Bayi Baru Lahir Langsung Dijamin BPJS Kesehatan Selama 28 Hari

Bayi Baru Lahir Langsung Dijamin BPJS Kesehatan Selama 28 Hari

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) Kesehatan sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014 terus berupaya mengakomodasi pelayanan kesehatan masyarakat. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk keberlanjutan program BPJS Kesehatan sehingga mampu memberi pelayanan yang lebih baik kepada peserta. Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membenahi regulasi dengan mengeluarkan aturan baru yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Dalam Perpres baru tersebut, ada berbagai ketentuan pelayanan kesehatan yang antara lain mengenai penjaminan bayi baru lahir dari orang tua yang merupakan peserta BPJS Kesehatan dengan status aktif. Penjaminan itu tidak berlaku jika orangtua dari bayi baru lahir itu belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga : Sekarang Bayar BPJS Kesehatan Bisa Autodebit Rekening Tabungan

Mengingat pentingnya pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir, setiap peserta diimbau untuk segera mendaftarkan jabang bayinya sebagai peserta BPJS Kesehatan. Jika peserta belum mendaftarkan bayinya dalam jangka waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan, penjaminan pelayanan itu tidak berlaku.

Akibatnya, pelayanan kesehatan yang sudah diberikan untuk bayi yang bersangkutan tidak dijamin BPJS Kesehatan, peserta menanggung sendiri biayanya. Selain itu peserta dapat dikenakan denda pelayanan saat bayinya mengakses pelayanan rawat inap.

Penjaminan itu juga tidak berlaku jika ibu dan bayinya sudah pulang ke rumah tetapi belum mendaftarkan dan membayar iuran BPJS Kesehatan untuk bayinya yang baru lahir dalam jangka waktu 28 hari. Misalnya, bayi dilahirkan 1 Januari 2019, peserta dan bayinya sudah menjalani masa perawatan dan pulang ke rumah 5 Januari 2019.


Kemudian, peserta mendaftar dan membayar iuran bayinya 10 Januari 2019. Dalam kasus itu, penjaminan atas biaya pelayanan kesehatan saat bayi dirawat tidak dijamin BPJS Kesehatan, walaupun bayi telah didaftarkan dalam rentang waktu 28 hari sejak bayi dilahirkan.

Bayi yang baru lahir dari ibu yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan, penjaminan selama 28 hari sejak dilahirkan ini tidak berlaku. Baik ibu dan bayinya dihimbau untuk segera mendaftarkan diri beserta seluruh anggota keluarganya. Untuk kasus ini berlaku mekanisme verifikasi kelayakan pendaftaran selama 14 hari.

Penting untuk diingat, ketentuan mengenai penjaminan bayi baru lahir ini mulai berlaku 19 Desember 2018. Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu diingat tentang kebijakan penjaminan bayi baru lahir ini.

1. Bayi yang didaftarkan dalam waktu 28 hari sejak dilahirkan tidak akan dikenakan masa verifikasi kelayakan pendaftaran selama 14 hari, sehingga status kepesertaan bayi tersebut dapat langsung aktif dan digunakan.

2. Iuran bayi terhitung sejak bayi lahir sampai usia 24 bulan, baik pernah atau belum pernah mengakses pelayanan.

3. Iuran bayi jadi satu dengan virtual account keluarganya.

Baca juga : Sesuai Aturan Baru, Ini Sanksi Menunggak Iuran BPJS Kesehatan

4. Denda pelayanan diberikan apabila bayi tidak didaftarkan dan membayar iuran paling lama 28 hari sejak dilahirkan.

5. Bayi lahir meninggal tidak dikenakan tagihan iuran namun rumah sakit tidak dapat menagihkan biaya pelayanan bayi tersebut kepada BPJS Kesehatan.

6. Bayi lahir hidup kemudian meninggal selama didaftarkan dalam waktu 28 hari maka iuran ditagihkan sejak bayi lahir, dan biaya pelayanan kesehatan bayi selama dirawat dijamin.

7. Penjaminan bayi tidak diberikan apabila status ibu belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Dengan memperhatikan ketentuan yang tertuang dalam Perpres baru BPJS Kesehatan diharapkan masyarakat bisa mendapatkan manfaat layanan kesehatan untuk bayi yang baru lahir secara optimal. Namun, jangan lupa peserta pun harus disiplin membayar iuran BPJS Kesehatan sesuai kelas layanan kesehatannya. 


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 3, 2019, 4:23 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.