Sekarang Bayar BPJS Kesehatan Bisa Autodebit Rekening Tabungan

Sekarang Bayar BPJS Kesehatan Bisa Autodebit Rekening Tabungan

Banyak cara yang dapat dilakukan peserta BPJS untuk membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya. Cara yang paling mudah agar tidak terjadi penunggakan adalah menggunakan sistem autodebit dari rekening tabungan.

Dengan menggunakan sistem autodebit rekening tabungan untuk bayar iuran BPJS Kesehatan, maka peserta tidak perlu lagi pusing dan terlambat membayar iuran setiap bulan. Secara otomatis iuran akan dibayar dengan langsung dipotong dari saldo tabungan. Sistem autodebit ini sangat memudahkan peserta bpjs dalam membayar iuran setiap bulannya, khususnya bagi peserta BPJS Mandiri.

Saat ini, BPJS Kesehatan telah menjalin kerja sama dengan empat bank untuk menerapkan sistem autodebit yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, dan BCA. Jadi, peserta harus punya rekening di tiga bank tersebut.

Sistem autodebit dalam pembayaran iuran BPJS menjadi solusi dalam memberikan kemudahan terhadap peserta dalam melakukan pembayaran iuran. Untuk mengaktifkan sistem autodebit, peserta harus datang ke kantor cabang bank yang digunakan untuk mendaftarkan sistem autodebit.

Baca juga : Sudah Punya BPJS Kesehatan, Masih Perlukah Asuransi Kesehatan?

Mekanisme pembayaran iuran melalui autodebit bagi peserta Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri sangatlah mudah. Peserta tinggal datang ke bank, mendaftarkan diri, dan mengisi formulir kesediaan membayar iuran melalui autodebit.

Peserta pun harus memastikan nomor rekeningnya benar sehingga tidak terjadi kesalahan pendebitan. Pendaftaran autodebit juga bisa dilakukan di kantor cabang BPJS Kesehatan, yang kemudian BPJS Kesehatan akan menyampaikan ke bank yang bekerja sama. 

Dengan mengaktifkan autodebit ini, maka peserta tidak perlu khawatir terlambat bayar iuran. Sistem akan langsung menarik secara otomatis dari rekening peserta sesuai dengan total iuran yang harus dibayar per bulannya.


Cara Daftar BPJS Kesehatan Mandiri

Sesuai dengan Peraturan Presiden No. 82 Tahun 2018, semua warga Indonesia harus mendaftarkan diri beserta keluarganya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Apabila belum mendaftar menjadi Peserta BPJS Kesehatan, maka akan dikenakan sanksi, yaitu tidak akan mendapatkan pelayanan publik seperti layanan kesehatan.

Kewajiban mendaftar BPJS Kesehatan secara mandiri berlaku bagi kelompok PBPU atau Bukan Pekerja dan termasuk bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir paling lambat 28 hari sejak dilahirkan harus didaftarkan BPJS Kesehatan.

Untuk mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan Mandiri, maka yang bersangkutan bisa datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan di daerah masing-masing dengan membayar persyaratan sebagai berikut:

1. Membawa fotokopi KTP.

2. Membawa fotokopi kartu keluarga (KK).

3. Membawa buku tabungan bank yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

4. Mengisi formulir pendaftaran.

Baca juga : Begini Cara Klaim Program Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Selain melalui kantor BPJS, masyarakat yang belum daftar BPJS juga bisa melakukan pendaftaran secara online melalui aplikasi Mobile JKN atau situs resmi BPJS Kesehatan. Pendaftaran peserta secara online ini menjadi solusi bagi masyarakat yang tempat tinggalnya cukup jauh dari kantor cabang BPJS Kesehatan.

Pihak BPJS Kesehatan juga secara proaktif akan mengontak (feedback) peserta untuk meminta persetujuan terkait pembayaran iuran secara autodebit. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan peserta dalam membayar iuran secara tepat waktu, meningkatkan kepatuhan peserta PBPU atau mandiri.


Ichwan Hasanudin
ichwan.hasanudin
July 1, 2019, 12:28 p.m.

Comments

Please log in to leave a comment.