftaran BPJS bayi baru lahir bisa dilakukan di kantor BPJS terdekat dengan membawa beberapa syarat dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu BPJS Kesehatan orangtua, dan surat keterangan lahir dari bidan atau rumah sakit.


Selanjutnya, orangtua bisa mengisi formulir yang telah disediakan di kantor BPJS. Nantinya, kelas yang dipilih bayi baru lahir akan otomatis mengikuti kelas orangtuanya. Sedangkan, untuk mendaftarkan calon bayi yang belum lahir hanya bisa dilakukan untuk orangtua berstatus sebagai peserta BPJS mandiri. Sedangkan, jika orangtua sebagai peserta BPJS pekerja penerima upah (PPU), maka pendaftaran bayi dapat dilakukan setelah lahir.

Baca juga : 4 Alasan Kenapa Harus Memiliki Asuransi Jiwa

Untuk bayi di dalam kandungan, syarat pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan yang harus disertakan antara lain Kartu Keluarga dan KTP orangtua, Kartu BPJS kesehatan orangtua, Hasil USG (masa kandungan 7-8 bulan atau surat keterangan yang menyatakan sudah ada denyut jantung bayi), dan surat keterangan hamil dari bidan atau dokter.

Bagaimana dengan iuran BPJS per bulannya? Iuran pertama untuk bayi yang masih dalam kandungan dibayarkan pada saat bayi telah dilahirkan atau paling lambat tiga bulan setelah lahir, sekaligus mengubah data bayi di kantor BPJS Kesehatan terdekat.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 5, 2019, 3:03 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.