Ini 6 Pilihan Produk Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan

Ini 6 Pilihan Produk Investasi Syariah yang Paling Menguntungkan

Investasi bisa menjadi solusi menyimpan dana dengan harapan bisa menguntungkan di masa depan. Bukan hanya sekadar menguntungkan dari sisi penambahan harta, investasi juga bisa menjadi jalan aman agar masa tua nanti tidak mengalami kesulitan finansial.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, investasi syariah menyita banyak perhatian para investor, utama umat Muslim Indonesia. Berbeda dengan investasi konvensional, segala investasi syariah dijalankan dengan prinsip syariah Islam. Prinsip-prinsip itu meliputi jenis usaha, produk, jasa, transaksi, dan cara pengelolaan perusahaan emiten harus sesuai syariah Islam. 

Baca juga : Jangan Tertipu Investasi Bodong, Ini Ciri dan Tips dari OJK

Saat ini cukup banyak pilihan investasi syariah. Menurut laman Bursa Efek Indonesia (BEI), ada enam instrumen dalam investasi syariah. Apa saja investasi syariah tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Saham Syariah


Saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Definisi saham dalam konteks saham syariah merujuk kepada definisi saham pada umumnya yang diatur dalam undang-undang maupun peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di pasar saham, ada dua jenis saham syariah, yaitu saham yang dinyatakan memenuhi kriteria seleksi saham syariah berdasarkan peraturan OJK Nomor 35/POJK.04/2017 dan saham yang dicatatkan sebagai saham syariah oleh emiten atau perusahan publik syariah berdasarkan peraturan OJK No. 17/POJK.04/2015. Semua saham syariah yang terdapat di pasar modal syariah Indonesia dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh OJK secara berkala.

2. Sukuk


Sukuk adalah efek berbentuk sekuritas aset yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal. Berdasarkan penerbitnya, sukuk terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Sukuk Negara: sukuk ini diterbitkan pemerintah Indonesia berdasarkan Undang-undang No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

2. Sukuk Korporasi: berbeda dengan Sukuk Negara, sukuk korporasi diterbitkan perusahaan, baik perusahaan swasta maupun Badan Umum Milik Negara (BUMN). Penerbitan Sukuk ini berdasarkan Peraturan OJK No. 18/POJK.04/2005 tentang Penerbitan dan Persyaratan Sukuk.

3. Reksa Dana Syariah


Reksa dana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan ke dalam portofolio penempatan dana di instrumen keuangan syariah seperti saham syariah dan sukuk.

Baca juga : Tertarik Investasi Reksa Dana Syariah? Pahami Dulu Karakteristik dan Jenisnya

Reksa dana syariah dianggap memenuhi prinsip syariah di pasar modal apabila akad, cara pengelolaan, dan portofolionya tidak bertentangan dengan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2015 tentang Penerapan Prinsip Syariah di Pasar Modal.

4. Exchange Traded Fund (ETF) Syariah